JAKARTA – Tyra Banks akhirnya buka suara soal pengalamannya membawakan America’s Next Top Model. Ia mengakui bahwa dalam beberapa momen, dirinya memang “terlalu jauh” saat memimpin reality show tersebut.
Dalam dokumenter baru Netflix berjudul Reality Check: Inside America’s Next Top Model, Tyra Banks mengungkapkan bahwa bekerja di acara itu bisa terasa “sangat, sangat intens.”
Dalam trailer dokumenter tersebut, Tyra berkata, “Aku sebenarnya jarang bicara soal ini, tapi sekarang saatnya. Aku tahu aku sudah melangkah terlalu jauh. Semuanya sangat intens. Tapi penonton menuntut lebih, jadi kami terus mendorong batas—lebih keras, lebih jauh. Aku ingin melawan standar industri fashion.”
Dokumenter ini juga menampilkan pengakuan dari direktur kreatif acara, Jay Manuel yang mengatakan, “Aku menyadari Tyra akan melakukan apa saja demi kesuksesan acaranya.” Pernyataan ini memberi gambaran betapa besarnya tekanan dan ambisi di balik layar America’s Next Top Model.
Trailer Netflix turut mengulas momen kontroversial pada 2005 ketika Jay Manuel mengatakan kepada para kontestan, “Kami akan menukar etnis kalian.” Adegan dari siklus keempat acara tersebut menuai kecaman luas dan mendorong Tyra merilis pernyataan resmi kala itu.
Dalam pernyataannya tahun 2005, Tyra menegaskan, “Aku ingin menjelaskannya dengan sangat tegas, aku sama sekali tidak menempatkan para Top Model-ku dalam blackface. Aku perempuan kulit hitam. Aku bangga. Aku mencintai bangsaku dan memahami perjuangan yang masih terus berlangsung. Hal terakhir yang akan kulakukan adalah terlibat dalam sesuatu yang merendahkan rasaku sendiri.”
BACA JUGA:
Kate Hudson Pilih Busana Nyaman di Karpet Merah, Ungkap Evolusi Gaya Fashion Seiring Waktu
Demi Moore Ingin Membuat Banyak Orang Bangga lewat Penampilan di Karpet Merah
Ia menambahkan, “Aku minta maaf kepada siapa pun yang menonton Top Model dan merasa tersinggung, baik karena tidak memahami cerita di balik foto-foto itu atau meskipun sudah menonton seluruh episodenya dan tetap merasa tersinggung. Itu sama sekali bukan niatku. Niatku adalah menyebarkan keindahan dan meruntuhkan batasan.”
Sementara itu, produser Ken Mok dalam trailer mengatakan, “Itu adalah momen ketika aku sadar, ‘Astaga, sepertinya kami telah menciptakan sebuah monster.’” Belum jelas apa yang dimaksud Mok dengan pernyataan tersebut, namun semua jawabannya akan terungkap ketika dokumenter ini tayang di Netflix pada 16 Februari. Demikian seperti dikutip dari Female First, Selasa (27/1/2026).

