JAKARTA – Hartono Gan resmi memperkenalkan lini ready-to-wear pertamanya dalam ajang JF3 Fashion Festival 2026. Koleksi ini diluncurkan di LAKON Store sebagai langkah strategis menuju sistem retail yang lebih luas.
Peralihan ini menjadi tonggak penting dalam perjalanan brand Hartono Gan. Sebelumnya berbasis made-to-order, kini brand tersebut bergerak lebih terstruktur dan siap menjangkau pasar yang lebih besar.
Hartono mengungkapkan bahwa keputusan ini didorong oleh momentum yang tepat, serta perkembangan tren yang semakin terbuka.
“It’s very simple ya, saya merasa ini momen untuk apa yang selama ini saya kerjain. Kalau saya tes lima tahun lalu, orang belum tentu paham. Sekarang pop culture sudah berubah,” katanya kepada Celebdaily.id di LAKON Store, Mal Kelapa Gading, Jakarta, Sabtu (25/4/2026).
BACA JUGA:
Rihanna Perkenalkan Popok Haute Couture Dior untuk Putrinya, Inovasi Fashion Unik
Ia juga menekankan bahwa selama bertahun-tahun dirinya telah membangun fondasi desain yang kuat sebelum akhirnya masuk ke fase baru ini.
“Udah 15 tahun perjalanan, sekarang saya merasa sudah waktunya membuka sesuatu yang baru,” ucapnya.
Koleksi ini menghadirkan 16 artikel dengan konsep capsule wardrobe. Mulai dari blazer hingga kemeja, setiap potongan tetap mempertahankan karakter tailoring khas.
“Saya ingin lebih banyak orang dapat menikmati kualitas yang selama ini menjadi ciri khas Hartono Gan Homme. Ready-to-wear ini bukan kompromi, melainkan pengembangan bahasa desain saya ke konteks yang lebih luas, tanpa kehilangan esensinya,” katanya.
JF3 Dorong Kesiapan Industri
Transformasi ini juga menjadi bagian dari dukungan program Future Fashion Award (FFA) yang kini berkembang menjadi Future Fashion Designer (FFD). Program ini mendorong desainer untuk tidak hanya kreatif, tetapi juga siap secara bisnis.
Advisor JF3 sekaligus Founder LAKON Indonesia, Thresia Mareta, menyebut bahwa fondasi bisnis menjadi kunci pertumbuhan brand.
BACA JUGA:
Zendaya Ungkap Inspirasi Fashion Masa Kecil, Terinspirasi dari The Cheetah Girls
“Ketika kreativitas dipertemukan dengan kesiapan bisnis yang terstruktur, hasilnya dapat melampaui sebuah koleksi,” katanya.
Sementara itu, Chairman JF3, Soegianto Nagaria menambahkan bahwa ekosistem menjadi faktor penting dalam mendorong industri.
“JF3 hadir bukan hanya untuk merayakan kreativitas, tetapi untuk membangun sistem yang memungkinkan kreativitas itu berkembang menjadi kekuatan industri,” katanya

