JAKARTA – Aktor legendaris Sylvester Stallone menyebut bahwa Demolition Man adalah filmnya yang paling “awet” dan tetap relevan hingga kini. Film tersebut dinilainya masih terasa dekat dengan realitas masyarakat masa sekarang.
Dalam film fiksi ilmiah yang dirilis pada 1993 itu, Stallone berperan sebagai Detektif John Spartan. Ia digambarkan sebagai polisi yang dibangkitkan dari penjara pembekuan bernama CryoPrison pada 2032 untuk memburu musuh lamanya, Simon Phoenix (diperankan Wesley Snipes).
“Saya pikir Demolition Man adalah film yang hebat dan masih terasa relevan hingga sekarang,” katanya dalam wawancara bersama GQ, dikutip Female First, Rabu (29/10/2025).
Aktor 79 tahun itu mengatakan, film tersebut menggambarkan bagaimana masyarakat menjadi semakin lembut dan berhati-hati dalam bersikap. Menurutnya, film tersebut terasa sangat modern dan dibuat dengan sangat baik. Stallone juga memuji Wesley Snipes karena berhasil menciptakan sosok penjahat yang sangat berkesan.
“Wesley itu luar biasa — penuh energi dan petarung yang hebat. Saat kami latihan adegan perkelahian, dia benar-benar menendang keras dan saya bisa merasakannya,” ucapnya.
Menurut Stallone, Snipes tampil total dalam perannya, mulai dari gaya rambut hingga suara yang khas. “Dia benar-benar menggali karakternya. Saat itu, dia berada di puncak kariernya,” ujar bintang Rocky tersebut.
Stallone juga berterima kasih kepada tim produksi film garapan Marco Brambilla itu dan mengenang dua aksi paling berbahaya yang pernah ia lakukan selama syuting.
Ia menceritakan salah satunya saat karakter John Spartan diangkat dengan cakar logam raksasa. “Cakar itu digerakkan secara hidrolik dan kadang meleset. Kekuatan logamnya bisa benar-benar melukai,” katanya.
Aksi berbahaya lainnya terjadi saat adegan pembekuan tubuh. Stallone harus berada di dalam tabung besar berbahan kaca tebal yang diisi minyak hangat hingga hampir menutupi wajahnya.
“Kalau adegan itu berjalan lebih dari 30 detik, minyaknya bisa naik ke atas hidung saya dan saya tak bisa keluar karena penutupnya dikunci rapat,” ujarnya.
Ia mengaku sempat meminta kru mencoba memecahkan kaca setelah adegan selesai. “Mereka sudah memukul 20 kali dengan palu besar, tapi tidak bisa memecahkannya. Itu benar-benar gila,” ucapnya sambil tertawa.

