JAKARTA – Ryan Coogler mengungkapkan rencana awal film Black Panther yang akhirnya batal direalisasikan, termasuk keinginannya menghadirkan Kraven the Hunter sebagai musuh utama. Sutradara 39 tahun itu mengaku ide tersebut kandas karena hak karakter berada di tangan Sony Pictures.
Ryan Coogler mengungkapkan bahwa saat Black Panther (2018) dikembangkan, ia sempat mengusulkan agar Kraven the Hunter—musuh ikonik Spider-Man—muncul sebagai antagonis yang dihadapi T’Challa, karakter yang diperankan mendiang Chadwick Boseman. Namun, rencana tersebut tak terwujud karena Sony Pictures, pemegang hak film Spider-Man dan para villainya, menolak usulan tersebut.
Dalam penjelasannya, Coogler mengatakan bahwa sejak awal Marvel sebenarnya sudah menetapkan Erik Killmonger (Michael B Jordan) dan Ulysses Klaue (Andy Serkis) sebagai musuh utama. Ia menceritakan pengalamannya saat bergabung dalam proyek tersebut dalam podcast Happy, Sad Confused.
“Ketika saya menerima pekerjaan itu, Joe Robert Cole, yang menjadi penulis bersama saya di kedua film Black Panther, sudah bekerja dengan Marvel dan mereka sudah punya garis besar. Jadi ketika saya datang, mereka bilang, ‘Kami sudah punya villain. Villain kami adalah Klaue dan Erik Killmonger,’” ujar Coogler.
Ia menambahkan bahwa meski Klaue dan Killmonger sudah ditetapkan, sebenarnya masih ada ruang untuk perubahan. “Garis besarnya adalah Klaue dan Killmonger, tapi mereka belum sepenuhnya yakin. Klaue terasa agak fleksibel, dan tentu saja itu Andy Serkis yang luar biasa, jadi saya sangat bersemangat bekerja dengannya,” katanya.
BACA JUGA:
Film Terbaru Tom Cruise Digger Beranggaran Fantastis, Tembus Lebih dari Rp1,9 Triliun
Toni Collette dan Timothy Spall Puji Debut Sutradara Kate Winslet di Film Goodbye June
Sebagai penggemar berat Spider-Man, Coogler pun mengusulkan Kraven the Hunter. “Saya penggemar besar Spider-Man, terutama Spider-Man: The Animated Series. Kraven ada di sana. Dia juga hebat di komiknya. Saya bilang, ‘Bolehkah saya memasukkan Kraven ke film ini?’ Mereka menjawab, ‘Kami rasa tidak, tapi biar kami cek dulu.’”
Marvel kemudian menghubungi Sony Pictures untuk membicarakan kemungkinan tersebut. Namun, hasilnya tidak sesuai harapan. “Mereka menghubungi Sony dan Sony berkata, ‘Sama sekali tidak.’ Mereka kembali ke saya dan bilang, ‘Kami tidak bisa melakukannya.’ Jadi saya bilang, ‘Oke,’” ucap Coogler.
Black Panther mengisahkan T’Challa yang kembali ke Wakanda untuk merebut takhta setelah kematian ayahnya dan menjalankan perannya sebagai raja. Ketika seorang penantang kuat dari luar muncul, T’Challa harus menghadapi masa lalu bangsanya dan menentukan sosok pemimpin serta pahlawan seperti apa dirinya.
Setelah sekuel Black Panther: Wakanda Forever (2022), yang menampilkan Letitia Wright sebagai Shuri penerus mantel Black Panther usai Chadwick Boseman meninggal akibat kanker usus besar pada 2020, Coogler memastikan bahwa film ketiga tengah digarap.
Saat berbicara di panel Sinners pada acara Deadline’s Contenders Film: Los Angeles, Coogler memberikan sedikit bocoran. “Kalau bukan kamu yang bertanya, saya akan bilang, ‘Saya tidak bisa mengonfirmasi atau menyangkal.’ Tapi kami benar-benar mengerjakannya dengan serius. Itu proyek berikutnya. Ya, itu film selanjutnya,” katanya.
Tak hanya itu, Coogler juga mengonfirmasi bahwa ia sedang menulis peran khusus untuk Denzel Washington di film Black Panther ketiga. Dalam podcast 7pm in Brooklyn, ia menyampaikan kekagumannya pada aktor legendaris tersebut.
“Denzel itu sudah seperti keluarga bagi saya. Sejak hari pertama saya selalu ingin bekerja dengannya. Menurut saya, dia adalah aktor hidup terbaik dan soal apa artinya bagi budaya kita—tidak perlu diragukan lagi. Saya sudah lama membicarakan ini dengannya,” kata Coogler, seperti dilansir Female First, Sabtu (3/1/2026).

