Timothee ChalametTimothee Chalamet tegaskan ambisi Oscar bukan sekadar kejar piala. (Foto: Female First)

JAKARTA – Timothee Chalamet mengaku khawatir ambisinya meraih Oscar sering disalahartikan publik. Ia menegaskan bahwa keinginannya menang penghargaan bukan semata demi kepentingan pribadi.

Aktor berusia 30 tahun ini masuk nominasi Aktor Terbaik di Academy Awards lewat film drama olahraga Marty Supreme. Ini menjadi nominasi ketiganya setelah sebelumnya masuk lewat Call Me by Your Name dan A Complete Unknown.

Dalam sesi tanya jawab di Prince Charles Cinema, London, ia ditanya oleh sutradara Richard Curtis apakah ingin memenangkan Oscar. Chalamet menjawab, “Ya, tentu. Tapi aku ingin memberi konteks, karena kadang aku merasa disalahartikan dalam ‘perjalananku’ mengejar itu. Ajang penghargaan sebenarnya mendukung promosi film. Saat kamu datang ke acara penghargaan, semua orang saling mempromosikan—dalam arti positif.”

Ia menambahkan, “Aku tidak mengatakan ini dengan niat buruk. Aku mendukung film Hamnet dan One Battle After Another sama seperti orang-orang di film itu mendukung Marty Supreme. Semua orang mengejarnya dan itu membantu membangun cerita besar industri film.”

BACA JUGA:

Natalie Portman Kritik Oscar soal Minimnya Sutradara Perempuan: Banyak Film Hebat Tak Diapresiasi

Kristen Stewart Siap Sutradarai Remake Twilight dengan Anggaran Besar

Chalamet juga menegaskan bahwa ia tidak ingin terlihat obsesif terhadap penghargaan. “Aku mungkin kurang menjelaskan sebelumnya. Aku tidak ingin orang berpikir dunia sedang dalam kondisi seperti sekarang, lalu aku tidur sambil berpikir, ‘Aku harus dapat Oscar itu.’ Aku juga hidup di dunia nyata.”

Dalam sesi yang sama, Curtis sempat bertanya soal kehidupan pribadinya, termasuk soal pernikahan. Chalamet, yang diketahui sedang menjalin hubungan dengan Kylie Jenner, menjawab santai, “Wah, itu sangat pribadi.” Saat Curtis bercanda soal datang ke pernikahannya nanti, Chalamet menanggapi, “Jangan, kamu bisa bikin aku kena masalah.”

Menutup diskusi, Chalamet bicara soal tujuan hidupnya. “Sekarang ini, aku ingin memberi dampak positif bagi orang lain. Saat masih muda, kamu butuh sosok dan cerita untuk dipercaya—yang membuatmu bermimpi. Aku teringat kutipan desainer almarhum Virgil Abloh, yang bilang dia sedang menjalani mimpi dirinya saat usia 17 tahun. Aku merasa sekarang sedang ada di posisi itu.”

Ia menambahkan, “Makanya aku mencoba menjalaninya dengan jujur. Aku tidak pura-pura rendah hati kalau memang tidak merasa begitu. Di saat yang sama, aku ingin meninggalkan sesuatu untuk orang lain yang mungkin terinspirasi. Kalau mereka punya hidup yang sulit, mereka bisa bilang, ‘Dia bisa melakukannya, aku juga mau seperti itu.’” Demikian seperti dilansir dari Female First, Senin (2/2/2026).

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *