JAKARTA – Irina Shayk dan komedian Chris Fleming resmi bergabung dalam jajaran pemeran film The Catch. Keduanya akan beradu akting dengan Emma Stone dan Chris Pine dalam film komedi romantis bertema baseball produksi Universal Pictures.
Berdasarkan laporan Deadline, Irina Shayk yang dikenal lewat film Hercules dan Chris Fleming akan menjadi bagian dari proyek terbaru tersebut. Meski demikian, detail cerita maupun karakter yang akan mereka perankan masih dirahasiakan.
Film The Catch akan disutradarai oleh Dave McCary, yang juga merupakan suami Emma Stone. Selain Emma Stone, Chris Pine, Irina Shayk dan Chris Fleming, film ini turut dibintangi Tim Robbins, Sissy Spacek, Ashley Padilla, serta Druski.
Emma Stone menjadi aktor pertama yang bergabung dalam proyek tersebut. Naskah film ini ditulis oleh Patrick Kang dan Michael Levin.
Menurut laporan, setelah Emma Stone dikabarkan tertarik membintangi The Catch, sejumlah aktor langsung mengajukan diri untuk memerankan tokoh utama pria. Namun, Chris Pine akhirnya terpilih setelah menjalani beberapa kali pertemuan dengan produser dan para eksekutif studio.
Film ini diproduseri oleh Shawn Levy dan Dan Levine melalui rumah produksi 21 Laps. Emma Stone, Dave McCary, dan Ali Herting juga bertindak sebagai produser melalui rumah produksi Fruit Tree, yang memiliki kerja sama first-look deal dengan Universal Pictures, bersama Michael H. Weber.
Emma Stone Kenang Adegan Mencukur Rambut di ‘Bugonia’
Di sisi lain, Emma Stone sebelumnya menceritakan pengalaman menantang saat menjalani proses syuting film Bugonia. Ia harus mencukur habis rambutnya di depan kamera dan mengaku sangat khawatir melakukan kesalahan saat pengambilan gambar.
Dalam wawancara bersama Entertainment Weekly, Emma mengungkapkan bahwa dirinya terus berusaha tetap diam selama proses tersebut berlangsung.
“Tetap diam. Hanya itu yang ada di pikiranku. Aku terus berkonsentrasi untuk tetap diam,” katanya.
Karena karakter yang diperankannya sedang tidak sadarkan diri, Emma mengibaratkan dirinya harus benar-benar berpura-pura mati agar tidak bergerak sedikit pun.
“Karena di adegan itu aku tidak sadar, aku seperti berkata pada diriku sendiri, ‘berpura-puralah mati, pada dasarnya berpura-puralah mati.'”
Ia menjelaskan bahwa adegan tersebut hanya diambil dalam satu kali pengambilan gambar dengan empat kamera yang dipasang sekaligus. “Adegan itu hanya dilakukan dalam satu kali pengambilan dan ada empat kamera yang dipasang hanya untuk memastikan semuanya terekam,” katanya.
Tantangan Menggunakan Krim Khusus untuk Karakter Michelle Fuller
Selain tampil dengan kepala plontos, Emma juga harus menjalani adegan ketika karakter Michelle Fuller diolesi berbagai jenis krim oleh para penculiknya, Teddy yang diperankan Jesse Plemons dan Don yang diperankan Aidan Delbis. Dalam cerita, krim tersebut digunakan untuk melemahkan kekuatan alien yang dimiliki karakternya.
Emma mengungkapkan bahwa tim produksi harus melakukan berbagai uji coba untuk menemukan kombinasi produk yang tepat.
“Itu merupakan kombinasi dari berbagai jenis krim dan kami melakukan banyak sekali pengujian karena harus melewati berbagai lapisan,” katanya.
Menurutnya, suhu tubuh manusia yang berada di kisaran 98,6 derajat Fahrenheit membuat banyak produk krim mudah meleleh sehingga sulit dipertahankan sepanjang hari.
“Ternyata suhu kulit manusia sekitar 98,6 derajat, dan itu adalah titik leleh bagi banyak jenis krim. Jadi membuat riasan itu bertahan sepanjang hari benar-benar sulit,” ucapnya.
Ia menambahkan bahwa pori-pori kulit membuat produk tersebut cepat terserap sehingga tim tata rias harus menggunakan berbagai kombinasi foundation, pelembap, dan produk lainnya sesuai kebutuhan setiap hari syuting.
“Pori-pori kulit menyerapnya sehingga lapisannya menjadi lebih tipis. Jadi kami menggunakan berbagai kombinasi produk, tergantung harinya, mulai dari foundation hingga pelembap. Tapi proses itu tetap menyenangkan untuk dijalani,” katanya.

