JAKARTA – Taylor Swift mengambil langkah resmi untuk melindungi identitasnya dari maraknya penyalahgunaan kecerdasan buatan (AI). Ia mengajukan tiga permohonan hak merek di Amerika Serikat yang mencakup suara dan penampilannya.
Langkah ini dilakukan melalui perusahaan TAS Rights Management miliknya, sebagai respons atas meningkatnya kasus peniruan identitas berbasis AI di media sosial. Dalam pengajuan tersebut, salah satu aplikasi menampilkan foto Taylor Swift saat tampil di tur Eras Tour yang memecahkan rekor.
BACA JUGA:
New Kids on the Block Rombak Konser Las Vegas, Tampil dengan Konsep Baru
Gambar tersebut menunjukkan Swift di atas panggung memegang gitar merah muda dengan tali hitam, mengenakan bodysuit warna-warni berkilau dengan sepatu bot perak. Foto tersebut sebelumnya digunakan sebagai materi promosi film konser Eras Tour di Disney+, seperti dilaporkan Variety.
Selain itu, dua pengajuan lainnya berkaitan dengan klip audio pendek yang digunakan Swift saat mempromosikan album terbarunya, The Life of a Showgirl. Klip tersebut digunakan di platform seperti Spotify dan Amazon Music.

Upaya Hadapi Penyalahgunaan AI
Langkah ini menandai peningkatan serius dalam upaya para artis besar melindungi diri dari penyalahgunaan teknologi AI. Taylor Swift sebelumnya kerap menjadi target manipulasi digital, mulai dari gambar eksplisit hasil rekayasa hingga video politik palsu yang menggambarkan dirinya mendukung Donald Trump.
BACA JUGA:
Iron Maiden Tegaskan Tak Akan Pensiun, Meski Rencana Rehat Setelah Tur Dunia
Jika pengajuan ini disetujui, Swift akan memiliki dasar hukum yang lebih kuat untuk melawan penggunaan suara dan citranya tanpa izin. Langkah ini juga mengikuti jejak Matthew McConaughey, yang sebelumnya menjadi salah satu selebritas pertama yang menggunakan hukum hak merek untuk melindungi suara dan identitasnya dari manipulasi AI.
Dengan langkah ini, Taylor Swift menunjukkan bagaimana artis mulai beradaptasi dengan tantangan baru di era digital. Hal ini terutama penting dalam melindungi identitas pribadi dari teknologi yang semakin canggih. Demikian dikutip dari Female First, Rabu (29/4/2026).

