SakitWaspadai tanda-tanda penyakit katup jantung yang sering diabaikan. (Foto: Ilustrasi magnific)

JAKARTA – Penyakit jantung tidak selalu diawali dengan nyeri dada yang hebat. Dalam banyak kasus, penyakit katup jantung justru berkembang secara diam-diam dengan gejala yang tampak biasa, seperti mudah lelah atau sesak napas saat beraktivitas.

Karena gejalanya mirip dengan kelelahan akibat stres, usia, atau rutinitas yang padat, banyak orang tidak menyadari bahwa kondisi tersebut bisa menjadi tanda gangguan serius pada jantung. Akibatnya, diagnosis sering terlambat sehingga penyakit berkembang ke tahap yang lebih berat.

Dokter Sumanto Mukhopadhyay, spesialis intervensi struktural jantung dan konsultan senior kardiologi intervensi di Apollo Hospitals Kolkata, India, menjelaskan bahwa penyakit katup jantung merupakan salah satu gangguan jantung yang sering berkembang tanpa disadari penderitanya.

“Banyak orang tidak menyadari bahwa mereka memiliki masalah pada katup jantung hingga kondisinya berkembang cukup parah. Di India, jutaan orang mengalaminya, baik akibat infeksi pada masa kanak-kanak yang merusak katup jantung secara bertahap maupun perubahan akibat proses penuaan yang berkembang perlahan,” katanya, dikutip dari Hindustan Times, Selasa (4/8/2026).

Menurut Dr. Sumanto, kerusakan pada katup jantung dan munculnya gejala berlangsung secara bertahap. Karena itu, penyakit ini dapat tidak terdeteksi selama bertahun-tahun apabila tidak dilakukan pemeriksaan secara rutin.

Ia mengingatkan bahwa meningkatkan kesadaran masyarakat, serta melakukan skrining sejak dini menjadi langkah penting untuk mencegah penyakit berkembang lebih jauh.

Lima Gejala Awal yang Perlu Diwaspadai

Dr. Sumanto menyebutkan ada lima tanda awal yang patut diperhatikan karena dapat mengindikasikan gangguan pada katup jantung, yaitu:

  • Kelelahan tanpa sebab yang jelas.
  • Sesak napas saat melakukan aktivitas sehari-hari.
  • Pembengkakan pada kaki atau pergelangan kaki.
  • Pusing.
  • Sensasi jantung berdebar atau berdebar tidak teratur di dada.

Menurutnya, gejala-gejala tersebut memang bisa muncul akibat kondisi lain. Namun jika berlangsung terus-menerus atau semakin sering terjadi, sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter.

Pemeriksaan Dini Dapat Meningkatkan Peluang Kesembuhan

Dr. Sumanto menyarankan agar seseorang segera memeriksakan diri apabila mengalami sesak napas, kelelahan berkepanjangan, atau pusing tanpa penyebab yang jelas. Setelah dilakukan evaluasi, dokter biasanya akan mempertimbangkan pemeriksaan ekokardiografi (echocardiogram).

“Ekokardiografi, yaitu pemeriksaan ultrasonografi jantung yang sederhana dan tidak menimbulkan rasa sakit, masih menjadi cara paling andal untuk menilai fungsi katup jantung dan mendeteksi penyakit katup jantung pada tahap awal,” katanya.

Selain itu, ia mengingatkan bahwa hipertensi dan diabetes yang tidak terkontrol dapat meningkatkan beban kerja jantung, serta memicu komplikasi pada katup jantung.

“Hipertensi dan diabetes yang tidak terkontrol meningkatkan beban pada jantung dan dapat berkontribusi terhadap komplikasi yang berkaitan dengan katup jantung seiring waktu. Pengendalian kedua kondisi tersebut merupakan bagian penting dalam menjaga kesehatan jantung jangka panjang,” katanya.

Dr. Sumanto juga menekankan pentingnya pemeriksaan kesehatan jantung setiap tahun. Menurutnya, pemeriksaan rutin bahkan dapat menemukan bunyi jantung yang tidak normal melalui stetoskop, sehingga pasien bisa segera menjalani pemeriksaan lanjutan sebelum penyakit berkembang lebih parah.

Ia juga memberikan rekomendasi pemeriksaan berdasarkan kelompok usia, yakni:

  • Usia 18–40 tahun: Segera obati infeksi tenggorokan dan pertimbangkan skrining jantung jika tinggal di wilayah berisiko tinggi.
  • Usia 40–60 tahun: Perhatikan perubahan stamina, pola napas, dan tingkat energi, terutama jika memiliki riwayat penyakit jantung dalam keluarga.
  • Usia di atas 60 tahun: Diskusikan dengan dokter mengenai skrining stenosis aorta, yaitu gangguan katup jantung yang umum terjadi akibat proses penuaan.

Di akhir penjelasannya, Dr. Sumanto mengingatkan masyarakat agar tidak mengabaikan kelelahan yang terus-menerus tanpa penyebab yang jelas, terutama bila disertai sesak napas atau pusing. Ia menegaskan bahwa penyakit katup jantung dapat diobati, terutama jika terdeteksi sejak dini, berkat kemajuan teknologi diagnosis dan terapi minimal invasif yang mampu meningkatkan peluang kesembuhan pasien.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *