JAKARTA – Tuta Films menghadirkan film horor-misteri Hasut yang mengandalkan suara misterius dari HT sebagai sumber teror tanpa mengandalkan penampakan makhluk menyeramkan. Film debut sutradara Ilya Sigma ini mengajak penonton mengikuti perjalanan empat sahabat di tengah hutan yang mulai saling curiga akibat suara yang perlahan menghasut mereka.
Hasut mengeksplorasi rasa takut, curiga dan teror psikologis melalui suara-suara misterius yang muncul dari HT. Suara tersebut bukan sekadar gangguan, tetapi perlahan menyesatkan pikiran keempat karakter hingga mereka mempertanyakan siapa yang sebenarnya dapat dipercaya.
Konsep tersebut membuat Hasut menawarkan pendekatan berbeda dalam film horor. Ketegangan dibangun melalui suara yang semakin manipulatif dan memicu paranoia, sehingga penonton terus dibuat bertanya mengenai apa yang sebenarnya terjadi.
Empat pemeran utama, Karina Salim, Rachel Amanda, Marthino Lio dan Kevin Ardilova, memainkan karakter yang saling mencurigai ketika suara misterius tersebut seolah membajak HT mereka. Keempatnya datang ke hutan dengan membawa luka dan trauma masa lalu yang kemudian membuat kondisi semakin tidak terkendali.
Suara-suara tersebut menghasut mereka untuk tidak saling mempercayai hingga akhirnya melukai satu sama lain. Hingga akhir cerita, penonton diajak mempertanyakan siapa yang menghasut dan siapa yang sebenarnya bisa dipercaya ketika apa yang terlihat tidak selalu sama dengan apa yang terdengar.
Ilya Sigma Jadikan Suara sebagai Kekuatan Horor
Penulis sekaligus sutradara Ilya Sigma mengatakan Hasut berbicara tentang rasa curiga dan kepercayaan. Elemen suara menjadi kekuatan utama untuk menghadirkan teror yang berasal bukan dari makhluk tak terlihat, melainkan dari keraguan terhadap diri sendiri dan orang terdekat.
“Film Hasut berbicara tentang sebuah rasa curiga dan kepercayaan. Dengan elemen suara yang menjadi kekuatan film ini, Hasut menjadi horor yang datang bukan dari makhluk yang tak terlihat, tapi dari keraguan terhadap diri sendiri dan orang terdekat,” ujar penulis dan sutradara Ilya Sigma ditemui Celebdaily.id dalam sesi konferensi pers, Plaza Indonesia, Jakarta, Rabu (23/9/2026).

Film Hasut ditulis Ilya Sigma bersama Priesnanda Dwisatria. Film ini diproduseri Putrama Tuta, Siera Tamihardja, serta ko-produser Nick Musa dan Randi Wibawa.
Produser Siera Tamihardja mengatakan film ini diharapkan membuat penonton mempertanyakan kembali berbagai hal yang selama ini mereka yakini. Perjalanan empat sahabat dalam film menjadi cermin bagi penonton untuk ikut mencari tahu siapa yang sebenarnya dapat dipercaya.
“Setelah menonton film Hasut, akan membuat penonton mempertanyakan hal-hal yang selama ini kita kira sudah kita yakini. Seperti perjalanan empat karakter sahabat di film ini, penonton akan terus dihadapkan pada situasi yang membuat mereka bertanya, siapa yang sebenarnya bisa dipercaya?” kata produser Siera Tamihardja.
Tayang 8 Oktober 2026
Cerita Hasut bermula ketika empat orang pergi ke tengah hutan untuk menjalani sebuah ritual penyembuhan. Perjalanan yang seharusnya menjadi upaya menemukan kedamaian justru berubah menjadi misteri yang perlahan menggerogoti rasa percaya di antara mereka.
Di tengah hutan, suara-suara hasutan mulai muncul dan mempertanyakan siapa yang dapat dipercaya serta apa yang sebenarnya terjadi. Ketakutan, luka lama dan kecurigaan kemudian membuat mereka semakin sulit membedakan antara kenyataan dan sesuatu yang hanya ada di dalam pikiran.
Hutan menjadi ruang yang menguji batas kepercayaan keempat karakter. Setiap suara dapat menjadi petunjuk, ancaman atau bahkan kebohongan. Film Hasut akan tayang di bioskop Indonesia mulai 8 Oktober 2026.
Yuk, ikuti terus update berita film dan karya sineas Tanah Air di Celebdaily.id.

