TidurJangan langsung tidur ketika baru selesai makan karena menimbulkan masalah kesehatan. (Foto: Freepik)

JAKARTA – Menyelesaikan makan malam setelah seharian beraktivitas lalu langsung tidur mungkin terasa nyaman, tetapi kebiasaan tersebut ternyata dapat menimbulkan sejumlah masalah kesehatan. Lantas, apakah tidur segera setelah makan malam bisa berdampak buruk pada jantung dan berapa lama waktu yang sebaiknya diberikan sebelum tidur?

Dokter spesialis memberikan penjelasan mengenai kebiasaan tidur setelah makan malam dan dampaknya bagi kesehatan. Dr Devendra Kr. Shrimal, Director of Cardiology, Jaipur, mengatakan jawabannya tidak bisa hanya dijawab dengan ya atau tidak.

Tidur segera setelah makan malam kemungkinan besar tidak secara langsung menyebabkan masalah jantung. Namun, kebiasaan tersebut dapat menimbulkan rasa tidak nyaman, terutama bagi orang yang mengalami refluks asam lambung.

“Makan tepat sebelum tidur tidak secara langsung menyebabkan serangan jantung atau penyakit jantung. Namun, tidur segera setelah makan dalam jumlah banyak atau makan terlalu larut dapat memengaruhi pencernaan, tidur dan refluks asam lambung. Makan terlalu larut dan memiliki pola tidur yang tidak teratur juga dapat menyebabkan faktor risiko metabolik dan kardiovaskular dalam jangka panjang,” katanya, dikutip Celebdaily.id dari Hindustan Times, Jumat (25/9/2026).

Masalah Kesehatan Tidur Setelah Makan Malam

Menurut Dr Shrimal, masalah pertama yang perlu diperhatikan adalah refluks asam lambung. Berbaring tidak lama setelah makan membuat asam lambung lebih mudah mengalir kembali ke kerongkongan, terutama setelah mengonsumsi makanan dalam jumlah banyak, berlemak atau pedas.

“Saat Anda berbaring tidak lama setelah makan, gravitasi tidak lagi membantu menahan isi lambung tetap berada di bawah. Kondisi ini dapat membuat asam lambung mengalir kembali ke kerongkongan, terutama setelah makan dalam jumlah banyak, berlemak atau pedas. Mereka yang sudah mengalami masalah asam lambung atau gastroesophageal reflux disease (GERD) dapat mengalami heartburn, rasa asam di mulut, batuk atau kesulitan tidur pada malam hari,” tuturnya.

Saat seseorang berbaring tidak lama setelah makan, gravitasi tidak lagi membantu menahan isi lambung tetap berada di bawah. Kondisi ini dapat membuat asam lambung mengalir kembali ke kerongkongan, terutama setelah makan dalam jumlah banyak atau mengonsumsi makanan berlemak dan pedas.

Orang yang memang sudah mengalami masalah asam lambung atau gastroesophageal reflux disease (GERD) dapat mengalami gejala seperti sensasi terbakar di dada atau heartburn, rasa asam di mulut, batuk, hingga kesulitan tidur pada malam hari. Dr Shrimal kemudian menyarankan untuk menunggu setidaknya tiga jam setelah makan malam sebelum tidur, terutama bagi orang yang sering mengalami refluks pada malam hari.

Terkait jantung, Dr Shrimal mengatakan hal yang perlu diperhatikan adalah pola yang lebih luas, yaitu kebiasaan makan larut malam, kualitas tidur yang buruk, serta rutinitas yang tidak teratur. Kebiasaan tersebut dalam jangka panjang dapat memengaruhi metabolisme, tekanan darah dan aspek lain yang berkaitan dengan kesehatan jantung.

“American Heart Association melaporkan bahwa jadwal tidur dan makan yang tidak teratur dapat berkaitan dengan faktor risiko kardiometabolik seperti obesitas, resistensi insulin dan tekanan darah tinggi. Namun, para ilmuwan masih terus meneliti sejauh mana waktu makan sebenarnya dapat meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular dalam jangka panjang,” kata Dr Shrimal.

Menurut penjelasan tersebut, American Heart Association melaporkan bahwa jadwal tidur dan makan yang tidak teratur dapat berkaitan dengan faktor risiko kardiometabolik, seperti obesitas, resistensi insulin dan tekanan darah tinggi. Namun, para ilmuwan masih terus meneliti sejauh mana waktu makan sebenarnya dapat meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular dalam jangka panjang.

Makanan dan tidur juga memiliki hubungan dua arah. Makan dalam jumlah banyak atau dengan komposisi yang tidak seimbang menjelang waktu tidur dapat menimbulkan rasa tidak nyaman dan mengganggu kualitas tidur. Sebaliknya, kualitas tidur yang buruk dapat memengaruhi nafsu makan, pilihan makanan dan kesehatan metabolisme.

Berapa Lama Harus Menunggu Sebelum Tidur?

Lantas, berapa lama waktu yang sebaiknya diberikan antara makan malam dan waktu tidur? Dr Shrimal menyarankan untuk memberikan waktu beberapa jam agar tubuh dapat mencerna makanan, terutama bagi orang yang sering mengalami refluks asam atau gangguan pencernaan.

“Makan malam setidaknya tiga jam sebelum waktu tidur, terutama jika Anda cenderung mengalami refluks asam atau gangguan pencernaan. Pilih makanan yang lebih ringan pada malam hari dan jangan menjadikan makan malam yang berat dan tinggi lemak sebagai kebiasaan. Namun yang lebih penting, perhatikan kesehatan secara keseluruhan, pola makan sehat, olahraga teratur, kebiasaan tidur yang baik, serta jadwal makan dan tidur yang teratur lebih penting daripada satu kali makan malam yang dilakukan terlalu larut,” katanya.

Dengan demikian, makan malam sebaiknya dilakukan setidaknya tiga jam sebelum waktu tidur, terutama jika seseorang mudah mengalami refluks asam atau gangguan pencernaan. Makan malam yang lebih ringan juga disarankan dan makanan berat dengan kandungan lemak tinggi sebaiknya tidak menjadi kebiasaan.

Namun, menurut Dr Shrimal, yang lebih penting adalah melihat kesehatan secara keseluruhan. Pola makan sehat, olahraga teratur, kebiasaan tidur yang baik, serta jadwal makan dan tidur yang teratur lebih penting daripada hanya berfokus pada satu kali makan malam yang dilakukan terlalu larut. Jarak tiga jam antara makan malam dan waktu tidur dapat membantu mengatasi refluks yang terjadi pada malam hari.

Kapan Harus Memeriksakan Diri ke Dokter?

Meski demikian, jangan langsung menganggap rasa tidak nyaman setelah makan malam dalam jumlah banyak sebagai sekadar masalah asam lambung. Dokter mengingatkan bahwa gejala serangan jantung terkadang dapat disalahartikan sebagai gangguan pencernaan, terutama ketika terjadi pada malam hari.

Jika mengalami nyeri atau tekanan di dada, berkeringat, mual atau nyeri yang menjalar ke lengan, punggung, leher, atau rahang, segera cari pertolongan medis darurat. Kondisi tersebut perlu mendapat perhatian segera dan tidak sebaiknya dianggap hanya sebagai gangguan pencernaan atau asam lambung.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *