September BandSeptember Band hadirkan Petuah Cinta, saatnya menjaga cinta yang telah ditemukan. (Foto: Ascada Musik)

JAKARTA – September Band kembali menghadirkan karya terbaru bertajuk “Petuah Cinta”, sebuah lagu yang mengajak pendengar memahami bahwa cinta bukan sekadar tentang menemukan seseorang, tetapi juga tentang pilihan untuk menjaganya. Lewat balutan musik pop romantic yang hangat dan lirik sederhana, lagu ini membawa pesan tentang kesetiaan, tanggung jawab dan keberanian mempertahankan cinta hingga akhir.

Tidak semua cinta membutuhkan banyak kata untuk meyakinkan. Ada perasaan yang cukup dirasakan melalui getaran kecil di dalam hati, ketika kehadiran seseorang perlahan menjadi sosok yang sulit digantikan.

“Petuah Cinta” melihat cinta dari sisi yang sederhana, yakni ketika sebuah perasaan benar-benar datang dari lubuk hati, perasaan tersebut semestinya tidak mudah dilepaskan. Bersamanya, tumbuh pula tanggung jawab untuk menjaga perasaan tersebut sampai batas terakhir kehidupan.

“Buat saya, cinta sejati bukan cuma soal bagaimana mendapatkannya, tapi bagaimana kita tetap menjaganya setelah memilikinya,” kata Ipoet dalam siaran pers kepada Celebdaily.id, Senin (7/9/2026).

September Band kemudian membingkai pesan tersebut melalui musik pop romantic yang tidak berlebihan. Melodi mengalir bersama pilihan sound yang terdengar akrab, sementara liriknya menggunakan bahasa yang langsung dan mudah dipahami.

September Band
September Band hadirkan Petuah Cinta, pesan menjaga cinta sejati. (Foto: Ascada Musik)

Tidak banyak ornamen yang sengaja ditambahkan untuk memperbesar emosi. Musik justru memberikan ruang agar setiap kata dapat menemukan maknanya sendiri. “Petuah Cinta” terasa seperti sebuah pengingat tentang cinta yang sudah ditemukan, bukan sekadar lagu tentang jatuh cinta. Lagu ini mengajak pendengar melihat bahwa memiliki cinta juga berarti memiliki pilihan untuk merawat dan menjaganya.

September Band Kembali Setelah Perjalanan Panjang

September Band bukan nama baru dalam lanskap musik pop Indonesia. Bobby dan Ipoet telah berjalan bersama sejak 2007, ketika September masih diperkuat formasi yang lebih lengkap.

Dalam rentang empat tahun, mereka sempat merilis dua album pop dan satu album religi sebelum aktivitas band perlahan berhenti pada 2011. Delapan tahun kemudian, keduanya kembali bertemu dengan keinginan yang sama untuk terus membuat musik.

Keinginan tersebut kemudian melahirkan AETHER Band pada 2019. “Awalnya gua pengen aktifin lagi September, cuma dari semua personel yang diajak, cuma Bobby yang masih punya visi dan misi yang sama,” kata Ipoet, mengenang awal perjalanan mereka kembali ke industri musik.

AETHER menjadi ruang baru bagi Bobby dan Ipoet untuk melanjutkan proses kreatif yang pernah mereka bangun bersama. Sejak 2019, keduanya mulai menulis, merekam dan merilis karya dengan pendekatan yang lebih dekat dengan lanskap musik pop hari ini.

Enam lagu berhasil dirangkum dalam sebuah EP yang dirilis secara bertahap sepanjang 2023 hingga 2025. Di tengah perjalanan tersebut, keduanya merasa ada cerita yang layak kembali disampaikan melalui nama yang pernah mereka tinggalkan.

September Band hadirkan Petuah Cinta, pesan menjaga cinta sejati. (Foto: Ascada Musik)

September pun kembali hadir dengan membawa EP baru yang juga akan dirilis secara bertahap. “Lagu Rindu Untuk Kamu” menjadi pintu pembuka dari babak tersebut. Di AETHER maupun September, Bobby dan Ipoet tidak berusaha mengulang apa yang pernah mereka buat belasan tahun lalu. Musik mereka bergerak mengikuti pengalaman dan waktu, dengan aransemen pop yang hangat serta pilihan sound yang terasa akrab di telinga.

Lirik-lirik mereka juga memilih berbicara secara langsung tanpa banyak metafora. Pengalaman Bobby menggarap musik untuk iklan, sinetron, hingga film turut memberikan perspektif baru dalam membangun suasana setiap lagu.

“Dari pengalaman gua yang sering membuat musik untuk backsound iklan, sinetron ataupun film, itu justru jadi nilai tambah dalam membentuk warna musik AETHER,” ujar Bobby.

Alih-alih menetap dalam satu formula, Bobby dan Ipoet memilih membiarkan setiap lagu menemukan karakternya sendiri. Ada benang merah yang tetap menghubungkan seluruh karya mereka, tetapi setiap rilisan memiliki warna berbeda sesuai dengan cerita yang ingin disampaikan.

Ruang eksplorasi tersebut menjadi sesuatu yang mereka syukuri selama proses berkarya. “Kita diberikan keleluasaan oleh produser untuk mengeksplor lebih jauh kemampuan dan imajinasi bermusik. Tapi semua tetap dikerjakan dengan cermat,” tutur Ipoet.

Barangkali, di titik itulah September hari ini berdiri, bukan untuk mengulang masa lalu, melainkan melanjutkan perjuangan yang sempat terhenti. “Petuah Cinta” menjadi bagian dari perjalanan tersebut sekaligus pengingat bahwa cinta yang telah ditemukan membutuhkan keberanian untuk terus dijaga.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *