JoggingOlahraga rutin bisa perlambat penuaan otot. (Foto: Magnific)

JAKARTA – Olahraga tidak hanya membantu menjaga kebugaran dan kekuatan tubuh, tetapi juga dapat memperlambat proses penuaan otot. Penelitian terbaru bahkan menunjukkan bahwa aktivitas fisik secara rutin mampu membuat sel-sel otot tetap terlihat lebih muda, sehingga membantu menjaga mobilitas dan kualitas hidup seiring bertambahnya usia.

Hal tersebut dijelaskan oleh ahli bedah kardiovaskular, ilmuwan, sekaligus profesor di University of Toronto, Dr. Subodh Verma. Melalui unggahan video di Instagram pada 8 Juli, ia mengulas hasil penelitian terbaru yang mengungkap bagaimana olahraga berperan dalam menjaga kekuatan otot sekaligus memperlambat penurunan fungsi otot akibat penuaan.

Menurut Dr. Verma, olahraga bukan hanya membuat otot menjadi lebih kuat, tetapi juga berpotensi menjaga sel-sel otot tetap muda. Ia mengutip sebuah studi terbaru yang dipublikasikan di jurnal Nature Aging, yang meneliti otot rangka manusia hingga ke tingkat sel menggunakan teknologi canggih.

“Bagaimana jika saya mengatakan bahwa olahraga bukan hanya membuat otot Anda lebih kuat, tetapi juga dapat membuat sel-sel otot Anda menjadi lebih muda? Nah, sebuah penelitian terbaru di Nature Aging meneliti lebih dalam otot rangka manusia dengan menggunakan metode analisis sel yang sangat canggih,” katanya, dikutip Celebdaily.id dari Hindustan Times, Senin (13/7/2026).

Hasil penelitian menunjukkan adanya tanda-tanda penuaan yang jelas pada orang lanjut usia yang tidak rutin berolahraga. Sebaliknya, lansia yang aktif secara fisik memiliki profil otot yang jauh lebih muda, bahkan hingga ke tingkat sel.

Dr. Verma menjelaskan bahwa pada kelompok yang tidak aktif, para peneliti menemukan penurunan sinyal respirasi sel, fungsi mitokondria, dan metabolisme energi. Dengan kata lain, “pembangkit tenaga” pada otot tidak lagi bekerja secara optimal.

“Dalam kelompok lansia yang tidak terlatih, para peneliti menemukan pola penuaan yang memang sudah diperkirakan, yaitu penurunan sinyal respirasi sel, penurunan fungsi mitokondria dan penurunan metabolisme energi. Dengan kata sederhana, pembangkit tenaga pada otot tidak lagi bekerja sebaik sebelumnya,” katanya.

“Sebaliknya, pada lansia yang rutin berolahraga, profil otot mereka terlihat jauh lebih muda di tingkat sel. Yang paling menarik, semakin baik tingkat kebugaran seseorang, semakin kuat dan terkoordinasi pula respons otot mereka terhadap stres,” ucapnya.

Olahraga adalah Investasi untuk Masa Depan Tubuh

Dr. Verma menegaskan bahwa manfaat olahraga jauh melampaui sekadar membakar kalori. Menurutnya, aktivitas fisik memberikan sinyal biologis yang membantu otot mempertahankan energi, melindungi mitokondria, mengelola stres sel dan menjaga daya tahan tubuh terhadap proses penuaan.

Ia menambahkan bahwa penuaan merupakan proses alami yang tidak dapat dihindari. Namun, cara tubuh merespons proses tersebut dapat dipengaruhi melalui kebiasaan bergerak dan berolahraga secara teratur.

“Olahraga bukan sekadar membakar kalori, tetapi merupakan sinyal molekuler. Olahraga memberi tahu otot untuk mempertahankan energi, melindungi mitokondria, mengelola stres dan tetap tangguh,” ucapnya.

“Teman-teman, penuaan adalah sesuatu yang nyata dan tidak bisa dihindari. Kita semua pasti akan bertambah tua. Namun, penelitian ini mengingatkan bahwa bergerak dapat mengubah cara tubuh merespons proses tersebut. Jadi, berolahragalah mulai hari ini karena dengan begitu Anda sedang berinvestasi untuk diri Anda di masa depan,” katanya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *