Serangan JantungWaspada, gejala penyakit jantung tak selalu nyeri dada. (Foto: Freepik)

JAKARTA – Ketika membicarakan serangan jantung, nyeri dada biasanya menjadi gejala pertama yang terlintas di pikiran. Padahal, masalah jantung juga dapat muncul melalui sesak napas, mudah lelah, berkeringat, mual, pusing atau rasa tidak nyaman di bagian tubuh lainnya.

Gejala-gejala tersebut terkadang dianggap sebagai gangguan pencernaan, kelelahan atau sekadar karena tubuh sedang tidak fit. Dr Anjan Siotia, Direktur Kardiologi di BM Birla Heart Hospital menjelaskan sejumlah gejala masalah jantung yang tidak boleh diabaikan.

Sesak Napas hingga Nyeri di Bagian Tubuh Lain

Dr Anjan menekankan bahwa sesak napas saat melakukan aktivitas yang sebelumnya masih dapat dilakukan dengan mudah tidak boleh diabaikan, terutama jika kondisi tersebut baru terjadi. Merasa lelah setelah melakukan olahraga berat tentu berbeda dengan tiba-tiba merasa kesulitan berjalan dalam jarak pendek atau menaiki tangga.

“Sesak napas yang muncul bersamaan dengan rasa tidak nyaman di dada, pusing, berkeringat atau kelemahan yang tidak biasa perlu mendapatkan perhatian medis,” kata Dr Anjan, dikutip Celebdaily.id dari Hindustan Times, Senin (5/10/2026).

Menurut Dr Anjan, masalah jantung juga dapat menyebabkan rasa tidak nyaman di bagian tubuh selain dada. Nyeri atau tekanan dapat terasa di lengan, bahu, punggung, leher atau rahang.

“Masalah jantung juga dapat menyebabkan rasa tidak nyaman di luar area dada. Nyeri atau tekanan dapat terasa di lengan, bahu, punggung, leher, atau rahang,” kata Dr Anjan.

Sebagian orang mungkin mengalami mual, berkeringat atau merasa seperti akan pingsan, alih-alih merasakan nyeri dada hebat yang selama ini dianggap sebagai ciri khas serangan jantung. Gejala yang muncul dapat berbeda pada setiap orang sehingga penting untuk tidak menunggu satu gejala tertentu sebelum mencari pertolongan.

Gejala yang muncul pada awalnya juga bisa relatif ringan. Seseorang mungkin hanya merasakan sedikit rasa tidak nyaman, mudah lelah atau sesak napas dan menganggap kondisi tersebut akan hilang dengan sendirinya.

Namun, jika gejala tersebut merupakan sesuatu yang baru atau berbeda dari kondisi normal orang tersebut, sebaiknya jangan diabaikan. Kondisi tersebut perlu diperhatikan daripada langsung menganggapnya sebagai sesuatu yang tidak serius.

Penyakit Kronis dan Gaya Hidup Tingkatkan Risiko

Menurut Dr Anjan, risiko penyakit jantung perlu dilihat berdasarkan kondisi kesehatan seseorang secara keseluruhan. Diabetes, tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi, merokok, obesitas dan kurangnya aktivitas fisik merupakan faktor risiko yang telah diketahui berkaitan dengan penyakit jantung.

Stres juga menjadi salah satu faktor penting yang perlu diperhatikan. Persaingan dan tekanan dalam kehidupan mulai muncul sejak usia lebih muda, sementara banyak orang juga tidur lebih sedikit dari yang seharusnya.

Menghabiskan waktu berjam-jam menggunakan ponsel pada malam hari juga dapat mengurangi waktu untuk tidur yang cukup, berolahraga, maupun melakukan pemulihan tubuh. Kondisi tersebut membuat kesehatan jantung perlu diperhatikan, termasuk oleh mereka yang masih merasa muda dan sehat.

Serangan jantung semakin banyak ditemukan pada orang yang lebih muda. Karena itu, kesehatan jantung tetap perlu menjadi perhatian meskipun seseorang merasa masih muda atau tidak memiliki masalah kesehatan.

Risiko serangan jantung memang tidak dapat dikurangi hingga menjadi nol. Namun, mengendalikan berbagai faktor risiko yang masih dapat diubah dapat memberikan manfaat yang berarti.

Berhenti Merokok dan Jaga Kesehatan Jantung

Merokok sebaiknya dihentikan. Diabetes, tekanan darah dan kolesterol tinggi juga perlu dikendalikan dengan baik, termasuk mengonsumsi obat yang diresepkan dokter jika memang diperlukan.

“Aktivitas fisik secara teratur, pola makan seimbang, tidur yang cukup dan pengelolaan stres yang lebih baik juga sama pentingnya. Menjaga kesehatan mental merupakan bagian dari menjaga kesehatan jantung,” kata Dr Anjan.

Tidak setiap kejadian sesak napas, kelelahan atau mual berarti ada masalah pada jantung. Gejala-gejala tersebut dapat disebabkan oleh berbagai kondisi lain.

Namun, ketika gejala muncul secara tiba-tiba, tidak diketahui penyebabnya, terjadi secara bersamaan atau merupakan perubahan yang jelas dari kondisi normal, gejala tersebut sebaiknya tidak diabaikan. Nyeri dada memang menjadi tanda masalah jantung yang paling dikenal, tetapi jantung dapat memberikan sinyal gangguan melalui berbagai cara lainnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *