JAKARTA – El Putra Sarira memperkenalkan single perdananya, “Memoria”, yang mengangkat cerita tentang kenangan dan orang-orang yang pernah memiliki tempat penting dalam hidup. Meski berangkat dari kisah percintaan, lagu ini juga berbicara tentang hubungan, pertemanan, dan fase kehidupan yang boleh berakhir tanpa harus menghapus kenangan indah di dalamnya.
Bagi El, “Memoria” menjadi langkah awal dalam perjalanan musiknya. Lagu ini lahir dari workshop pertamanya bersama Petra Sihombing, Mohammed Kamga, dan Iqbal Siregar.
Proses penciptaan “Memoria” berlangsung relatif singkat. Dalam waktu sekitar satu hingga dua jam, ide yang dibawa ke dalam workshop berkembang menjadi sebuah lagu yang kemudian diproduksi lebih lanjut.
Meski proses awalnya berlangsung cepat, “Memoria” tidak langsung menemukan bentuk akhirnya. Salah satu bagian yang mengalami beberapa kali perubahan adalah refrain, yang menurut El sempat dibuat dalam tiga hingga empat versi sebelum menemukan bentuk yang dianggap paling tepat.
El juga terlibat dalam penulisan lirik dan proses kreatif lagu tersebut. “Memoria” kemudian berkembang menjadi cerita yang lebih luas tentang memori dan apa yang tersisa ketika sebuah hubungan atau fase dalam hidup telah selesai.
Semangat itu tergambar dalam salah satu potongan lirik “Memoria”, “Jangan sedih bila berakhir, tapi senang ini pernah terjadi.” Karena itu, El tidak ingin lagu tersebut hanya menjadi lagu sedih tentang kehilangan, tetapi juga membawa perasaan hangat tentang berdamai dengan sesuatu yang telah selesai.
@monolognada Jadi Ruang Cerita El Putra Sarira
Perjalanan “Memoria” kemudian berkembang melalui akun Instagram @monolognada yang menjadi ruang bagi El untuk bermonolog sekaligus bercerita tentang perjalanan dan proses bermusiknya. Melalui ruang tersebut, El ingin membawa publik lebih dekat dengan cerita dan karakter yang hadir di balik musiknya.
Konsep @monolognada juga menjadi cara bagi El untuk membedakan dirinya sebagai pribadi dengan karakter-karakter dalam cerita, salah satunya Rama yang menjadi bagian dari dunia “Memoria”. Melalui sudut pandang Rama, pendengar diajak melihat bagaimana seseorang berhadapan dengan berbagai kenangan indah yang dimilikinya.
Dunia @monolognada kemudian terhubung dengan musik video “Memoria” yang menghadirkan karakter Rama dan Yara. Ide awal cerita tersebut datang dari El dan kemudian dikembangkan lebih lanjut bersama sutradara Dian Tamara.
Proses kreatif musik video “Memoria” melalui banyak diskusi untuk menemukan cara yang tepat dalam merepresentasikan lagu secara visual. Salah satu lokasi yang menjadi bagian dari perjalanan Rama adalah Batukaras dengan lanskap tebing dan laut yang turut membangun suasana cerita.
Elemen bunga dan laut juga hadir sebagai bagian dari simbol visual dalam perjalanan Rama ketika ia kembali ke Batukaras dan berhadapan dengan berbagai memori yang dimilikinya.
“Memoria” Ajak Pendengar Mengingat Momen Berarti
Cerita “Memoria” kembali pada pertanyaan tentang apa yang tersisa ketika seseorang telah pergi dan sebuah hubungan telah selesai. Bagi El, jawabannya tidak harus selalu berupa kesedihan karena ia ingin mengajak pendengar melihat kembali hal-hal yang pernah membuat mereka bahagia.
“Harapan aku, ‘Memoria’ bisa diterima dengan baik dan dinikmati dengan hati yang baik oleh semua yang mendengarkan, termasuk supporter-supporter-ku. Semoga lagu ini juga bisa menjadi ruang bagi siapapun untuk mengingat kembali seseorang, sebuah tempat, atau sebuah momen yang berarti dalam hidup mereka. Dan pastinya, semoga setelah ini mereka bisa terus menunggu karya-karyaku selanjutnya,” ucap El kepada Celebdaily.id, Rabu (30/9/2026).
Single perdana El Putra Sarira, “Memoria”, resmi dirilis pada 24 September 2026 dan dapat didengarkan di berbagai platform digital streaming. Musik video “Memoria” juga dapat disaksikan melalui kanal YouTube Trinity Optima Production.
Mengenal El Putra Sarira
El Putra Sarira lahir di Manokwari pada 30 Desember 2003 dan merupakan anak kedua dari tiga bersaudara. Kecintaannya terhadap musik telah tumbuh sejak usia empat tahun.
Saat duduk di bangku SMA, El kerap membuat cover lagu dan terus mengembangkan ketertarikannya pada dunia tarik suara. Meski tidak menempuh pendidikan vokal secara formal, kecintaannya pada bernyanyi dan menulis membawanya untuk memilih musik sebagai bagian dari perjalanan kariernya.
El juga dikenal melalui perannya sebagai Rangga dalam film Rangga & Cinta. Dalam film tersebut, El turut membawakan dua lagu, yaitu “Suara Hati Seorang Kekasih” dan “Tentang Seseorang”. Melalui “Memoria”, El kini memulai langkah berikutnya dengan memperkenalkan perjalanan musiknya sebagai seorang penyanyi dan musisi.

