JAKARTA – Desainer sekaligus mantan personel Spice Girls, Victoria Beckham, mengungkapkan rencana besar untuk mengembangkan brand fashion miliknya. Setelah sempat mengalami masalah keuangan selama bertahun-tahun, bisnis fashion yang dibangun sejak 2008 itu kini mulai kembali stabil dan siap memasuki fase pertumbuhan baru.
Dalam wawancara bersama Financial Times, Victoria mengaku belum menutup kemungkinan untuk menjual perusahaannya suatu hari nanti. Namun untuk saat ini, ia lebih fokus memperluas bisnisnya di Amerika Serikat.
“Saya tidak pernah mengatakan tidak mungkin dan saya suka melihat berbagai peluang. Tetapi saat ini, saya sedang fokus pada pertumbuhan bisnis, meski saya tetap tidak akan pernah berkata tidak,” kata Victoria, dikutip Celebdaily.id dari Female First, Rabu (20/5/2026).
Pemilik label Victoria Beckham itu kemudian mengungkapkan bahwa dirinya akan membuka toko baru di New York dan Miami. Victoria menyebut langkah tersebut menjadi bagian penting dalam pengembangan bisnisnya setelah selama ini lebih banyak mengandalkan penjualan online.
“Saya sangat bersemangat, ini kabar terbaru, toko saya di London menunjukkan bahwa ada minat besar, jadi kami akan segera membuka toko di New York dan Miami,” katanya.
BACA JUGA:
Desainer Kostum The Devil Wears Prada 2 Ungkap Rahasia Fashion Ikonik di Film
Victoria menjelaskan bahwa dirinya ingin memberikan pengalaman langsung kepada pelanggan saat datang ke toko fisik miliknya. “Selama ini saya banyak bergantung pada penjualan online, tetapi saya ingin bisa mengontrol pengalaman pelanggan sejak mereka masuk ke dalam toko,” ujarnya.

Victoria Beckham Ingin Bangun Brand Fashion Warisan Jangka Panjang
Selain membuka toko baru, Victoria Beckham juga berencana memperluas lini bisnisnya ke kategori lain. Sebelumnya, ia sudah meluncurkan produk makeup, skincare, dan parfum untuk melengkapi lini pakaian, serta aksesori dari brand miliknya.
“Langkah berikutnya adalah ekspansi retail dan kita akan melihat ke mana arah bisnis ini selanjutnya,” katanya.
Ia juga mengaku merasa beruntung karena kini memiliki kesempatan membangun brand fashion jangka panjang yang lebih besar.
“Saya sangat beruntung. Saya sedang membangun brand warisan. Masih ada beberapa kategori yang belum saya masuki, jadi kami melihat peluang besar dan kami sudah menghabiskan waktu lama untuk memperbaiki bisnis ini, sekarang waktunya bertumbuh. Saya ingin membangun sebuah rumah mode,” katanya.
Sebelumnya, Victoria juga pernah berbicara mengenai sulitnya membangun reputasi di industri fashion setelah dikenal sebagai penyanyi pop. Ia mengaku sempat dipandang hanya sebagai selebritas yang mencoba berbisnis fashion.
Dalam wawancara bersama The Times, Victoria mengatakan, “Orang-orang menganggap saya hanya brand milik selebritas.”
BACA JUGA:
Finn Wolfhard Ungkap Perjalanan Gaya Fashionnya, dari Stranger Things hingga Met Gala
Namun menurut Victoria, dirinya benar-benar ingin mempelajari dunia fashion secara serius, bukan sekadar mencari keuntungan cepat. “Perbedaannya adalah saya benar-benar ingin mempelajari industri ini, bukan hanya mengeluarkan sesuatu yang mungkin menghasilkan uang,” katanya.
Victoria juga mengaku perjalanan bisnisnya tidak selalu mudah dan penuh tantangan. “Saya belum pernah terlalu banyak berbicara tentang perjuangan yang dialami bisnis ini,” katanya.
“Kita semua sudah melihat berbagai pemberitaan, tetapi ini pertama kalinya saya banyak berbicara tentang perjalanan bisnis ini dan bagaimana semuanya tidak selalu berjalan mudah.”

Victoria Beckham Bangga Skincare Brand-nya Mulai Diakui
Dalam wawancara tersebut, Victoria Beckham juga membahas perkembangan lini skincare miliknya. Ia mengaku sangat bangga karena brand kecantikannya kini mulai dianggap serius di industri beauty.
“Kesuksesannya benar-benar luar biasa dan itu menjadi salah satu hal yang paling saya banggakan,” katanya.
BACA JUGA:
Dwayne Johnson Percaya Rok Bisa Dipakai Pria Maskulin, Tampil Unik di Met Gala 2026
Ia menambahkan bahwa membangun kredibilitas di industri skincare jauh lebih sulit dibanding fashion.
“Untuk sebuah brand fashion agar dianggap serius dan punya kredibilitas di dunia kecantikan itu sulit, tetapi untuk bisa dianggap serius di dunia skincare, itu bahkan jauh lebih sulit lagi,” ucapnya.

