Vidya BalanVidya Balan ulang tahun ke-47, terungkap rahasia diet anti-inflamasi di balik penurunan berat badannya. (Foto: @chandrahas_prabhu)

JAKARTA – Aktris Bollywood, Vidya Balan merayakan ulang tahunnya yang ke-47 bertepatan dengan momen Tahun Baru 2026. Di tengah banjir ucapan dari penggemar, transformasi fisik Vidya kembali menjadi perhatian publik.

Vidya Balan sebelumnya pernah membagikan perjalanan penurunan berat badannya yang tidak mengikuti pola umum “makan lebih sedikit dan olahraga lebih banyak”. Ia justru menekankan pentingnya memahami respons biologis tubuh terhadap makanan tertentu, terutama yang memicu peradangan atau inflamasi.

Dalam wawancara dengan Galatta India pada Oktober 2024, peraih National Award ini menjelaskan bahwa keberhasilannya menurunkan berat badan bukan soal menghitung kalori, melainkan tentang kecocokan makanan dengan tubuhnya. Vidya mengungkapkan bahwa ia menyadari beberapa jenis makanan yang selama ini dianggap sehat justru menyebabkan peradangan dan membuat berat badannya sulit turun.

BACA JUGA:

6 Kebiasaan Detoks Harian untuk Menurunkan Risiko Kanker

Jessie J Ungkap Risiko Kanker Payudara Bisa Kembali, Cerita Jujur tentang Perjuangannya

Secara mengejutkan, ia menyebut sayuran labu botol atau lauki sebagai salah satu pemicu inflamasi dalam tubuhnya. Dengan menghilangkan makanan tersebut dari pola makannya, Vidya mengaku berhasil menurunkan berat badan yang sebelumnya terasa mustahil untuk diatasi.

“Peradangan kronis dapat menyebabkan resistensi insulin dan menghambat metabolisme. Dengan mengurangi peradangan, seseorang dapat meningkatkan fungsi metabolisme sehingga tubuh lebih mudah membakar lemak dibandingkan menyimpannya,” ujar Dr Jaiswal.

Vidya Balan
Vidya Balan ulang tahun ke-47, terungkap rahasia diet anti-inflamasi di balik penurunan berat badannya. (Foto: @chandrahas_prabhu)

Apa itu diet anti-inflamasi? Untuk mendapatkan hasil serupa seperti yang dialami Vidya Balan, Dr Jaiswal menyarankan agar fokus diet tidak lagi pada makanan olahan berlabel ‘diet’, melainkan pada asupan yang membantu menenangkan sistem tubuh dari dalam.

Beberapa komponen utama diet anti-inflamasi antara lain:

  • Asam lemak omega-3, yang terdapat pada ikan berlemak seperti salmon, kenari dan biji rami.
  • Buah kaya antioksidan, terutama jenis beri seperti blueberry dan stroberi.
  • Sayuran hijau, seperti bayam dan kale yang membantu menjaga kesehatan usus serta menstabilkan energi.
  • Serat dan kacang-kacangan, untuk melancarkan pencernaan dan mengurangi perut kembung.

Pendekatan holistik untuk kesehatan dan penuaan

Meski diet memainkan peran penting, Dr Jaiswal menegaskan bahwa penurunan berat badan sekitar 10–12 kilogram umumnya membutuhkan dukungan kebiasaan lain. Dalam kasus Vidya, kuncinya bukan hanya pada makanan, melainkan kombinasi pola makan anti-inflamasi, aktivitas fisik yang konsisten, serta pengelolaan stres.

“Makanan seperti sayuran hijau, buah beri, ikan berlemak, kacang-kacangan, dan biji-bijian memang sering dianjurkan. Namun, mencapai penurunan berat badan 10–12 kilogram hanya dengan metode ini kemungkinan besar juga melibatkan kebiasaan pendukung lain, seperti rutinitas olahraga teratur, asupan kalori yang seimbang, dan mungkin praktik pengelolaan stres, karena semua kebiasaan tersebut memengaruhi peradangan dan kesehatan metabolisme,” kata Dr Jaiswal.

Ia menambahkan, “Dampak jangka panjang biasanya terjadi ketika perubahan pola makan dikombinasikan dengan pengurangan stres dan olahraga rutin, yang keduanya semakin menurunkan peradangan dan mendukung metabolisme yang lebih kuat,” ucap sang ahli gizi, dilansir dari Hindustan Times, Rabu (1/1/2026).

Perjalanan Vidya Balan ini menunjukkan bahwa memahami kebutuhan tubuh dan mengendalikan peradangan kronis dapat menjadi kunci penting dalam menjaga berat badan ideal, serta kesehatan jangka panjang, terutama seiring bertambahnya usia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *