Jajaran pemain film, penulis naskah dan sutradara film Hasut. (Foto: Tuty Ocktaviany)

JAKARTA – Film horor-misteri Hasut menghadirkan kisah empat sahabat yang harus berhadapan dengan ketakutan, trauma masa lalu dan rasa saling curiga ketika menjalani ritual penyembuhan di tengah hutan. Dibintangi Karina Salim, Rachel Amanda, Marthino Lio dan Kevin Ardilova, film ini menjadikan hubungan antarkarakter sebagai bagian penting dari teror yang dibangun sepanjang cerita.

Keempat sahabat tersebut datang ke hutan dengan harapan menemukan kedamaian. Namun, suara-suara misterius yang muncul melalui HT justru membuat mereka semakin sulit mempercayai satu sama lain.

Suara tersebut perlahan memengaruhi pikiran mereka hingga memunculkan paranoia. Luka dan trauma yang selama ini mereka bawa juga ikut terbuka, membuat hubungan di antara mereka semakin tidak terkendali.

Situasi tersebut kemudian membawa keempat karakter pada pertanyaan yang sama, siapa yang sebenarnya menghasut dan siapa yang bisa dipercaya. Ketegangan tidak hanya muncul dari apa yang terjadi di hutan, tetapi juga dari hubungan antarmanusia yang perlahan retak.

Rachel Amanda Hadapi Teror Psikologis di Tengah Hutan

Bagi Rachel Amanda, Hasut menjadi tantangan baru karena seluruh lokasi syuting berada di hutan dan hanya melibatkan empat pemeran utama. Kondisi tersebut membuat kekuatan akting para pemain sangat dibutuhkan untuk membangun suasana teror psikologis yang bersumber dari suara-suara misterius.

“Menonton film Hasut akan membawa kita pada sebuah perasaan tegang, terteror secara psikologis dan refleksi tentang sebuah relasi terhadap orang terdekat kita. Dan berada di hutan, alam, membuat kita bisa terbuka sisi-sisi yang mungkin selama ini kita tutupi dan memperlihatkan tentang apakah kita adalah orang yang selama ini menghasut atau yang dihasut?” kata Rachel Amanda ditemui Celebdaily.id dalam sesi konferensi pers di Plaza Indonesia, Jakarta, Rabu (24/9/2026).

Karina Salim juga melihat hubungan antarkarakter sebagai salah satu bagian emosional dalam film. Karakter yang diperankannya memiliki hubungan kakak-adik dengan Rere dan membawa trauma masa lalu yang harus mereka hadapi kembali di tengah hutan.

“Buat aku salah satu adegan paling emosional adalah saat bersama Rachel Amanda, yang cukup menguras emosi. Karena kami berdua di sini adalah kakak-adik, yang memiliki trauma di masa lalu dan di hutan inilah, keduanya mencoba membicarakannya untuk pertama kalinya. Perasaan luka masa lalu itu juga yang rasanya membuat karakter Vira dan Rere relate dengan banyak orang,” ujar Karina Salim.

Saat Kepercayaan Mulai Dipertanyakan

Konflik dalam Hasut berkembang ketika suara-suara misterius mulai memengaruhi cara keempat sahabat melihat satu sama lain. Mereka harus berhadapan dengan rasa takut sekaligus pertanyaan mengenai apakah ancaman yang mereka dengar benar-benar nyata.

Jajaran pemain film, penulis naskah, sutradara dan sosok penting di balik film Hasut. (Foto: Tuty Ocktaviany)

Konsep tersebut membuat hutan dalam Hasut bukan hanya menjadi lokasi cerita. Hutan menjadi ruang yang menguji batas kepercayaan, tempat setiap suara dapat berubah menjadi petunjuk, ancaman, maupun kebohongan.

Film ini meninggalkan pertanyaan tentang pilihan ketika orang-orang terdekat terlihat dapat dipercaya, tetapi suara yang terdengar justru mengatakan sebaliknya. Pertanyaan tersebut menjadi inti perjalanan empat sahabat yang harus menentukan siapa yang akan mereka percaya.

Hasut merupakan film yang disutradarai Ilya Sigma dan ditulis bersama Priesnanda Dwisatria. Film produksi Tuta Films tersebut akan tayang di bioskop Indonesia mulai 8 Oktober 2026.

Yuk, dukung film Indonesia dan ikuti terus update karya dari sineas Tanah Air di Celebdaily.id.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *