JAKARTA – James Gunn memberikan kabar terbaru mengenai film Superman: Man of Tomorrow dengan mengumumkan bahwa proses syuting film tersebut telah selesai. Sutradara sekaligus bos DC Studios itu menyampaikan kabar tersebut hanya sekitar empat bulan setelah proses produksi film dimulai.
Gunn mengumumkan bahwa proses syuting utama (principal photography) telah rampung melalui unggahan di Threads. Ia juga membagikan sejumlah foto di balik layar bersama para pemain dan kru yang terlibat dalam produksi film tersebut.
Ia menulis, “Syuting utama Man of Tomorrow telah selesai. Ini benar-benar sebuah pengalaman yang menyenangkan dan saya sangat berterima kasih kepada para pemain dan kru saya.”
Gunn juga membagikan beberapa foto kepada para pengikutnya. Salah satunya memperlihatkan Nicholas Hoult, pemeran Lex Luthor dalam waralaba tersebut, yang “melompat ke danau” setelah menyelesaikan pengambilan gambar terakhirnya.
Selain itu, Gunn membagikan foto yang disebutnya sebagai “tim pemikir” atau orang-orang yang menjadi tempatnya bertukar gagasan selama proses pembuatan film.
“Mereka membuat proses pembuatan film menjadi menyenangkan,” tulis Gunn.
Superman dan Lex Luthor Hadapi Ancaman Brainiac
Sekuel dari film Superman yang dirilis pada 2025 tersebut dijadwalkan tayang di bioskop pada 9 Juli 2027. Nicholas Hoult akan kembali memerankan Lex Luthor.
Kali ini, karakter tersebut akan bekerja sama dengan rivalnya, Superman yang diperankan David Corenswet, untuk menghadapi ancaman supercerdas bernama Brainiac, yang diperankan Lars Eidinger.
Sejumlah pemain dari film sebelumnya juga akan kembali dalam sekuel ini. Mereka antara lain Rachel Brosnahan sebagai Lois Lane, Skyler Gisondo sebagai Jimmy Olsen, Sara Sampaio sebagai Eve Teschmacher, Nathan Fillion sebagai Guy Gardner, Isabela Merced sebagai Hawkgirl, serta Edi Gathegi sebagai Mister Terrific.
Mereka akan bergabung dengan Milly Alcock, yang sebelumnya tampil sebagai cameo dalam film Superman pada 2025 sebagai sepupu Superman, Kara Zor-El. Karakter tersebut kemudian akan menjadi tokoh utama dalam film Supergirl.
Produksi Superman: Man of Tomorrow menjadi bagian dari upaya membangun kembali DC Universe di bawah kepemimpinan James Gunn. DC merencanakan sejumlah alur cerita yang saling terhubung dalam berbagai film untuk memperluas semesta superhero tersebut.
Warner Bros., sebagai perusahaan yang menaungi DC, turut mendukung proyek ini sebagai bagian dari strategi berkelanjutan untuk membangun kembali waralaba superhero mereka.
Film pertama dalam reboot Superman garapan Gunn menjadi salah satu titik penting bagi studio. Film tersebut menempatkan Superman sebagai pusat dari rangkaian cerita baru yang akan dikembangkan DC dalam beberapa tahun mendatang.
Superman: Man of Tomorrow pun menjadi salah satu proyek adaptasi komik besar yang tengah dikembangkan. DC terus memperluas jajaran karakter dan alur cerita untuk membangun semesta superhero mereka di masa depan.
James Gunn Sebut Superman sebagai Film Tersulit yang Pernah Dibuatnya
Sebelumnya, James Gunn pernah menyebut Superman sebagai film tersulit yang pernah ia kerjakan. Ia bahkan mengaku mungkin tidak akan menyutradarai film tersebut jika tidak menemukan David Corenswet sebagai pemeran Superman.
Dalam podcast Variety Awards Circuit, Gunn mengatakan, “Ini adalah film tersulit yang pernah saya buat. Film tersulit berikutnya mungkin adalah Guardians pertama.”
Menurut Gunn, tantangan saat menggarap Guardians adalah membangun salah satu bagian dari semesta Marvel yang terasa benar-benar berbeda dari film-film Marvel lainnya pada saat itu.
“Dalam Guardians, Anda membangun sebuah sudut dari semesta yang terasa benar-benar berbeda dari semua hal lain yang sedang dilakukan Marvel pada saat itu. Di sini, saya harus mengarahkan kembali sesuatu yang sudah dipahami semua orang,” katanya, dikutip Celebdaily.id dari Female First, Jumat (28/6/2026).
Ia mengaku bahwa secara mengejutkan Superman justru menjadi filmnya yang paling kuat dalam menghadirkan nuansa buku komik.
“Secara aneh, ini adalah film yang paling digerakkan oleh komik yang pernah saya buat. Lebih dari film superhero saya yang lain,” ucapnya.
Menurut Gunn, tantangan lainnya adalah karena Superman merupakan karakter yang sudah sangat dikenal masyarakat di seluruh dunia. “Semua orang di dunia memiliki pemikiran yang berbeda tentang Superman. Semua orang tahu siapa dia,” katanya.
Tekanan terhadap proyek tersebut juga semakin besar karena perhatian publik tertuju pada DC dan DC Universe. “Semua mata tertuju kepada kami—kepada DC, kepada DCU, kepada semuanya. Tekanan itu nyata,” ucapnya.
Karena itu, menemukan pemeran yang tepat untuk Superman menjadi hal yang sangat penting bagi Gunn. Ia bahkan mengatakan tidak akan membuat film tersebut jika tidak menemukan sosok yang tepat untuk memerankan Man of Steel.
“Jika saya tidak bisa menemukan Superman, saya tidak akan membuat filmnya. Saya ingat berpikir [setelah audisi Corenswet], ‘Jika itu adalah hal terburuk yang kami lakukan, berarti kami berada dalam kondisi yang sangat baik,’” katanya.

