Pria CurhatPenyebab pria sulit bicara soal perasaan dan 5 tips membuka diri. (Foto: Freepik)

JAKARTA – Berbicara tentang perasaan dapat sangat melegakan, terutama saat dilakukan bersama teman dekat. Namun meski wanita cenderung mudah mencurahkan isi hati, pria justru sering menghindari percakapan yang bersifat emosional atau rentan.

Pria bisa dengan bersemangat membahas timeline superhero, teori konspirasi, mobil impian, rutinitas gym, atau politik. Namun ketika harus mengungkapkan apa yang sebenarnya mereka rasakan, mereka langsung menarik batas. Jika pembicaraan mulai menyentuh sisi emosional, mereka biasanya mengalihkan dengan humor gelap atau bercanda merendahkan diri.

Lalu, mengapa pria menahan diri untuk tidak mengekspresikan perasaan? Apa yang membuat mereka sulit mengakui bahwa mereka sedang berjuang secara emosional? Mengapa mereka begitu kuat mempertahankan sikap seolah semuanya baik-baik saja?

Nandita Kalra, psikolog konseling di Rocket Health mengungkapkan alasan psikologis yang lebih dalam di balik perilaku tersebut, seperti dilansir dari Hindustan Times, Sabtu (22/11/2025).

Mengapa Pria Sulit Membuka Diri pada Temannya?

Menurut Nandita, sejak kecil pria dibentuk oleh pola asuh dan norma sosial yang menuntut mereka untuk selalu kuat.

“Banyak pria tumbuh dengan aturan tak tertulis seperti ‘selesaikan sendiri’ atau ‘jangan terlalu emosional’. Jadi meskipun mereka sangat percaya pada teman-temannya, membuka diri bisa terasa tidak nyaman atau tidak familiar,” ujarnya. Pola didikan ini membuat ruang aman untuk bercerita justru terasa asing.

Pria juga takut bagaimana mereka dipersepsikan. Sejak kecil mereka diajarkan bahwa mengekspresikan emosi adalah tanda kelemahan, sehingga mereka menghubungkan kerentanan dengan hilangnya maskulinitas.

Nandita menambahkan bahwa penghalang terbesar bukanlah kurangnya rasa percaya, melainkan rasa takut dihakimi, terlihat kurang maskulin, atau bingung bagaimana menjelaskan perasaan mereka. Hal ini menciptakan konflik batin yang membuat mereka terus menahan diri.

Padahal, mereka sepenuhnya mampu mengekspresikan diri. Namun conditioning atau pembiasaan sejak kecil membuat mereka kesulitan menunjukkan sisi emosional, bahkan kepada teman terdekat.

Nandita juga menegaskan bahwa banyak pria sebenarnya menginginkan kedekatan emosional, tetapi tidak selalu cukup kuat mengatasi hambatan internal tersebut. Inilah yang menciptakan “jarak” dalam hubungan pertemanan.

5 Tips agar Pria Lebih Mudah Berbicara tentang Perasaan kepada Teman

Membuka diri tidak harus dilakukan sekaligus. Prosesnya bisa dimulai perlahan agar rasa canggung berkurang.

1. Mulai dari Hal Kecil, Tidak Perlu Cerita Semua Sekaligus

Sebagai langkah awal, Nandita menyarankan untuk berbagi hal-hal kecil terlebih dahulu. “Tidak perlu langsung membahas luka terdalam. Mulailah dari hal ringan, seperti ‘kerjaan lagi bikin stres’ atau ‘aku lagi nggak enak badan akhir-akhir ini’,” katanya.

Langkah kecil akan melatih diri melihat kerentanan sebagai sesuatu yang aman, bukan membayangkan skenario di mana teman akan menertawakan Anda. Ini juga membentuk kebiasaan berbagi masalah nyata dalam lingkar pertemanan.

2. Bicarakan saat Melakukan Aktivitas

Pria sering merasa canggung ketika menjadi pusat perhatian. Karena itu, Nandita menyarankan berbicara sambil melakukan aktivitas.

“Pria biasanya lebih nyaman saat fokus tidak sepenuhnya pada percakapan. Cobalah membuka diri saat sedang menyetir, berjalan, olahraga, atau bahkan saat gaming,” katanya. Percakapan sampingan seperti ini terasa lebih natural dan tidak menakutkan.

3. Gunakan Kata-Kata Emosi yang Sederhana

Tidak perlu memakai bahasa yang rumit. Justru lebih mudah saat menggunakan kata-kata emosional yang langsung.

“Cukup mengatakan, ‘Aku kewalahan’, ‘Aku cemas’, atau ‘Aku lagi nggak baik-baik saja’. Menyebutkan perasaannya saja sudah menjadi langkah pertama,” ujar Nandita. Mengidentifikasi dan menamai emosi membantu membuka pintu percakapan.

4. Beri Teman Sedikit Peringatan agar Tidak Canggung

Jika takut suasana menjadi canggung, beri teman Anda heads-up sebelum mulai bercerita. Ini membantu mereka bersiap dan membuat Anda lebih nyaman membuka diri.

5. Katakan Apa yang Anda Butuhkan dari Percakapan

Banyak pria takut diberi kritik atau nasihat yang tidak diminta, sehingga mereka urung bercerita. Untuk menghindari ini, beri tahu apa yang Anda butuhkan.

“Anda bisa mengatakan, ‘Dengar aku dulu ya, aku tidak butuh saran,’ atau ‘Aku cuma mau meluapkan isi hati.’ Ekspektasi yang jelas membuat kerentanan terasa lebih aman,” kata Nandita.

Pada akhirnya, penting untuk diingat bahwa mengekspresikan perasaan bukanlah tanda kelemahan. Ini membantu meringankan beban emosional dan membuat Anda melihat masalah dengan lebih jelas setelah berbagi dengan teman.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *