PasanganMenjaga hubungan yang sehat dengan pasangan. (Foto: Freepik)

JAKARTA – Membuat pasangan melakukan apa yang kita inginkan terkadang bisa berjalan tanpa usaha berarti, tetapi bagi pasangan lain hal tersebut justru menjadi sumber konflik dalam hubungan. Terapis sekaligus konselor pasangan Jeff Guenther menjelaskan bahwa tidak ada cara untuk benar-benar “membuat” pasangan melakukan sesuatu, tetapi ada langkah yang dapat dilakukan agar pasangan lebih mudah memenuhi keinginan tersebut.

Melalui unggahan di Instagram, Jeff Guenther, terapis dan konselor pasangan dengan pengalaman lebih dari 20 tahun, membahas persoalan tersebut dan menjelaskan apakah ada cara untuk membuat pasangan melakukan apa yang kita inginkan. Inilah penjelasannya, seperti dikutip Celebdaily.id dari Hindustan Times, Senin (5/10/2026).

Tuliskan Keinginan, Lalu Evaluasi Diri

Menurut Jeff, baik ketika kita ingin pasangan merencanakan kencan atau perjalanan maupun sekadar membereskan barang-barangnya sendiri, ada cara yang dapat membantu mewujudkan hal tersebut.

Langkah pertama adalah menuliskan semua hal yang ingin dilakukan pasangan. Tidak peduli apakah hal tersebut terasa penting atau sepele, semuanya perlu dicatat di kertas atau aplikasi catatan di ponsel. “Semua,” katanya.

Langkah kedua menjadi bagian yang paling penting. Jeff menyarankan untuk melihat kembali daftar tersebut dan bertanya kepada diri sendiri apakah ada perilaku kita yang justru membuat pasangan kesulitan memenuhi keinginan tersebut.

“Ambil daftar itu dan untuk setiap hal, tanyakan kepada diri sendiri, ‘Apa yang saya lakukan sehingga membuat mereka lebih sulit memberikan hal ini kepada saya?’” kata Jeff.

“Saya mengatakan ini sambil menyadari bahwa tentu saja Anda bukan masalahnya, sayang. Anda adalah pasangan yang sempurna. Kita tahu itu. Tetapi mungkin, hanya mungkin, Anda juga bukan pihak yang sepenuhnya netral dalam hal ini,” ucapnya.

Jeff kemudian memberikan beberapa contoh. Seseorang mungkin ingin pasangannya lebih terbuka, tetapi ketika pasangan terakhir kali bercerita, hal tersebut justru diungkit kembali saat mereka sedang bertengkar.

Contoh lainnya, seseorang mungkin ingin pasangan lebih sering merencanakan sesuatu, tetapi setiap kali pasangan mencoba melakukannya, justru ada terlalu banyak koreksi atau perubahan yang diminta. Menurut Jeff, perilaku seperti itu dapat membuat pasangan akhirnya bersikap lebih berhati-hati atau memilih mundur.

Tidak Bisa Memaksa Pasangan, Tetapi Bisa Bertanya

Jeff menegaskan bahwa tidak ada seseorang yang benar-benar bisa “membuat” pasangannya melakukan sesuatu. Namun, kita dapat memastikan bahwa diri sendiri tidak menjadi faktor yang justru membuat pasangan semakin sulit melakukan hal yang diharapkan.

“Jika Anda benar-benar merasa sebagai pasangan yang sempurna dan benar-benar tidak bisa menemukan apa yang Anda lakukan sehingga menghambatnya, yang perlu Anda lakukan hanyalah bertanya kepada mereka. Katakan, ‘Saya benar-benar ingin kamu lebih sering merencanakan kencan kita. Apakah ada sesuatu yang saya lakukan sehingga membuat itu sulit?’ Dan ini adalah keterampilan yang sebenarnya, cukup terima jawabannya,” ujar Jeff.

Menurutnya, menerima jawaban pasangan menjadi bagian penting dalam proses tersebut. Setelah mengetahui jawabannya, seseorang juga perlu bersedia melakukan perubahan jika memang ada perilaku yang selama ini menjadi penghalang.

Namun, Jeff memberikan catatan penting. Jika seseorang sudah melakukan semua langkah tersebut, memberi ruang, bertanya kepada pasangan dan benar-benar mengubah perilakunya, tetapi pasangan tetap berulang kali tidak melakukan hal yang diharapkan, persoalannya mungkin bukan lagi sekadar masalah komunikasi.

“Sebentar, kalau Anda sudah melakukan semua ini, memberi ruang, bertanya, benar-benar berubah dan mereka tetap berulang kali tidak melakukan hal tersebut, itu bukan lagi masalah komunikasi. Itu adalah informasi yang sangat penting bagi Anda,” ucapnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *