JAKARTA – The Devil Wears Prada 2 kembali mencuri perhatian lewat deretan fashion ikonik yang tampil di layar. Desainer kostum Molly Rogers mengungkapkan bahwa tren terbesar dari film ini justru akan ditentukan oleh penonton.
Molly Rogers, yang sebelumnya bekerja bersama Patricia Field di film pertama tahun 2006, kini memegang peran penting dalam sekuel terbaru tersebut. Dalam wawancara dengan People, Molly menjelaskan bahwa tim kostum sebenarnya tidak pernah tahu outfit mana yang akan menjadi viral atau diingat penonton.
“Saya rasa penontonlah yang menentukan fashion mana yang akan mereka sukai,” katanya, dikutip Celebdaily.id dari Female First, Kamis (7/5/2026).
Ia kemudian mengenang sweater biru cerulean ikonik dari film pertama yang ternyata awalnya hanya ditulis sebagai “sweater biru” dalam naskah. “Di naskah awal, warnanya bukan cerulean, hanya biru,” ujarnya.
BACA JUGA:
Finn Wolfhard Ungkap Perjalanan Gaya Fashionnya, dari Stranger Things hingga Met Gala
Menurut Molly, tim hanya meminta seseorang mencari beberapa sweater biru untuk proses fitting, sebelum akhirnya item tersebut menjadi salah satu simbol paling terkenal dari film pertama. “Sekarang hampir semua orang yang saya kenal bisa mengutip adegan itu,” katanya.
Tantangan Membentuk Gaya Andy Sachs
Film ini kembali menghadirkan Anne Hathaway sebagai Andy Sachs, bersama Meryl Streep, Emily Blunt dan Stanley Tucci. Molly mengaku membangun wardrobe baru untuk karakter Andy bukan hal mudah karena karakternya kini lebih kompleks.
“Dia seorang reporter, perempuan cerdas dan warga New York,” katanya.
Ia juga membayangkan Andy sebagai sosok yang memilih fashion dengan cermat, termasuk menggunakan jaket vintage Giorgio Armani yang bisa dipakai bertahun-tahun. Selain itu, Molly sengaja membuat perubahan outfit Andy terasa sebagai bagian dari perkembangan karakternya.
“Kami ingin terlihat jelas kapan Andy mulai masuk ke dunia fashion,” katanya.
BACA JUGA:
Dwayne Johnson Percaya Rok Bisa Dipakai Pria Maskulin, Tampil Unik di Met Gala 2026
Salah satu momen penting dalam film ketika Nigel membantu mendandani Andy untuk sebuah acara di Hamptons, mirip dengan transformasi fashion ikonik Andy di film pertama. “Itu seperti momen ketika dia benar-benar masuk ke dunia fashion,” katanya.
Kehadiran fashion dalam The Devil Wears Prada 2 kembali membuktikan bahwa kostum bukan sekadar pelengkap visual. Fashion juga menjadi bagian penting dalam membangun karakter dan memperkuat cerita film.

