Kesehatan OtakMelindungi otak dari cedera serius tidak selalu membutuhkan langkah yang rumit. (Foto: Freepik)

JAKARTA – Melindungi otak dari cedera serius tidak selalu membutuhkan langkah yang rumit. Dokter bedah saraf membagikan sejumlah cara sederhana yang dapat dilakukan untuk menjaga kesehatan otak, mulai dari memakai helm saat menggunakan skuter listrik, mengontrol tekanan darah, hingga menghindari alkohol.

Apa saja yang sebaiknya dilakukan dan dihindari agar seseorang tidak sampai membutuhkan penanganan dokter bedah saraf? Menurut dokter bedah saraf Dr. Stefan Thomas Lang, beberapa langkah pencegahan yang paling penting justru sangat sederhana.

“Memakai helm saat menggunakan skuter listrik mungkin merupakan salah satu hal terbesar yang bisa Anda lakukan. Saya melihatnya sepanjang waktu,” kata Dr. Lang dalam unggahan di Instagram pada 9 Agustus, seraya menekankan pentingnya melindungi kepala dari cedera yang berpotensi sangat serius, dikutip Celebdaily.id dari Hindustan Times, Kamis (27/8/2026).

Ia juga mengimbau masyarakat untuk menjauhi alkohol dan menjaga tekanan darah tetap terkontrol. “Kami sering melihat orang dengan tekanan darah tinggi yang tidak terkontrol akhirnya mengalami perdarahan di otak,” katanya.

Tekanan Darah Tinggi Bisa Membahayakan Otak

Ada alasan mengapa tekanan darah tinggi sering disebut sebagai “silent killer” atau pembunuh diam-diam, kata Dr. Lang. Hipertensi dapat terjadi tanpa gejala yang jelas, sehingga pemeriksaan dan pengendalian tekanan darah secara rutin penting dilakukan untuk mengurangi risiko komplikasi serius, termasuk perdarahan otak.

Dalam membahas pengalamannya sebagai dokter bedah saraf, Dr. Lang juga menjelaskan dampak besar yang dapat ditimbulkan oleh cedera otak terhadap seseorang. Berbeda dengan banyak organ lainnya, otak memiliki peran utama dalam mengendalikan kepribadian, pikiran dan ingatan.

“Cedera otak tertentu dapat menghapus seluruh ingatan Anda, bukan? Anda tidak dapat membentuk ingatan baru. Anda mungkin kehilangan ingatan lama. Kepribadian Anda juga dapat berubah dan sebagainya,” ujarnya.

Pernyataan tersebut menegaskan mengapa Dr. Lang memiliki penghargaan yang sangat besar terhadap otak sebagai salah satu organ terpenting dalam tubuh manusia.

Mengapa Penting Membicarakan Keinginan Medis dengan Keluarga?

Percakapan tersebut juga membuat Dr. Lang merenungkan rapuhnya kehidupan dan pentingnya membicarakan keputusan sulit dengan orang-orang terdekat sebelum keadaan darurat terjadi.

“Anda tahu, hidup ini sangat rapuh,” katanya.

Ia menyarankan masyarakat untuk berbicara dengan orang-orang terdekat dan anggota keluarga mengenai apa yang mereka inginkan jika suatu saat terjadi kondisi serius dan mereka tidak lagi mampu mengambil keputusan untuk diri sendiri.

“Sebagai seseorang yang tidak mengenal pasien, sulit untuk mencoba mengambil keputusan dalam situasi yang penuh tekanan,” ucapnya.

Membicarakan keinginan tersebut sejak awal dapat membantu anggota keluarga dan tim medis memahami pilihan seseorang ketika menghadapi kondisi yang tidak terduga dan berpotensi mengancam nyawa.

Saran Dr. Lang bukan hanya tentang menghindari cedera. Pesan tersebut juga mengingatkan pentingnya melakukan langkah pencegahan sederhana, mengendalikan risiko kesehatan yang dapat membahayakan otak, serta membicarakan hal-hal sulit tetapi penting dengan orang-orang terdekat.

Untuk diketahui, Dr. Stefan Thomas Lang menyelesaikan pendidikan sarjana di bidang Neuroscience dan Cognitive Neuropsychology di University of Guelph. Ia kemudian menempuh pendidikan kedokteran di University of Ottawa, dilanjutkan dengan pendidikan residensi bedah saraf di University of Calgary.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *