JAKARTA – Robert Pattinson mengaku mulai “merasakan usia” saat menjalani adegan pertarungan untuk sekuel The Batman. Aktor berusia 40 tahun itu mengatakan, adegan aksi dalam film terbaru tersebut terasa jauh lebih berat dibandingkan ketika dirinya masih lebih muda.
Robert pertama kali memerankan Bruce Wayne sekaligus sosok Batman dalam film The Batman yang dirilis pada 2022. Kini, ia kembali menjalani proses syuting film lanjutannya yang dijadwalkan tayang pada 2028, tetapi rangkaian adegan aksi membuat proses tersebut terasa seperti sebuah “maraton” baginya.
Robert mengatakan kepada majalah GQ India bahwa dirinya masih menjalani syuting di London hingga akhir tahun. Ia juga mengungkapkan bahwa tuntutan fisik dalam adegan pertarungan membuatnya benar-benar menyadari bahwa dirinya kini sudah berusia 40 tahun.
“Saya berada di London sampai akhir tahun untuk mengerjakan sekuel Batman. Filmnya bagus. Saya benar-benar mulai merasakan usia saya ketika banyak melakukan adegan pertarungan. Saya benar-benar seperti, ‘Sial, ini jauh lebih sulit daripada dulu,’” katanya, seperti Celebdaily.id kutip dari Female First, Rabu (2/9/2026).
Ia kembali mengatakan, “Tapi ini sangat menyenangkan. Dan saya rasa filmnya akan cukup hebat. Para pemainnya juga sangat, sangat menyenangkan, tetapi ini seperti sebuah maraton.”
Jam Tangan Jadi Bagian dari Karakter Bruce Wayne
Robert Pattinson juga menjadi duta kampanye JLC dan mengenakan salah satu jam tangan merek tersebut sebagai Bruce Wayne. Menurutnya, jam tangan itu membantunya semakin mendalami karakter Batman.
“Saya kembali ke London dan akhirnya berjalan melewati toko tersebut dan melihat semua jam tangan lainnya. Ada sesuatu yang terlintas di pikiran saya. Saya berpikir, ‘Jam-jam ini sangat indah.’ Dan akhirnya saya juga mengenakan salah satunya di Batman berikutnya. Sepertinya ini menjadi kerja sama yang cukup menyenangkan dan sangat cocok dengan saya. Saya sangat menyukai gaya dan filosofi perusahaan ini,” katanya.
Ia menambahkan, “Ketika saya baru mulai mencari tahu tentang jam tangan tersebut dan mencoba menentukan model mana yang akan saya gunakan, saya menyadari bahwa Christian [Bale, pemeran Batman sebelumnya] juga pernah mengenakannya. Aneh rasanya—begitu Anda mengenakan Reverso, jam itu benar-benar memberikan nuansa Bruce Wayne.”
Menurutnya, ada sesuatu yang terasa sangat tepat untuk karakter tersebut, bahkan dengan tali jam yang kami pilih. “Itu menjadi benda terakhir yang saya kenakan ketika kostum sudah dipakai dan ada seseorang yang bertugas menjaga jam tersebut. Semuanya terasa sangat identik dengan Bruce Wayne,” katanya.
Setelah menyelesaikan syuting The Batman 2, bintang Mickey 17 tersebut mengaku siap berlibur. Ia menjalani tahun yang sangat sibuk dengan sejumlah proyek yang dirilis, termasuk The Drama, The Odyssey, Primetime dan Dune: Part Three.
Robert mengaku belum pernah menjalani jadwal sepadat itu sebelumnya. Ia bahkan terus bekerja tanpa henti sejak berakhirnya aksi mogok para aktor dan penulis di Hollywood.
“Ya, saya belum pernah melakukan sesuatu seperti ini sebelumnya. Saya benar-benar terus bekerja tanpa henti sejak setelah aksi mogok para aktor dan penulis. Saya sedang mengerjakan sebuah film bersama Adam McKay, tetapi proyek itu akhirnya gagal dan saya mengalami periode panjang ketika tidak bekerja saat saya menata kembali apa yang sebenarnya ingin saya lakukan,” katanya.
“Die My Love bersama [sutradara] Lynne Ramsay, yang selama ini sangat ingin saya ajak bekerja sama, kemudian muncul. Setelah itu, semua proyek ini datang secara beruntun,” ucapnya.
Robert mengatakan, dirinya kemudian mengubah cara pandangnya dalam memilih proyek. Ia tidak lagi terlalu memikirkan apakah sebuah film merupakan produksi besar atau memberinya peran utama, melainkan lebih memilih proyek yang menurutnya menarik.
“Saya hanya mengubah pola pikir saya dan berkata, ‘Saya tidak peduli untuk mengerjakan film-film besar atau menjadi pemeran utama. Saya hanya akan mengerjakan sesuatu yang menurut saya menarik,’” ucapnya.
Ia bahkan merasa heran bagaimana jadwal berbagai proyek tersebut bisa berjalan bersamaan. Setelah menyelesaikan Die My Love, Robert langsung terbang untuk menjalani produksi The Drama.
“Dan kemudian entah bagaimana, saya sendiri tidak mengerti bagaimana jadwalnya bisa benar-benar berjalan, karena saya benar-benar meninggalkan Die My Love dan langsung terbang ke The Drama. Saya menyelesaikannya dan langsung terbang ke Primetime, pada dasarnya di hari yang sama. Saya juga ikut menjadi produser Primetime. Kami sedang mempersiapkan empat film secara bersamaan,” ucapnya.
Ia kembali mengatakan, “Tapi saya rasa semuanya berjalan dengan baik. Setelah semua ini selesai, saya pasti akan berlibur.”

