JAKARTA – David Frankel mengaku tidak pernah membayangkan sekuel The Devil Wears Prada 2 akan dibuat. Meski film pertamanya sukses besar, ia merasa sulit menemukan cara menghadirkan kembali karakter-karakter ikoniknya.
Sutradara berusia 67 tahun itu kembali mengarahkan sekuel film fashion legendaris tersebut yang menghadirkan kembali Meryl Streep, Anne Hathaway, Emily Blunt dan Stanley Tucci. Frankel mengungkapkan bahwa sejak awal memang ada pembicaraan tentang sekuel setelah film pertama sukses.
“Kami menyukai karakter dan para aktornya, tapi kami benar-benar tidak punya imajinasi untuk memikirkan bagaimana mereka bisa kembali bersama dengan cara yang tepat,” katanya, dikutip Celebdaily.id dari Female First, Jumat (1/5/2026).
Ia menilai bahwa menghadirkan kembali dinamika lama terasa sulit dan berisiko menjadi repetitif. “Apa yang akan dipelajari Miranda jika hanya kembali bersikap keras pada Andy seperti dulu?”
BACA JUGA:
Sekuel Film Michael Jackson Segera Diproduksi, Proses Syuting Berpotensi Dimulai Tahun Ini
Tim produksi juga sempat khawatir sekuel ini tidak akan mampu menyamai kesuksesan film pertama. “Banyak hal harus berjalan sempurna. Rasanya seperti membuat hole in one—sangat sulit terulang,” ucapnya.
Perbedaan Produksi Dulu dan Sekarang
Frankel juga mengenang proses produksi film pertama yang penuh tantangan. “Syutingnya sangat sulit. Jam kerja panjang, banyak masalah pribadi, dan kami merasa gagal dalam banyak hal,” katanya.
Namun, ia menyebut pengalaman syuting sekuel kali ini jauh lebih menyenangkan. “Semua terasa menyenangkan setiap saat. Empat bintang besar bekerja dengan chemistry yang sudah matang selama 20 tahun,” ucapnya.
BACA JUGA:
Amanda Seyfried Akui Langsung Terima Proyek Lin-Manuel Miranda Tanpa Tahu Ceritanya
Meski begitu, Frankel tetap merasa tegang menunggu respons penonton. “Di dunia film, tidak ada yang benar-benar pasti. Semua bisa saja berhasil atau tidak,” katanya.
Kehadiran The Devil Wears Prada 2 menjadi bukti bahwa proyek yang dulu terasa mustahil kini bisa terwujud. Meski demikian, film ini tetap dibayangi ekspektasi tinggi dari publik.

