JAKARTA – Jaafar Jackson menunjukkan dedikasi luar biasa saat memerankan pamannya, Michael Jackson, dalam film biopik Michael. Ia bahkan terus berlatih hingga kakinya berdarah demi mencapai kesempurnaan.
Aktor berusia 29 tahun itu awalnya sempat ragu untuk terjun ke dunia akting. Namun, ia akhirnya terpilih memerankan sang legenda setelah melalui proses audisi yang intens.
Sutradara Antoine Fuqua mengungkapkan bahwa Jaafar berhasil meyakinkannya lewat pendekatan yang sangat mendalam terhadap karakter. “Ketika saya melihat fotonya, saya sangat terkesan. Tapi itu hanya foto,” ucapnya, dikutip Celebdaily.id dari Female First, Selasa (28/4/2026).
Fuqua kemudian melakukan tes kamera dan tata rias, di mana Jaafar menunjukkan potensi besarnya, meski awalnya belum yakin ingin menjadi aktor.
“Saya menghabiskan waktu bersamanya dan dia belum yakin ingin menjadi aktor. Tapi saya tahu, kalau dia melakukannya, dia akan total,” ucapnya.
BACA JUGA:
Anne Hathaway Tegaskan Tak Ada Model Dipecat di The Devil Wears Prada 2
Momen penting terjadi saat Fuqua menguji Jaafar secara spontan. “Saya tiba-tiba mengajukan pertanyaan seolah dia adalah Michael. Ruangan langsung hening, hampir terasa spiritual. Dia menjawab seperti Michael,” ucapnya.
Menurut Fuqua, momen itu membuatnya yakin bahwa Jaafar adalah pilihan yang tepat. “Saya ingin melihat apakah dia bisa tetap berada dalam karakter. Dan dia melakukannya,” katanya.
Dedikasi Total hingga Kaki Berdarah
Untuk mempersiapkan peran tersebut, Jaafar menjalani latihan intensif, bahkan mengubah ruang latihannya menjadi penuh referensi tentang Michael Jackson.
“Dindingnya penuh dengan gambar dan catatan tentang Michael, seperti dalam film A Beautiful Mind,” katanya.
Proses syuting dimulai dengan adegan besar yang melibatkan ribuan figuran, yang menjadi tantangan besar bagi Jaafar. “Kami langsung memulai dengan adegan besar di Sony lot dengan 1.000 figuran. Dan dia benar-benar membuat saya kagum,” ucapnya.
BACA JUGA:
The Princess Diaries 3 Segera Digarap, Anne Hathaway Siap Kembali ke Genovia
Fuqua juga mengungkap betapa totalnya dedikasi Jaafar dalam berlatih. “Saya melihat dia mengulang gerakan tarian dan akting berkali-kali, sampai kakinya berdarah,” ujarnya.
Penampilan Jaafar yang kuat bahkan membuat banyak kru terharu. “Setengah kru menangis melihat penampilannya,” ucapnya.
Kisah ini menunjukkan betapa besar komitmen Jaafar Jackson dalam menghidupkan kembali sosok Michael Jackson. Hal ini juga menegaskan keseriusannya dalam menjalani peran besar tersebut.

