Paul McCartneyPaul McCartney ingin dunia mendengar cover The Beatles versi Prince. (Foto: Female First)

JAKARTA – Musisi legendaris Paul McCartney berharap pihak pengelola warisan mendiang Prince bersedia merilis versi cover lagu The Long and Winding Road yang belum pernah diperdengarkan kepada publik. Paul mengaku terkejut saat mengetahui Prince ternyata pernah merekam ulang lagu klasik milik The Beatles tersebut dengan aransemen yang berbeda.

Musisi berusia 83 tahun itu mengungkapkan bahwa dirinya baru mengetahui keberadaan rekaman tersebut setelah kematian Prince pada 2016. Rekaman itu diperkenalkan kepadanya oleh seseorang yang diyakininya merupakan fotografer Prince.

Dalam wawancara bersama Vernon Kay di acara BBC Radio 2 Tracks Of My Years, Paul mengatakan, “Saya akan meminta izin kepada pihak yang mengelola warisan Prince. Saya rasa saya bisa menjadikannya sesuatu yang sangat bagus.”

Paul kemudian menjelaskan bahwa versi yang direkam Prince memiliki nuansa musik yang lebih rock dibanding versi aslinya. “Versinya cukup bernuansa rock. Dia memainkan gitar dengan sangat bagus di lagu itu,” katanya.

Menurut Paul, awalnya seseorang bertanya kepadanya apakah ia pernah mendengar Prince membawakan lagu The Long and Winding Road. Ia mengenang, “Dia bertanya kepada saya, ‘Apakah kamu pernah mendengar Prince menyanyikan The Long and Winding Road?’”

Paul pun mengaku terkejut karena sebelumnya tidak pernah mengetahui rekaman tersebut ada. Ia menjawab saat itu, “Belum. Itu salah satu lagu saya. Saya rasa dia tidak pernah membawakannya.”

Namun tak lama kemudian, rekaman tersebut dikirimkan kepadanya. Paul mengatakan, “Lalu dia mengirimkannya kepada saya dan hasilnya benar-benar luar biasa.”

Album Baru Paul McCartney Sarat Kenangan Masa Kecil

Dalam kesempatan yang sama, Paul McCartney juga mempromosikan album terbarunya, The Boys of Dungeon Lane. Judul album tersebut terinspirasi dari sebuah kawasan di dekat Sungai Mersey, Liverpool, tempat Paul menghabiskan sebagian besar masa kecilnya sebelum menjadi bintang dunia.

Menurut Paul, album tersebut sangat kental dengan unsur nostalgia dan kenangan masa lalu. Ia mengatakan, “Mungkin sekitar setengah isi album ini dipenuhi nuansa nostalgia. Saya memikirkan berbagai kenangan dan tempat-tempat yang masih saya ingat.”

Paul mengaku menikmati proses mengenang masa lalu karena membuatnya merasa dekat kembali dengan orang-orang yang pernah hadir dalam hidupnya. “Saya menyukainya karena membawa saya kembali ke masa itu dan membuat saya seperti bersama mereka lagi,” katanya.

Paul juga mengenang masa kecilnya di Liverpool yang menurutnya dipenuhi kasih sayang keluarga. “Saya tumbuh dalam keluarga yang sangat penuh kasih di Liverpool. Saya sangat beruntung memiliki paman, bibi dan sepupu yang luar biasa,” ucapnya.

Karena terbiasa dengan lingkungan keluarga yang hangat, Paul sempat mengira semua orang memiliki pengalaman yang sama. Namun pandangannya berubah ketika mengenal rekan satu bandnya, John Lennon.

“Saat saya berbicara dengan John, saya mengetahui ayahnya meninggalkan rumah ketika ia baru berusia tiga tahun,” ucapnya.

Paul juga menyebut pengalaman serupa dialami oleh rekan band lainnya, Ringo Starr. Ia mengatakan, “Ringo juga memiliki kisah yang hampir sama.”

Dari situ, Paul semakin menyadari betapa beruntungnya dirinya memiliki masa kecil yang bahagia. “Saat itulah saya menyadari betapa beruntungnya saya mendapatkan masa kecil yang luar biasa,” katanya, dikutip Celebdaily.id dari Female First, Sabtu (30/5/2026).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *