JAKARTA – Band alternative rock asal Bekasi, Manipol, akhirnya merilis EP perdana bertajuk Maximize The Minimum. Mini album ini menjadi simbol perjuangan mereka untuk terus berkarya meski harus menghadapi berbagai keterbatasan dalam proses kreatif.
Manipol yang digawangi Martin (vokal, gitar), Denny (bass), dan Agung (gitar, backing vokal) telah menempuh perjalanan bermusik selama delapan tahun. Pada 2024, mereka bergabung dengan Heavy Rain Records, label independen yang juga menaungi The Rain dan Private Number.
Bersamaan dengan bergabungnya ke label tersebut, band yang sebelumnya bernama Mexican Seafood itu sepakat berganti nama menjadi Manipol. Nama tersebut dipilih karena terdengar unik dan mudah diingat.
“Nama Manipol sendiri tercetus begitu aja. Diambil dari spare part motor yang namanya ‘manifold’. Sebenarnya enggak ada arti apa-apa, cuma gue merasa nama itu cukup catchy dan setau gue ‘manifold’ itu adalah salah satu komponen penting dalam mesin kendaraan bermotor,” kata Martin dalam siaran pers yang diterima Celebdaily.id, Rabu (8/7/2026).
Sebelumnya, Manipol telah merilis tiga single, yakni “Alasan Kosong”, “Agitasi”, dan “Hukum Alam”. Ketiga lagu tersebut kini menjadi bagian dari EP Maximize The Minimum bersama tiga lagu baru.
Cerita Perjuangan di Balik Maximize The Minimum
Bagi Manipol, EP ini bukan sekadar kumpulan lagu. Karya tersebut menjadi bukti bahwa keterbatasan bukan alasan untuk berhenti bermimpi.
“Ini tentang memaksimalkan segala bentuk kekurangan. EP ini sebenarnya menceritakan apa yang kita alami bersama dalam bermusik dari segala kekurangan, keterbatasan dan waktu. Tapi kita yakin bisa melewati bersama dan menciptakan karya apa pun caranya. Agar semua karya kami ini bisa rampung menjadi sebuah mini album. Intinya kami memaksimalkan segala keminimalisan,” ujar Martin, sang vokalis yang juga menulis seluruh lagu dalam EP tersebut.
Denny menambahkan bahwa semangat untuk terus berjuang menjadi pegangan utama mereka selama menjalani proses tersebut.
“Bagi kami enggak ada yang nggak mungkin, tetap yakin dan berjuang bareng. Intinya selagi masih bersenang-senang di musik, gas terus ajah,” katanya.

Perjalanan menuju EP ini tidak selalu berjalan mulus. Setelah merilis single “Hukum Alam” pada 2025, Manipol sempat mengalami kebuntuan dalam berkarya hingga memutuskan beristirahat sejenak. Namun, mereka kembali mengingat tekad untuk merilis sebuah mini album. Keinginan itu akhirnya membangkitkan semangat ketiganya untuk menyelesaikan materi yang sempat tertunda.
“Sebelumnya Manipol sudah merampungkan enam materi recording, hanya saja belum di mixing dan mastering. Biasalah karena keterbatasan dana dan waktu. Lalu kami bertiga kumpul bareng untuk menentukan materi mana saja yang cocok untuk dimasukan kedalam EP tersebut,” kata Agung.
Enam Lagu dengan Cerita Berbeda
EP Maximize The Minimum berisi enam lagu, yakni “Alasan Kosong”, “Agitasi”, “Hukum Alam”, “Cara Dia”, “Mati Aja Lo”, dan “Terbuai Ekspektasi”. Masing-masing lagu mengangkat tema yang berbeda, mulai dari keterpurukan, kemarahan terhadap realitas, kritik sosial, hingga harapan yang tidak sesuai kenyataan.
Salah satu lagu yang menjadi sorotan adalah “Mati Aja Lo” yang menghadirkan kolaborasi bersama Ipul Bahri, bassist The Rain. Lagu tersebut mengajak pendengar untuk tetap percaya pada kekuatan diri sendiri meski menghadapi berbagai kesulitan hidup.
Sementara itu, “Cara Dia” mengangkat kritik terhadap keserakahan para pemegang kekuasaan yang kerap menindas rakyat kecil. Adapun “Terbuai Ekspektasi” mengingatkan pendengar agar tidak menggantungkan harapan terlalu tinggi agar tidak mudah kecewa ketika kenyataan tidak sesuai dengan ekspektasi.
Melalui keseluruhan lagu dalam EP ini, Manipol tetap mempertahankan karakter alternative rock yang kuat dengan pengaruh musik rock era 1990-an. Permainan gitar yang kasar, dentuman drum yang enerjik, dan lirik yang lugas menjadi identitas yang terus mereka jaga.
“Sebuah kebanggaan akhirnya kami bisa menyelesaikan mini album ini, walau dalam pengerjaannya penuh keterbatasan, tapi kami berharap karya-karya Manipol akan selalu punya tempat di hati dan kuping pendengar musik Indonesia,” kata Martin.
EP Maximize The Minimum kini telah tersedia di seluruh platform musik digital. Seluruh lagu dalam mini album tersebut juga dapat disaksikan melalui kanal YouTube resmi Manipol.

