JAKARTA – Macklemore berjanji akan mendonasikan pendapatannya sebesar 1 juta dolar AS dari tur Loop milik Ed Sheeran kepada organisasi yang mendukung masyarakat Palestina.
Rapper berusia 43 tahun itu menjadi sorotan ketika tampil sebagai pembuka dalam tur tersebut di MetLife Stadium, New Jersey, pada 4 September. Dalam penampilannya sebagai musisi pendukung tur, ia mengatakan kepada penonton, “Salah satu alasan saya ingin ikut dalam tur ini karena saya ingin berdiri di atas panggung-panggung stadion di seluruh Amerika dan mengucapkan dua kata yang sangat dekat dan berarti bagi hati saya: Free Palestine.”
“Saya bilang, Free Palestine!” ucapnya, seperti Celebdaily.id kutip dari Female First, Kamis (17/9/2026).
Macklemore mendapat sejumlah kritik atas pernyataannya tersebut. Meski demikian, dukungannya terhadap Palestina tetap ia suarakan, bahkan ketika sikapnya memicu perdebatan di kalangan sesama musisi, termasuk Pink dan Boy George, hingga akhirnya ia tidak lagi menjadi bagian dari tur Ed Sheeran.
Macklemore Donasikan Seluruh Pendapatan Tur
Namun, Macklemore melalui Instagram pada Rabu (16/9/2026) mengatakan, bahwa ia akan mendonasikan seluruh uang yang diperolehnya dari tur tersebut.
“Dengan semua yang telah terjadi dalam 48 jam terakhir, saya ingin mengembalikan pembicaraan ke tempat yang seharusnya: kepada rakyat Palestina yang masih dibunuh, masih hidup di bawah pendudukan militer, dan masih berjuang untuk kebebasan mereka,” tulisnya.
Ia menambahkan, “Saya akan mendonasikan seluruh pendapatan bersih saya sebesar 1 juta dolar AS dari Ed Sheeran’s Loop Tour kepada enam organisasi yang bekerja secara langsung untuk mendukung rakyat Palestina.”
Macklemore kemudian menyampaikan permintaan terbuka kepada Robert Kraft, pemilik New England Patriots dan Gillette Stadium. Ia menyebut Kraft telah mengatakan kepada Ed Sheeran bahwa dirinya tidak dapat tampil di tempat-tempat milik Kraft jika Macklemore masih menjadi musisi pendukung tur.
Macklemore mengatakan, “Saya mengundang Robert Kraft untuk memberikan donasi dengan jumlah yang sama seperti yang saya berikan. Meski kami memiliki pandangan yang berbeda, mungkin ada satu hal yang bisa kami sepakati: kehidupan rakyat Palestina layak dilindungi. Nyawa warga Palestina sama berharganya dengan nyawa manusia lainnya di dunia.”
Sebelumnya, Macklemore mengatakan bahwa meskipun Ed bertanggung jawab atas pengeluarannya dari tur tersebut, ia tidak menyalahkan Ed. Ia menulis di Instagram, “Ed Sheeran dan timnya telah mengambil keputusan untuk mengeluarkan saya dari tur The Loop. Tetapi sebelum saya membahasnya, saya ingin mengatakan sesuatu yang seharusnya sudah jelas. Menurut saya, hal itu penting untuk disampaikan saat ini. Saya bukan korban. Ed Sheeran bukan korban. Pink bukan korban. Kami memiliki karier, uang, kesempatan, keamanan dan penonton di seluruh dunia. Apa pun konsekuensi yang harus kami hadapi atas apa yang kami katakan, kami masih bisa pulang kepada keluarga kami.”
Macklemore menambahkan, “Para korban adalah rakyat Palestina. Para pria, perempuan dan anak-anak yang telah dibunuh, kelaparan, terusir dari tempat tinggal mereka dan dipaksa menjalani kekerasan yang tidak terbayangkan. Lebih dari 20.000 anak telah terbunuh di Gaza saja. Orang-orang masih dibunuh hari ini dan akan ada orang yang terbunuh besok. Saya ingin memastikan bahwa ketika saya menceritakan kisah ini, kita tidak kehilangan fokus terhadap hal tersebut.”

