JAKARTA – Aktor Tom Holland akhirnya bertemu dengan sejarawan sekaligus penulis Tom Holland, sosok yang memiliki nama persis dengannya. Pertemuan keduanya berlangsung penuh canda, bahkan bintang Spider-Man itu sempat meminta maaf atas kebingungan yang selama ini muncul akibat nama mereka yang sama.
Tom Holland yang berusia 30 tahun menjadi bintang tamu dalam episode spesial podcast The Rest is History milik sang sejarawan. Keduanya sempat berdebat dengan santai mengenai siapa yang sebenarnya layak disebut sebagai “Tom Holland yang asli.”
Suasana semakin mengundang tawa ketika keduanya kebingungan menentukan siapa yang berhak duduk di kursi bertuliskan nama Tom Holland. Sang pembawa acara kemudian memperkenalkan aktor tersebut sebagai “Tom Holland yang asli.”
Namun, pemeran Telemachus dalam film The Odyssey itu langsung menyela. “Bukan Tom Holland yang asli. Tom Holland yang satunya lagi,” katanya, dikutip Celebdaily.id dari Female First, Senin (13/7/2026).
Sejarawan Tom Holland yang kini berusia 58 tahun kemudian menanggapinya dengan nada bercanda. “Saya tahu posisi saya. Kalau saya tipe orang yang sering mencari nama saya sendiri di Google, Anda sudah menghancurkan kemampuan saya untuk melakukan itu,” katanya.
Mendengar candaan tersebut, Tom Holland langsung meminta maaf. Namun, sang sejarawan justru menenangkannya. “Yah, saya memang tidak pernah mencari nama saya sendiri di Google, jadi tidak masalah,” ucapnya.
Bicara tentang The Odyssey
Selain berbincang soal nama mereka yang sama, keduanya juga membahas film terbaru karya Christopher Nolan, The Odyssey. Dalam film tersebut, Tom Holland memerankan Telemachus, putra Odysseus yang diperankan Matt Damon dan Penelope yang dimainkan Anne Hathaway.
Tom memuji kemampuan Christopher Nolan dalam mengadaptasi kisah klasik Yunani yang sangat kompleks menjadi sebuah film berdurasi sekitar dua jam.
“Bagi siapa pun yang mengenal The Odyssey, mengubahnya menjadi sebuah film terasa seperti harus membuat lima film karena kisahnya sangat luas,” katanya.
“Tetapi kemampuan Chris menceritakan kisah itu hanya dalam 130 halaman naskah, sambil tetap mempertahankan hati dan jiwa yang membuat cerita ini begitu menarik, emosional dan masih relevan hingga sekarang, menurut saya adalah sebuah pencapaian luar biasa,” ucapnya.
Tom juga menjelaskan bagaimana ia memandang struktur cerita dalam film tersebut. “Cara saya melihat film ini adalah Telemachus dan Penelope mewakili sisi nyata dari cerita, sedangkan kisah Odysseus—bagian yang dimainkan Matt—mewakili mitos dan perjalanan cerita yang telah diwariskan dari generasi ke generasi.”
“Yang saya sukai dari pilihan kreatif Chris di bagian itu adalah ia mendorong batas antara apa yang dianggap akurat secara sejarah dan apa yang menjadi mitos, karena memang itulah esensi dari kisah tersebut.”
Sebelumnya, kedua Tom Holland sama-sama menghadiri pemutaran perdana The Odyssey di London awal bulan ini, tetapi belum sempat bertemu. Setelah menyaksikan film tersebut, sang sejarawan membagikan ulasannya di media sosial X.
“Ini adalah adaptasi sinematik terbaik dari mitologi Yunani yang pernah saya tonton,” tulisnya.
“Film ini menghormati karya Homer sekaligus berhasil menghadirkan sesuatu yang benar-benar baru.”
Unggahannya pun memancing komentar lucu dari para pengguna media sosial. Salah satu warganet menulis, “Bro, kamu ada di film itu.”
Pengguna lain bercanda, “Kalau Tom Holland bertemu Tom Holland, semesta bisa meledak.”
Sang sejarawan kemudian menanggapi dengan santai. “Ya, bayangkan saja kalau itu benar-benar terjadi.”

