Wisata HijauTabanan dorong desa jadi destinasi wisata hijau. (Foto: Dokumentasi)

TABANAN – Sejumlah desa di Kabupaten Tabanan, Bali, menunjukkan potensi menarik untuk dikembangkan sebagai bagian dari wisata berbasis lingkungan dan masyarakat. Melalui program Aku Hatinya PKK, telajakan, serta pengelolaan sampah berbasis sumber, masyarakat didorong menciptakan lingkungan desa yang asri sekaligus memiliki daya tarik bagi wisatawan.

Upaya tersebut terlihat dalam kegiatan Penilaian Lomba Aku Hatinya PKK, sekaligus Peninjauan dan Pembinaan Lomba Telajakan serta Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber (PSBS) TP Posyandu yang berlangsung di Kecamatan Selemadeg Timur dan Kecamatan Selemadeg, Senin (31/8/2026).

Mewakili Ketua TP PKK Kabupaten Tabanan, Sekretaris I TP PKK Kabupaten Tabanan, Budiasih Dirga hadir langsung dalam kegiatan tersebut. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya mendorong peran aktif masyarakat dalam mewujudkan lingkungan yang asri, bersih, sehat, serta mendukung pengelolaan lingkungan berbasis inovasi di tingkat desa.

Dari perspektif wisata, lingkungan desa yang tertata dan hijau dapat menjadi pengalaman tersendiri bagi wisatawan yang ingin menikmati suasana Bali yang lebih dekat dengan kehidupan masyarakat. Tidak hanya menawarkan pemandangan, konsep seperti ini juga memperlihatkan bagaimana warga menjaga lingkungan sekaligus memanfaatkan potensi yang ada di sekitar tempat tinggal mereka.

Menjelajah Desa dengan Konsep Wisata Berkelanjutan

Penilaian Lomba Telajakan dilaksanakan di Desa Gadung Sari dan Desa Serampingan. Sementara itu, peserta Lomba PSBS dari Kecamatan Selemadeg Timur dan Kecamatan Selemadeg berasal dari SDN 1 Mambang dan SDN 2 Berembeng.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Camat Selemadeg Timur dan Camat Selemadeg, jajaran pengurus TP PKK Kabupaten Tabanan, perbekel setempat, serta perwakilan Dinas BPMD. Dalam kesempatan tersebut, Budiasih Dirga bersama jajaran TP PKK Kabupaten Tabanan meninjau secara langsung beragam tanaman yang dikembangkan melalui program Aku Hatinya PKK di kedua lokasi. Beragam tanaman tersebut menjadi bagian dari pemanfaatan lahan sekaligus upaya menciptakan lingkungan desa yang lebih hijau dan nyaman.

Wisata Hijau
Tabanan dorong desa jadi destinasi wisata hijau. (Foto: Dokumentasi)

Selain melihat pemanfaatan lahan melalui berbagai jenis tanaman, jajaran juga mencermati inovasi yang telah diterapkan di masing-masing lokasi dalam mendukung kebersihan dan keindahan lingkungan. Salah satunya adalah pemanfaatan teba modern sebagai bagian dari pengelolaan sampah, termasuk penggunaan maggot untuk membantu proses penguraian sampah organik.

Dari Lingkungan Desa Menjadi Inspirasi Wisata

Berbagai inovasi tersebut menunjukkan bahwa menjaga lingkungan dapat berjalan beriringan dengan upaya menciptakan ruang desa yang menarik dan nyaman. Bagi wisatawan, pengalaman seperti melihat kebun warga, menikmati suasana hijau, hingga mengenal praktik pengelolaan sampah dapat menjadi bagian dari perjalanan yang lebih bermakna.

Wisata Hijau
Tabanan dorong desa jadi destinasi wisata hijau. (Foto: Dokumentasi)

Konsep tersebut juga memperlihatkan bahwa daya tarik wisata tidak selalu harus berupa destinasi besar. Lingkungan desa yang bersih, hijau, kreatif, dan dikelola bersama masyarakat berpotensi menjadi pengalaman wisata yang menawarkan sisi lain dari Tabanan.

Berbagai inovasi tersebut diharapkan dapat terus dikembangkan dan menjadi contoh penerapan pengelolaan lingkungan yang kreatif, berkelanjutan, serta melibatkan masyarakat sejak usia dini.

Dengan keterlibatan masyarakat sejak usia dini, budaya menjaga lingkungan dapat tumbuh menjadi kebiasaan yang berkelanjutan. Desa yang asri bukan hanya nyaman untuk ditinggali, tetapi juga berpotensi memberikan pengalaman berbeda bagi wisatawan yang ingin mengenal kehidupan dan kearifan lokal Bali lebih dekat. Demikian rilis yang diterima Celebdaily.id, Kamis (2/9/2026).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *