Keluarga BahagiaRahasia hubungan sehat bukan cuma cinta, tapi cara selesaikan konflik dengan dewasa. (Foto: Freepik)

JAKARTA – Cinta sering dianggap sebagai fondasi utama dalam hubungan romantis. Namun kenyataannya, rasa cinta saja tidak cukup untuk memastikan hubungan tetap sehat dan bertahan lama.

Baya Voce, seorang ahli hubungan sekaligus terapis pasangan, melalui unggahan di Instagram membagikan tanda terbesar yang menunjukkan bahwa suatu hubungan benar-benar sehat.

Apa Tanda Utama Hubungan yang Sehat?

Baya menjelaskan bahwa tanda terbesar dari hubungan yang sehat bukan seberapa besar rasa cinta, seberapa sering berhubungan intim, atau seberapa jarang pasangan bertengkar. Menurutnya, indikator terpenting adalah bagaimana pasangan memperbaiki hubungan setelah terjadi konflik.

“Yang membedakan adalah cara kalian berdamai,” katanya, seperti dilansir dari Hindustan Times, Selasa (18/11/2025).

Dalam hubungan yang sehat, konflik tidak terasa seperti akhir dari segalanya. “Rasanya seperti hari Selasa saja. Kalian keluar jalur, lalu tahu bagaimana untuk kembali,” ujarnya.

Ia menggambarkan bahwa hubungan yang sehat memungkinkan pasangan untuk saling mengakui luka tanpa saling menyalahkan. “Kamu bisa berkata ‘Aku terluka’ tanpa pasanganmu membalas dengan ‘Mungkin kamu terlalu sensitif.’ Kamu bisa marah tanpa membuat situasi menjadi tidak aman dan kalian tetap bisa berbeda pendapat tanpa menjatuhkan karakter satu sama lain.”

Bagaimana Pasangan Sehat Mengelola Konflik?

Menurut Baya, pasangan yang sehat bukanlah pasangan yang tidak pernah berkonflik, melainkan pasangan yang menerima bahwa konflik adalah hal wajar. Mereka percaya bahwa keduanya mampu kembali memperbaiki hubungan setelah perselisihan.

“Ketika konflik terjadi, kamu tidak lagi khawatir apakah kamu akan didengar, dipahami atau mendapat dukungan yang kamu butuhkan. Kamu tahu itu akan datang, butuh waktu saja,” ucapnya.

Baya menegaskan bahwa untuk mengetahui apakah hubungan kalian sehat, jangan hanya melihat saat-saat indah. Perhatikan apa yang terjadi setelah pertengkaran, kesalahan atau ketika salah satu benar-benar melukai pasangannya.

“Apakah pasangan mau kembali dan memperbaiki dengan tanggung jawab, kesediaan, dan sikap ‘Oke, tadi kacau, ayo perbaiki lagi’? Itulah tandanya. Bukan kesempurnaan, bukan performa, tetapi komitmen untuk selalu menemukan jalan kembali satu sama lain — berkali-kali,” ucapnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *