JAKARTA – Paris Hilton mengaku bangga melihat tren fashion Y2K kembali populer di kalangan generasi saat ini. Ia bahkan menyebut dirinya sebagai salah satu sosok yang membentuk gaya ikonik era 2000-an tersebut.
Selebriti berusia 45 tahun itu merasa senang melihat gaya yang dulu ia kenakan, kini kembali menjadi inspirasi di dunia fashion. Paris mengungkapkan kebahagiaannya melihat tren lama kembali diminati.
“Ini membuat saya sangat bahagia dan bangga,” katanya, dikutip Celebdaily.id dari Female First, Sabtu (2/5/2026).
Ia juga merasa kontribusinya di dunia fashion diakui. “Saya merasa bangga, karena saya yang benar-benar menciptakan tren Y2K. Jadi, menyenangkan melihat banyak orang mengenakan gaya yang pernah saya pakai,” katanya.
BACA JUGA:
Usai Jual Rhode Rp17 Triliun, Hailey Bieber Tetap Pegang Kendali dan Punya Ambisi Besar
Menurutnya, pengaruhnya juga terlihat di industri fashion saat ini. “Saya melihat foto-foto saya menjadi inspirasi di mood board para desainer besar,” ujarnya.
Pelopor Era Media Sosial dan Bisnis Digital
Selain fashion, Paris juga menyoroti perannya dalam perkembangan media sosial. “Media sosial benar-benar mengubah banyak hal,” katanya.
Ia menyebut platform digital memberi kesempatan bagi siapa saja untuk membangun identitas dan bisnis sendiri. “Sekarang semua orang punya platform untuk menunjukkan diri mereka tanpa dikontrol media,” katanya.
Paris juga mengklaim dirinya sebagai salah satu pelopor dalam membangun personal brand di era digital. “Saya yang pertama melakukannya. Jadi melihat banyak orang terinspirasi mengikuti jejak saya, membuat saya sangat bangga,” ucapnya.
Ia menambahkan bahwa tren fashion selalu berputar. “Fashion tidak pernah benar-benar hilang, tren selalu kembali,” ujarnya.
BACA JUGA:
Hartono Gan Ubah Strategi Bisnis Fashion, Siap Jangkau Pasar Lebih Luas
Paris juga mengembangkan bisnisnya dengan meluncurkan toko online sejak 2022, serta menjajaki pengalaman belanja di dunia metaverse. “Saya sedang mengeksplorasi cara menghadirkan pengalaman belanja yang tak terlupakan di metaverse,” kata Paris.
Kisah Paris Hilton ini menunjukkan bagaimana pengaruh budaya pop masa lalu dapat kembali relevan. Hal ini juga memperkuat peran figur publik dalam membentuk tren global.

