JAKARTA – Selama ini Whisnu Santika dikenal lewat musik elektronik yang mengajak pendengar bergerak, berpesta dan merasakan energi dari setiap dentuman beat. Kini, ia menghadirkan sisi yang lebih personal melalui debut album Map Of Feelings, sebuah perjalanan emosi yang disampaikan lewat lirik, cerita dan kolaborasi dengan sejumlah musisi.
Lewat album ini, Whisnu tidak hanya berbicara melalui beat dan groove, tetapi juga mencoba menjadikan musik sebagai ruang untuk bercerita. Map Of Feelings menjadi langkah baru bagi Whisnu untuk mengeksplorasi dance music dengan pendekatan yang lebih dekat dengan pengalaman manusia dan berbagai perasaan yang menyertainya.
Alih-alih menjadikan musik hanya sebagai pengalaman untuk berdansa, album ini membawa dance music ke wilayah yang lebih personal. Setiap lagu menjadi bagian dari perjalanan emosi, dengan lirik sebagai medium untuk menyampaikan cerita yang lebih dekat dengan pendengar.

Untuk menerjemahkan berbagai cerita tersebut, Whisnu menggandeng kolaborator dari beragam latar musik, di antaranya Ari Lesmana, Enau, Judika, Ifan Seventeen, Nuca, Rossa, Maul Ibrahim (Perunggu), dan Fanny Soegi.
Masing-masing kolaborator membawa karakter vokal, perspektif, serta pengalaman yang berbeda ke dalam dunia musik Whisnu. Perbedaan tersebut justru memperkaya warna Map Of Feelings, sekaligus memperlihatkan bahwa sebuah perasaan dapat memiliki banyak suara dan sudut pandang.
Sembilan Suara dalam Satu Peta Perasaan
Kolaborasi menjadi bagian penting dari konsep Map Of Feelings. Whisnu tidak lagi melihat dance music sebagai sesuatu yang harus dibatasi oleh definisi genre.
Baginya, musik adalah bahasa yang bisa bergerak ke mana saja selama mampu menyampaikan sesuatu. Karena itu, Whisnu tidak ingin lagi memperdebatkan soal genre.
Map Of Feelings justru menjadi representasi dari sisi lain seorang Whisnu Santika. Ia hadir sebagai seorang storyteller yang memilih lirik sebagai bahasa baru untuk menyampaikan cerita, bersama para kolaborator yang masing-masing memiliki warna dan pengalaman sendiri.
Jika sebelumnya cerita Whisnu banyak disampaikan melalui ritme, groove dan beat, album ini memberikan kesempatan kepada pendengar untuk mengenal apa yang ada di baliknya. Ada emosi yang ingin disampaikan, pengalaman yang ingin dibagikan, dan cerita yang kini dapat didengar dengan cara yang lebih langsung.

Dengan pendekatan tersebut, Whisnu menunjukkan bahwa musik elektronik tidak harus selalu identik dengan klub, festival atau lantai dansa. Musik dance juga dapat menjadi ruang untuk membicarakan manusia, hubungan, perasaan, dan berbagai pengalaman yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.
Babak Baru Whisnu Santika sebagai Storyteller
Map Of Feelings menjadi langkah Whisnu untuk memperluas kemungkinan dance music sekaligus menjangkau pendengar yang lebih luas, termasuk mereka yang selama ini mungkin merasa tidak terlalu dekat dengan dunia musik elektronik.
Album ini bukan sekadar perubahan cara Whisnu dalam membuat musik, tetapi juga menjadi perjalanan untuk menemukan cara baru dalam menyampaikan cerita. Dari seorang musisi yang dikenal mampu membangun energi melalui beat, Whisnu kini memperlihatkan dirinya sebagai storyteller yang mencoba memetakan perasaan melalui musik.
Sebagai pelengkap debut albumnya, Whisnu Santika juga akan merilis bonus track bersama Tiara Andini pada 11 September 2026. Kehadiran bonus track tersebut menjadi bagian dari rangkaian cerita yang melengkapi perjalanan Map Of Feelings.
Sembilan suara, satu peta perasaan. Map Of Feelings kini sudah dapat didengarkan di berbagai platform streaming digital, sementara bonus track bersama Tiara Andini akan hadir pada 11 September 2026 sebagai pelengkap dari seluruh rangkaian cerita dalam album tersebut. Demikian rilis yang diterima Celebdaily.id, Kamis (27/8/2026).
Yuk, ikuti terus update berita terkini seputar musik di Celebdaily.id.

