JAKARTA – Penata rambut ternama asal Inggris, Rachel Valentine, mengingatkan bahwa kebiasaan mengikat rambut terlalu kencang — baik dalam bentuk sanggul maupun ekor kuda — dapat menyebabkan traction alopecia, yaitu kerontokan rambut akibat tarikan berulang pada kulit kepala.
“Sebagian dari kita mungkin sering melakukannya setiap hari. Saya tahu mengikat rambut cepat-cepat ke atas dengan gaya sanggul berantakan adalah cara paling praktis untuk menjauhkan rambut dari wajah, tapi sebenarnya sangat merusak dalam banyak hal,” katanya, dikutip Female First, Selasa (28/10/2025).
Gaya messy bun yang kembali viral di media sosial — varian dari gaya man bun ala David Beckham di era 2000-an — kini justru menuai peringatan dari para penata rambut profesional.
Rachel menjelaskan bahwa gaya rambut tersebut menimbulkan tarikan sangat kuat di area mahkota kepala, yang merupakan bagian paling rentan terhadap kerusakan dan penipisan rambut. Risiko ini bahkan lebih tinggi bagi mereka yang sering mewarnai rambut, karena rambut yang telah di-bleaching menjadi lebih rapuh dan mudah patah.
Pakar perawatan rambut asal AS, Abbey Yung, yang menyoroti tren ini melalui video viralnya menambahkan, “Mengikat rambut terlalu kencang, terutama gaya ekor kuda tinggi, bisa menyebabkan rambut patah dari akar. Memang jika dilakukan sesekali tidak terlalu berbahaya. Tetapi jika setiap hari, tekanan konstan pada folikel rambut dapat menyebabkan kerusakan permanen dan kebotakan jangka panjang.”
Bahkan, supermodel Kate Moss pernah dikritik karena mempopulerkan gaya rambut super ketat seperti Croydon facelift, yang membuat wajah terlihat tertarik ke belakang. Kedua ahli rambut tersebut, dalam keterangannya untuk UK Hair Transplants menyarankan agar orang lebih sering mengganti gaya rambut dan mengurangi tarikan berlebihan untuk melindungi folikel.
Mereka mengingatkan bahwa jika dibiarkan, kebiasaan mengikat rambut kencang bisa mengubah gaya trendi menjadi mimpi buruk bagi kesehatan rambut.

