Rita OraRita Ora bersyukur membekukan sel telur, kini siap bangun keluarga bersama Taika Waititi. (Foto: Female First)

JAKARTA – Rita Ora mengungkapkan keputusannya membekukan sel telur sejak usia 24 tahun kini menjadi berkah dalam kehidupannya. Sang suami, Taika Waititi, bahkan bersyukur penyanyi berusia 35 tahun itu telah merencanakan masa depannya jauh-jauh hari karena mereka kini mulai mempertimbangkan untuk memiliki anak bersama.

Rita mengaku menjalani prosedur pembekuan sel telur saat berusia 24 dan 27 tahun sebagai langkah untuk menjaga kesuburannya di masa depan. Kini, keputusan tersebut terasa sangat berarti karena ia dan Taika yang berusia 50 tahun tengah memikirkan untuk menambah anggota keluarga.

Taika telah memiliki dua putri, Te Kainga o te Hinekahu (14) dan Matewa Kiritapu (10), dari pernikahannya dengan mantan istri, Chelsea Winstanley. Dalam wawancara dengan majalah The Times, Rita mengungkapkan respons sang suami terhadap keputusannya membekukan sel telur.

“Dia berkata, ‘Keputusan yang bagus karena sudah merencanakan semuanya sejak awal, sayang.'”

Awalnya, pelantun Hot Right Now itu sempat berpikir memiliki anak bersama Taika akan menjadi hal yang mustahil karena kesibukan karier mereka masing-masing. Namun, pandangannya berubah setelah mengenal mantan Perdana Menteri Selandia Baru, Jacinda Ardern.

“Saya sangat menikmati waktu bersama kedua anak tiri saya dan saya ingin menambah anggota keluarga kami, tetapi kapan? Dulu saya berpikir dengan karier kami berdua, itu mustahil. Namun sekarang saya berteman dengan Jacinda Ardern dan dia menjadi inspirasi saya,” katanya, dikutip Celebdaily.id dari Female First, Minggu (26/7/2026).

“Jacinda membawa bayinya ke mana pun. Dia bahkan menyusui bayinya di Perserikatan Bangsa-Bangsa. Bagi saya, itu membuktikan apa yang bisa dicapai seorang perempuan yang mencintai pekerjaannya,” ujar Rita.

Persahabatan Berubah Menjadi Cinta

Rita pertama kali bertemu Taika Waititi dalam sebuah acara barbeku pada 2018. Meski begitu, keduanya baru mulai menjalin hubungan asmara pada 2021 setelah berteman selama tiga tahun.

Menurut Rita, mengubah hubungan persahabatan menjadi cinta bukanlah keputusan yang mudah karena ada risiko kehilangan sosok sahabat jika hubungan tersebut tidak berjalan baik.

“Kami hanya berteman baik selama tiga tahun setelah pertama kali bertemu. Namun, kami selalu punya banyak hal untuk dibicarakan karena memiliki banyak kesamaan. Ibu kami sama-sama pernah mengidap kanker payudara. Kami juga sama-sama berasal dari keluarga imigran dengan kisah hidup yang penuh perjuangan,” katanya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *