JAKARTA – Gejala stroke sering muncul secara tiba-tiba sehingga membutuhkan penanganan medis secepat mungkin. Seorang dokter membagikan cara mudah mengenali tanda-tanda stroke melalui metode BEFAST agar penderita bisa segera mendapatkan pertolongan.
Menurut ahli anestesi sekaligus dokter spesialis intervensi nyeri di India, Dr. Kunal Sood, mengenali gejala stroke sejak dini dapat memberikan perbedaan besar terhadap peluang pemulihan pasien. Hal itu ia sampaikan melalui sebuah video yang diunggah di Instagram pada 22 Juli.
Dr. Sood menjelaskan bahwa metode BEFAST merupakan singkatan sederhana yang dapat membantu masyarakat mengenali gejala stroke dengan cepat sekaligus memahami pentingnya segera mencari bantuan medis.
Apa Itu Stroke?
Menurut Dr. Sood, stroke terjadi ketika aliran darah menuju sebagian otak tiba-tiba terhenti. Kondisi tersebut membuat sel-sel otak kehilangan pasokan oksigen dan nutrisi yang dibutuhkan untuk berfungsi dengan baik.
Karena gejalanya umumnya muncul tanpa peringatan, mengenali tanda-tanda awal stroke menjadi langkah penting untuk mendapatkan penanganan medis sesegera mungkin dan meningkatkan peluang pemulihan.
“Stroke terjadi ketika aliran darah ke sebagian otak tiba-tiba terhenti. Gejalanya biasanya muncul secara mendadak. Ada satu singkatan sederhana yang dapat membantu Anda mengenali tanda-tanda peringatannya,” kata Dr. Sood, dikutip dari Hindustan Times, Kamis (23/7/2026).
Metode BEFAST untuk Mengenali Gejala Stroke
Dr. Sood menyarankan masyarakat menggunakan metode BEFAST untuk mengenali gejala awal stroke. Setiap huruf dalam singkatan tersebut memiliki arti yang berbeda.
B (Balance/Keseimbangan) mengacu pada gangguan keseimbangan yang muncul secara tiba-tiba, seperti kesulitan berjalan atau tubuh mendadak tidak stabil.
E (Eyes/Mata) berarti adanya gangguan penglihatan mendadak, seperti kehilangan penglihatan, penglihatan ganda atau pandangan kabur.
F (Face/Wajah) dilakukan dengan meminta seseorang tersenyum untuk melihat apakah salah satu sisi wajah tampak turun atau tidak simetris.
A (Arms/Lengan) dilakukan dengan meminta seseorang mengangkat kedua lengannya. Jika salah satu lengan turun atau tidak mampu tetap terangkat, hal itu bisa menjadi tanda stroke.
S (Speech/Bicara) berarti memperhatikan apakah seseorang berbicara pelo, kesulitan menemukan kata-kata atau tampak kebingungan saat berbicara.
T (Time/Waktu) berarti mencatat kapan gejala mulai muncul karena informasi tersebut sangat penting bagi tenaga medis dalam menentukan penanganan.
Dr. Sood menegaskan bahwa waktu merupakan faktor yang sangat menentukan dalam penanganan stroke. Semakin cepat pasien mendapatkan perawatan, semakin besar peluang untuk mengurangi kerusakan jaringan otak dan meningkatkan proses pemulihan.
“Jika Anda melihat bahkan hanya satu dari tanda-tanda tersebut, segera hubungi layanan darurat dan catat kapan gejala mulai muncul. Penanganan stroke sangat bergantung pada waktu. Semakin cepat seseorang mendapatkan pertolongan, semakin besar peluang menyelamatkan jaringan otak dan meningkatkan pemulihan,” kata Dr. Sood.

