JAKARTA – Madonna dikenal sebagai salah satu ikon pop yang tak pernah berhenti bereksperimen dengan penampilannya. Penata rambut lamanya, Garren, mengungkap bahwa pelantun Like a Virgin itu memang sangat menyukai transformasi dan selalu ingin menghadirkan karakter baru dalam setiap era kariernya.
Garren, yang bekerja bersama Madonna sepanjang era 1990-an hingga awal 2000-an, mengenang proses kreatif di balik sejumlah gaya rambut paling ikonik sang penyanyi. Cerita tersebut kembali mencuri perhatian seiring meningkatnya antusiasme penggemar terhadap era Confessions on a Dance Floor setelah diumumkannya Confessions on a Dance Floor Part 2.
Dalam wawancara dengan Page Six Style, Garren menceritakan pengalamannya bekerja bersama Madonna, mulai dari pemotretan sampul Vanity Fair, video musik Erotica, hingga penampilannya di MTV Video Music Awards 1995.
“Saya memang senang menciptakan karakter dari seorang karakter,” kata Garren, dikutip Celebdaily.id dari Female First, Selasa (14/7/2026).
Ia mengungkapkan bahwa hubungan kreatif mereka dimulai setelah bertemu dalam sesi pemotretan Italian Vogue. Sejak saat itu, Madonna selalu terbuka meminta pendapatnya, bukan hanya soal rambut, tetapi juga penampilan secara keseluruhan.
“Saya rasa itulah yang membuatnya senang bekerja bersama saya, karena dia selalu berkata, ‘Garren, menurutmu apa yang salah dengan penampilan ini?'”
Garren mengaku kerap dimintai pendapat hingga urusan busana, termasuk saat Madonna bersiap menghadiri Festival Film Venesia.
“Kamu ikut ke Toronto bersama saya, karena kamu harus membantu menyatukan keseluruhan penampilan saya agar terlihat lebih serius,” kenang Garren menirukan ucapan Madonna.
Menurutnya, inspirasi mereka sering berasal dari foto-foto klasik Hollywood. Mereka bahkan selalu membawa buku berisi gambar para legenda film ke lokasi pemotretan.
“Kami membawa buku-buku itu ke lokasi pemotretan, lalu saya menandai halaman-halaman yang menjadi referensi.”
Salah satu penampilan yang paling diingatnya adalah sampul Vanity Fair tahun 1995 yang terinspirasi dari Marilyn Monroe.
“(Saat itu) dia mengenakan perhiasan Harry Winston miliknya sendiri yang dibeli dengan uangnya sendiri. Waktu itu dia datang ke studio sendirian, paling hanya humasnya yang mampir sebentar untuk menyapa lalu pergi,” ujar Garren.
Dari Marilyn Monroe hingga Era Erotica
Garren juga mengenang penampilan Madonna di MTV Video Music Awards 1995 yang terinspirasi dari aktris legendaris Prancis, Catherine Deneuve.
“Saya masih menyimpan wig dari akhir tahun 1980-an yang langsung saya keluarkan dari lemari. Saya memang memiliki koleksi rambut palsu, bahkan ada satu bagian khusus yang saya sebut ‘rambut Madonna’,” katanya.
Menurutnya, gaya rambut tersebut berhasil memberikan citra baru bagi Madonna. “Inspirasinya berasal dari foto Catherine Deneuve yang berjalan di lobi hotel dengan rambut disanggul. Saya langsung mencobanya dan hasilnya benar-benar mengangkat penampilan Madonna ke level yang berbeda,” katanya.
Ia juga mengingat momen lucu yang melibatkan penyanyi Courtney Love. “Courtney Love tampaknya merasa tidak nyaman melihat Madonna tampil begitu glamor,” ujarnya.
Garren mengatakan Madonna sempat bercanda ketika melihat Courtney Love mendekat. “‘Ya Tuhan, dia datang lagi. Jangan biarkan dia menyentuh rambut saya,'” kata Madonna saat itu.
Saat mengenang proses pembuatan buku kontroversial Sex pada 1992 beserta era Erotica, Garren mengaku suasana di balik layar justru jauh dari kesan serius. “Selama empat minggu kami benar-benar bersenang-senang.”
Menurutnya, banyak orang mengira proses pembuatannya berlangsung tegang, padahal kenyataannya penuh tawa. “Ketika melihat buku Sex, orang mungkin berpikir, ‘Ya Tuhan, bagaimana ini bisa terjadi?’ Padahal kami tertawa sepanjang proses karena setiap adegan memang sudah dirancang.”
Garren juga menjelaskan teknik yang digunakan untuk menciptakan gaya rambut licin Madonna dalam video musik Erotica.
“Biasanya minyak akan menghilangkan gelombang atau ikal rambut. Namun, kami ingin sesuatu yang hanya melapisi permukaan rambut,” katanya.
Sepanjang lebih dari empat dekade berkarier, Madonna terus dikenal sebagai artis yang selalu memperbarui citra dan musiknya. Mulai dari gaya renda dan kalung salib pada era 1980-an, tampilan glamor di Evita, nuansa disko dalam Confessions on a Dance Floor, hingga berbagai kolaborasi dengan rumah mode ternama, transformasi telah menjadi bagian tak terpisahkan dari identitas sang Ratu Pop.

