Simon CowellSimon Cowell buka suara soal kematian Liam Payne, ungkap percakapan dengan orangtuanya. (Foto: Female First)

JAKARTA – Simon Cowell mengaku tidak merasa bersalah atas kematian Liam Payne. Pernyataan itu ia sampaikan setelah mendapat kritik publik terkait peran ajang pencarian bakat dalam kehidupan para pesertanya.

Simon berbicara kepada Daily Mail dan menegaskan bahwa ia tidak menanggung rasa bersalah atas tragedi yang menimpa mantan anggota One Direction tersebut, yang meninggal pada usia 31 tahun setelah terjatuh dari balkon hotel di Argentina. Ia menjelaskan bahwa orangtua Liam sendiri menegaskan bahwa musik adalah passion sang putra dan pencapaian di The X Factor merupakan momen yang paling membanggakan baginya.

Ia berkata, “Tidak merasa bersalah. Ketika saya akhirnya bertemu dengan orangtuanya beberapa bulan setelah kejadian, kami membicarakan hal itu. Ayah dan ibunya mengatakan bahwa musik adalah kecintaannya. Momen yang paling ia banggakan adalah saat lolos The X Factor untuk kedua kalinya. Fakta bahwa ia kembali mencoba menunjukkan banyak hal tentang dirinya.”

Simon menambahkan bahwa tidak ada seorang pun yang bisa memprediksi takdir seseorang. “Saya tidak merasa bersalah, karena Anda tidak bisa menebak takdir seseorang. Yang saya tahu, ia sangat bangga atas apa yang telah ia raih. Ia benar-benar ingin terkenal dan sukses. Dan saya rasa menjadi anggota band adalah hal terbaik baginya.”

BACA JUGA:

Simon Cowell Ungkap Rahasia Awet Muda: Cuci Darah untuk Lawan Penuaan

Simon Cowell Ungkap Ryan Seacrest Selalu Ingin Jadi Terkenal

Cowell juga mengenang momen saat mendengar kabar kematian Liam ketika ia sedang berada di Blackpool untuk syuting Britain’s Got Talent. “Seseorang dari tim saya masuk ke ruangan. Dari wajahnya, saya tahu ia sangat sedih. Tidak ada hal lain yang memengaruhi saya sebesar itu sejak kehilangan kedua orangtua saya. Rasanya hampir sama.”

Ia menghubungi orangtua Liam segera setelah menerima kabar tersebut. “Saya hanya ingat berkata, ‘Saya harus berbicara dengan orangtuanya.’ Syukurlah saya bisa langsung berbicara dengan mereka. Itu sangat mengerikan. Saya membayangkan berada di posisi mereka. Mereka hancur, saya juga hancur. Saya hanya berkata, ‘Kita harus saling menguatkan’.”

Simon kemudian mengaku mengambil waktu untuk menenangkan diri di tempat pribadi, jauh dari tunangannya Lauren Silverman dan putra mereka, Eric. “Saya harus pergi sendirian selama beberapa hari. Ke tempat yang tenang, seperti retret, di mana saya bisa memutuskan dari dunia. Saya bermeditasi dan memikirkan banyak hal karena saya sangat terpukul. Setelah itu, barulah saya kembali ke kehidupan seperti biasa.” Demikian seperti dilansir Female First, Minggu (7/12/2025).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *