JAKARTA – Rencana kunjungan King Charles III ke Amerika Serikat kini berada dalam ketidakpastian. Hal ini terjadi setelah insiden penembakan dalam acara White House Correspondents’ Dinner.
Raja Charles yang berusia 77 tahun bersama Queen Camilla dijadwalkan berangkat ke Washington, D.C. pada Senin (27/5/2026) untuk kunjungan selama empat hari. Namun, rencana tersebut kini masih dalam pembahasan ulang menyusul insiden yang terjadi pada Sabtu malam.
Juru bicara kerajaan menyatakan bahwa Raja Charles terus mendapatkan informasi terbaru terkait situasi tersebut.
“Yang Mulia terus mendapat pembaruan perkembangan dan sangat lega mendengar bahwa Presiden, Ibu Negara dan seluruh tamu tidak mengalami cedera,” katanya kepada People, dilansir dari Female First, Senin (27/4/2026).
BACA JUGA:
Koleksi Memorabilia Michael Jackson Diperkirakan Tembus €1 Juta di Lelang Paris
Pihak kerajaan juga menyebutkan bahwa diskusi intensif sedang dilakukan dengan pihak Amerika Serikat untuk menentukan dampak insiden terhadap rencana kunjungan.
“Sejumlah pembahasan akan dilakukan sepanjang hari untuk menentukan sejauh mana peristiwa tersebut memengaruhi perencanaan kunjungan,” katanya.
Kunjungan ini sebelumnya diumumkan sebagai bagian dari upaya mempererat hubungan bilateral antara Inggris dan Amerika Serikat, sekaligus memperingati 250 tahun kemerdekaan Amerika.
Respons Presiden AS dan Latar Belakang Kunjungan
Meski situasi masih belum pasti, Donald Trump tetap optimistis bahwa kunjungan tersebut akan tetap berlangsung. “Dia akan datang dan kita akan bersenang-senang. Dia adalah sosok yang luar biasa dan perwakilan yang hebat,” katanya.
Trump juga menilai kunjungan ini berpotensi memperkuat hubungan antara kedua negara di tengah dinamika global yang sedang berlangsung. “Saya sudah lama mengenalnya. Dia orang yang berani dan sosok yang hebat,” ucapnya.
BACA JUGA:
Cincin Tunangan Putri Diana yang Ikonik Ternyata Pernah Langgar Tradisi Kerajaan
Sebelumnya, kunjungan ini dirancang untuk menyoroti hubungan historis dan kerja sama modern antara Inggris dan Amerika Serikat, di tengah berbagai tantangan geopolitik yang terjadi saat ini. Dengan situasi yang masih berkembang, keputusan akhir terkait kunjungan Raja Charles ke AS akan sangat bergantung pada hasil evaluasi keamanan dan koordinasi antara kedua negara.

