JAKARTA – Perubahan cuaca sering membuat anak lebih mudah mengalami berbagai keluhan kesehatan, mulai dari bersin, batuk, hidung tersumbat hingga demam. Namun, apakah kondisi tersebut benar-benar disebabkan oleh perubahan cuaca atau justru merupakan tanda alergi musiman maupun infeksi?
Anak-anak sering menjadi salah satu kelompok yang paling cepat jatuh sakit ketika cuaca berubah. Kondisi ini bahkan cenderung berulang hampir setiap tahun, terutama saat terjadi perubahan suhu dan meningkatnya tingkat kelembapan.
Namun, perubahan suhu yang naik-turun sebenarnya tidak secara langsung menyebabkan infeksi. Dr. Ankur Chawla, konsultan dokter anak di Kailash Hospital, Noida, India, menjelaskan bahwa sistem kekebalan tubuh anak masih dalam tahap perkembangan dan belum sepenuhnya matang. Selain sistem kekebalan tubuh yang masih berkembang, perubahan suhu secara tiba-tiba juga dapat mengganggu mekanisme pertahanan alami pada hidung dan tenggorokan.
“Perubahan suhu yang terjadi secara tiba-tiba juga dapat memengaruhi lapisan hidung dan tenggorokan. Sistem pernapasan dilindungi oleh lendir, serta struktur kecil seperti rambut yang disebut silia, yang membantu menangkap dan mengeluarkan partikel penyebab penyakit,” ujar Dr. Chawla, dikutip Celebdaily.id dari Hindustan Times, Kamis (27/8/2026).
Pergantian musim juga dapat membawa udara yang lebih dingin dan kering. Menurut dokter, kondisi tersebut dapat membuat sistem pernapasan lebih sulit membersihkan organisme berbahaya yang masuk ke dalam tubuh.
Mengapa Anak Tetap Bisa Sakit meski Lebih Banyak di Dalam Rumah?
Sebagian orangtua mungkin memilih lebih sering menjaga anak tetap berada di dalam rumah ketika cuaca tidak menentu. Namun, lebih banyak menghabiskan waktu di dalam ruangan juga dapat meningkatkan risiko penularan penyakit.
Dr. Chawla menjelaskan, “Ketika suhu terasa tidak nyaman, jendela biasanya lebih sering ditutup dan anak-anak menghabiskan lebih banyak waktu di dalam ruangan, baik di sekolah, tempat penitipan anak, maupun di rumah. Kondisi ini membuat virus lebih mudah menyebar karena orang-orang menghabiskan lebih banyak waktu dalam jarak yang berdekatan.”
Sejumlah penyakit yang umum dialami anak dapat menular melalui udara, benda yang sering disentuh, serta tangan yang tidak dicuci dengan bersih.
Ia menambahkan, “Penyakit seperti flu, respiratory syncytial virus (RSV), dan pilek biasa dapat menular melalui percikan dari saluran pernapasan, partikel udara atau aerosol, serta tangan dan permukaan benda yang telah terkontaminasi.”
Alergi Musiman atau Infeksi? Kenali Perbedaannya
Tidak semua batuk, bersin, atau hidung tersumbat yang muncul saat terjadi perubahan cuaca merupakan tanda infeksi. Gejala tersebut juga dapat muncul ketika anak terpapar serbuk sari, debu, atau perubahan tingkat kelembapan yang memicu rhinitis alergi.
Dokter anak menjelaskan bahwa bersin, hidung tersumbat, mata berair, dan hidung meler dengan cairan bening merupakan gejala yang umum terjadi pada alergi.
“Bersin, hidung tersumbat, mata berair, dan hidung meler dengan cairan bening merupakan gejala alergi yang umum. Sementara itu, demam dan rasa lelah yang cukup berat lebih mengarah pada infeksi,” kata Dr. Chawla.
Dengan demikian, orangtua perlu memperhatikan pola dan gejala yang dialami anak. Demam dan kelelahan yang cukup berat lebih perlu diwaspadai sebagai kemungkinan adanya infeksi dibandingkan gejala alergi biasa.
Apa yang Harus Dilakukan Orangtua agar Anak Tetap Sehat?
Untuk menjaga kesehatan anak, orangtua perlu memperhatikan kebiasaan sehari-hari. Anak sebaiknya memiliki waktu tidur yang teratur dan tetap melakukan aktivitas fisik.
Kebiasaan hidup sehat dapat membantu mendukung fungsi sistem kekebalan tubuh sehingga tubuh lebih mampu merespons infeksi. Karena itu, menjaga jadwal tidur yang teratur, mengonsumsi makanan dengan gizi seimbang, tetap aktif secara fisik, serta memastikan kebutuhan cairan tubuh tercukupi menjadi hal penting selama masa pergantian musim.
6 Tanda Bahaya yang Wajib Diperhatikan Orangtua
Orangtua juga perlu memantau kondisi anak selama mengalami keluhan kesehatan. Menurut Dr. Chawla, ada beberapa tanda yang menunjukkan bahwa anak membutuhkan pertolongan medis segera, yaitu:
- Kesulitan bernapas
- Muntah terus-menerus
- Tanda-tanda dehidrasi
- Bibir tampak kebiruan
- Kelelahan yang tidak biasa atau sangat berat
- Gejala semakin memburuk setelah sempat membaik
Meski demikian, orangtua tidak perlu panik setiap kali terjadi perubahan cuaca. Menjaga kebersihan dan memastikan sirkulasi udara di dalam ruangan tetap baik, memastikan anak mendapatkan waktu tidur yang cukup, serta menjaga vaksinasi tetap sesuai jadwal dapat membantu mengurangi risiko infeksi.
Jadi, perubahan cuaca bukanlah penyebab langsung anak mengalami infeksi. Namun, perubahan suhu dan kondisi lingkungan dapat memengaruhi pertahanan saluran pernapasan, sementara kebiasaan lebih banyak berada di dalam ruangan dapat meningkatkan peluang penularan virus.
Karena itu, orangtua perlu menjaga pola hidup sehat anak sekaligus mengenali perbedaan antara gejala alergi dan infeksi. Yang tak kalah penting, segera cari pertolongan medis apabila muncul enam tanda bahaya seperti kesulitan bernapas, dehidrasi, bibir kebiruan, atau kondisi anak yang semakin memburuk.
Yuk, ikuti terus berita di Celebdaily.id yang sangat bermanfaat, edukatif dan inspiratif.

