JAKARTA – Hayden Panettiere disebut tengah fokus “menata kembali hidupnya” dan ingin menjadi sosok perempuan yang “kuat, tangguh, dan berani” dalam wawancara televisi yang berlangsung hanya tiga bulan sebelum meninggal dunia di usia 36 tahun. Bintang Heroes dan Nashville itu membicarakan perjuangannya menghadapi kecanduan, depresi pascamelahirkan, menjadi ibu, serta pengalaman tumbuh sebagai aktris cilik di Hollywood.
Hayden tampil dalam The Tamron Hall Show pada Mei 2026 untuk mempromosikan memoarnya, This Is Me: A Reckoning. Dalam wawancara bersama pembawa acara Tamron Hall tersebut, Hayden secara terbuka membahas berbagai pengalaman pribadi yang membentuk perjalanan hidupnya.
Hayden meninggal pada Minggu, 16 Agustus 2026, setelah ditemukan tidak sadarkan diri di sebuah kediaman di Greenville, South Carolina. Pihak berwenang masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab dan keadaan kematiannya.
Sumber yang mengetahui penampilan terbaru Hayden di acara Tamron Hall Show mengatakan kepada Page Six, “Ia tampak benar-benar merasa telah diperlakukan tidak adil oleh banyak orang dan karena itu, ia fokus untuk menata kembali hidupnya.”
Hayden Ingin Menjadi Teladan bagi Putrinya
Dalam wawancara tersebut, Hayden juga menceritakan pengalamannya sebagai aktris cilik. Ia mengenang pernah diberi apa yang disebutnya sebagai “pil bahagia” oleh seseorang yang sangat ia percaya ketika berusia 16 tahun, sebelum menghadiri karpet merah.
“Orang ini adalah seseorang yang sangat saya percaya untuk melindungi saya. Saat itu, tidak pernah terlintas dalam pikiran saya bahwa dia akan menempatkan saya dalam situasi yang bisa membahayakan saya,” katanya, dikutip dari Female First, Selasa (18/8/2026).
Hayden ditemani publisisnya, Kasey Kitchen, yang turut mendampinginya selama sebagian wawancara. Menurut Page Six, Tamron ingin Hayden didampingi seseorang yang ia percaya ketika membahas berbagai persoalan yang dituangkan dalam memoarnya.
Sumber tersebut mengatakan, “Hayden benar-benar ingin Kasey berada di sana selama satu jam dan persahabatan mereka terlihat tulus.”
Sumber itu menambahkan, “Sepertinya publisisnya adalah satu-satunya orang yang benar-benar bisa diandalkan Hayden saat itu.”
Sumber lainnya mengatakan Hayden dan Kasey bertemu setelah sang aktris “mulai berada di arah yang lebih baik” dan menggambarkan Kasey sebagai seseorang yang “bisa dipercaya Hayden”.
Setelah Hayden meninggal dunia, The Tamron Hall Show kembali menayangkan wawancara tersebut melalui media sosial. Dalam cuplikan itu, Hayden berbicara tentang sosok seperti apa yang ingin ia tunjukkan kepada putrinya, Kaya, yang kini berusia 11 tahun.
“Saya ingin menjadi contoh perempuan yang kuat, tangguh, dan berani—perempuan yang bisa berkata, ‘Tidak’, mampu menetapkan batasan pribadi dan tidak membiarkan dirinya dimanfaatkan. Dan saya akan melakukan apa pun untuk melindunginya,” katanya ketika itu.
Perjuangan Hayden Melawan Kecanduan
Wawancara tersebut juga membahas krisis kesehatan yang akhirnya mendorong Hayden mencari pengobatan untuk kecanduan alkohol. Ia menceritakan kondisi tubuhnya ketika menyadari bahwa dirinya membutuhkan pertolongan.
“Ketika saya sampai pada titik melihat ke cermin dan menyadari mata saya berubah menjadi kuning, saya tidak lagi mengenali tubuh saya sendiri. Saya kemudian pergi ke dokter dan menjalani tes darah, lalu dokter mengatakan kepada saya, ‘Kalau kamu tidak berhenti, kamu akan menghadapi kemungkinan transplantasi hati’.”
Tamron kemudian merespons, “Jadi, kamu baru berusia 30 tahun dan dokter mengatakan, ‘Hayden, kamu baru 30 tahun. Kamu tidak akan hidup sampai usia 35 tahun’.”
Hayden menjawab, “Ya, (dokter mengatakan), ‘Kalau kamu tidak segera berhenti’.
“Dan saya berpikir, ‘Saya tidak bisa melakukan itu pada diri saya sendiri’. Kalau saya tidak bisa melakukannya untuk diri saya sendiri, saya akan melakukannya demi anak saya.”
Hayden sebelumnya mengatakan kepada People bahwa ia menjalani perawatan dan terapi trauma sebagai bagian dari proses pemulihannya. Pada 2022, ia menggambarkan hidup tanpa alkohol sebagai “pilihan yang harus dibuat setiap hari” dan mengatakan bahwa dirinya terus memeriksa kondisi diri sendiri.
Pengalaman Hayden menghadapi kecanduan dan proses pemulihannya menjadi bagian penting dalam memoarnya, This Is Me: A Reckoning, yang dirilis pada Mei 2026. Memoar tersebut juga membahas depresi pascamelahirkan setelah kelahiran Kaya, hubungannya dengan ayah Kaya, mantan juara tinju kelas berat Ukraina Wladimir Klitschko, 50, serta kematian adik laki-laki Hayden, Jansen Panettiere, yang meninggal dunia pada usia 28 tahun pada 2023.

