Sarah Jessica ParkerSarah Jessica Parker rela pakai kostum apa saja demi Carrie Bradshaw. (Foto: Female First)

JAKARTA – Aktris Sarah Jessica Parker mengaku dirinya bersedia mengenakan kostum apa pun yang dipilih tim desainer untuk karakter Carrie Bradshaw dalam serial Sex and the City. Baginya, tidak ada batasan dalam bereksperimen dengan gaya busana, meski beberapa kostum yang ditawarkan terbilang sangat nyeleneh.

Sarah Jessica Parker memerankan Carrie Bradshaw selama enam musim serial tersebut yang tayang dari 1998 hingga 2004. Karakter Carrie dikenal luas berkat gaya fashion-nya yang unik, berani, dan sering kali tidak biasa.

Dalam wawancara dengan People, Sarah mengenang proses fitting kostum bersama desainer kostum utama Patricia Field dan Molly Rogers yang sering berlangsung hingga dini hari.

“Sering kali jam menunjukkan pukul dua, tiga, bahkan empat pagi. Kami baru saja selesai syuting dan saya masih menjalani sesi fitting dengan berbagai kostum yang benar-benar luar biasa anehnya,” katanya, dikutip Celebdaily.id dari Female First, Sabtu (30/5/2026).

Sarah mengungkapkan bahwa berbagai momen tersebut bahkan terdokumentasi dalam foto-foto Polaroid. “Ada foto-foto Polaroid. Semua itu terdokumentasi. Saya akan mengenakan apa pun yang mereka berikan karena kita tidak pernah tahu hasil akhirnya akan seperti apa,” katanya.

Kostum Ikonik Carrie Bradshaw Lahir dari Eksperimen Fashion

Beberapa penampilan Carrie Bradshaw yang paling ikonik lahir dari proses kreatif tersebut. Salah satunya adalah rok tutu putih yang dikenakan Carrie dalam opening credits serial, serta aksesori kepala berbentuk burung yang dipakainya menjelang pernikahan dengan karakter Mr. Big yang diperankan Chris Noth.

Sarah mengenang sesi fitting larut malam itu sebagai pengalaman yang sangat menyenangkan. Ia mengatakan, “Semuanya terasa sangat konyol, tetapi juga sangat menyenangkan.”

Ia menambahkan bahwa saat itu tidak ada satu pun anggota tim yang harus terburu-buru pulang karena urusan keluarga. “Tidak ada satu pun dari kami yang memiliki anak atau alasan untuk buru-buru pulang ke rumah,” ujarnya.

Ia juga menegaskan kesediaannya untuk terus mengikuti ide-ide kreatif Molly Rogers. Sarah mengatakan, “Saya pasti akan mengenakan apa pun yang diberikan Molly Rogers kepada saya.”

Molly Rogers Rela Berburu Kostum hingga ke Loteng Rumah Warga

Sarah juga memuji dedikasi Molly Rogers dalam mencari kostum unik untuk para karakter Sex and the City. Menurutnya, Molly sering melakukan perjalanan ke berbagai daerah demi menemukan busana yang tidak biasa dan memiliki karakter kuat.

“Dia sering berkata, ‘Ada seorang perempuan yang saya temui di Albany.’ Dan itu benar-benar terjadi,” ucap Sarah.

Menurut Sarah, Molly bahkan rela mendatangi rumah-rumah warga dan mencari koleksi pakaian lama yang tersimpan di loteng. “Dia masuk ke rumah-rumah orang dan mencari berbagai barang di loteng di Albany, Georgia, atau bahkan daerah pinggiran London,” katanya.

Meski bangga dengan banyak kostum yang akhirnya tampil di layar, Molly Rogers mengaku masih banyak koleksi favoritnya yang tidak pernah masuk ke dalam serial. Desainer yang baru-baru ini juga mengerjakan film The Devil Wears Prada 2 itu mengatakan, “Sungguh luar biasa. Beberapa kostum favorit saya justru tidak pernah masuk ke serial tersebut.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *