September BandSeptember Band kembali lewat Cinta Takkan Pergi, bicara arti menerima luka. (Foto: Ascada Musik)

JAKARTA – September Band kembali menghadirkan karya lewat lagu “Cinta Takkan Pergi” yang mengangkat tentang keteguhan hati dan kedewasaan dalam menghadapi kenyataan hidup. Lagu ini menjadi ruang bagi September Band untuk menyampaikan bahwa menerima keadaan bukan berarti menyerah, melainkan memahami bahwa ada hal-hal yang memang harus diterima.

Ada kenyataan yang tidak bisa diubah, sekeras apa pun seseorang berusaha melawannya. Di titik itulah kedewasaan diuji, yakni dengan menerima keadaan tanpa harus berpura-pura baik-baik saja.

“Cinta Takkan Pergi” membawa pesan tentang bagaimana seseorang menjaga makna cinta ketika kehidupan menghadirkan kenyataan yang berbeda dari harapan. September Band memilih pendekatan pop romantis dengan lirik lugas dan aransemen yang mengalir tanpa berlebihan.

“Lagu ini sendiri menceritakan tentang bagaimana kita menjaga makna cinta, tentang keteguhan hati dan sikap dewasa saat kita dihadapkan ketika kehidupan menghadirkan kenyataan yang berbeda dari harapan,”tutur personel September Band, Bobby terkait makna dari lagu barunya tersebut, dikutip Celebdaily.id dari siaran pers, Jumat (2/10/2026).

September Band
September Band kembali lewat Cinta Takkan Pergi. (Foto: Ascada Musik)

Perpaduan sound yang akrab dan mudah diterima telinga membuat pesan dalam “Cinta Takkan Pergi” terasa dekat dengan keseharian. Lirik menjadi pusat cerita, sementara aransemen dibangun tanpa dramatisasi berlebihan sehingga pesan tentang kedewasaan dan penerimaan tetap menjadi bagian utama lagu.

September Band Kembali Setelah Perjalanan Panjang

September Band bukan nama baru dalam lanskap musik pop Indonesia. Bobby dan Ipoet sudah berjalan bersama sejak 2007 ketika September masih diperkuat formasi yang lebih lengkap.

Dalam rentang empat tahun, mereka sempat merilis dua album pop dan satu album religi sebelum aktivitas band perlahan berhenti pada 2011. Delapan tahun kemudian, keduanya kembali bertemu dengan keinginan untuk terus membuat musik.

Keinginan tersebut kemudian melahirkan Aether Band pada 2019. Ipoet mengungkapkan, awalnya ia ingin mengaktifkan kembali September, tetapi hanya Bobby yang masih memiliki visi dan misi yang sama.

“Awalnya gua pengen aktifin lagi September, cuma dari semua personel yang diajak, cuma Bobby yang masih punya visi dan misi yang sama,” kata Ipoet, mengenang awal perjalanan mereka kembali ke industri musik.

Aether Band kemudian menjadi ruang baru bagi Bobby dan Ipoet untuk melanjutkan proses kreatif yang pernah mereka bangun bersama. Sejak 2019, keduanya mulai menulis, merekam dan merilis karya dengan pendekatan yang lebih dekat dengan lanskap musik pop saat ini.

Enam lagu kemudian dirangkum dalam sebuah EP yang dirilis secara bertahap sepanjang 2023 hingga 2025. Di tengah perjalanan tersebut, keduanya merasa ada cerita yang layak kembali disampaikan melalui nama yang pernah mereka tinggalkan.

September pun kembali hadir dengan membawa EP baru yang juga akan dirilis secara bertahap. Lagu “Rindu Untuk Kamu” menjadi pintu pembuka dari babak tersebut.

September Band
September Band kembali lewat Cinta Takkan Pergi. (Foto: Ascada Musik)

September Band Tak Sekadar Mengulang Masa Lalu

Di Aether maupun September, Bobby dan Ipoet tidak berusaha mengulang apa yang pernah mereka buat belasan tahun lalu. Musik mereka bergerak mengikuti pengalaman dan waktu, dengan aransemen pop yang hangat serta pilihan sound yang terasa akrab di telinga.

Lirik-lirik mereka juga memilih berbicara secara langsung tanpa banyak metafora. Pengalaman Bobby menggarap musik untuk iklan, sinetron, hingga film turut memberi perspektif baru dalam membangun suasana di setiap lagu.

“Dari pengalaman gua yang sering membuat musik untuk backsound iklan, sinetron ataupun film, itu justru jadi nilai tambah dalam membentuk warna musik Aether,” ujar Bobby.

Alih-alih menetap dalam satu formula, Bobby dan Ipoet memilih membiarkan setiap lagu menemukan karakternya sendiri. Ada benang merah yang tetap menghubungkan seluruh karya mereka, tetapi setiap rilisan memiliki warna berbeda sesuai cerita yang ingin disampaikan.

Ruang eksplorasi tersebut menjadi sesuatu yang mereka syukuri selama proses berkarya. “Kita diberikan keleluasaan oleh produser untuk mengeksplor lebih jauh kemampuan dan imajinasi bermusik. Tapi semua tetap dikerjakan dengan cermat,” tutur Ipoet.

September Band hari ini hadir bukan sekadar untuk mengulang masa lalu. “Cinta Takkan Pergi” menjadi bagian dari perjalanan mereka untuk melanjutkan perjuangan bermusik yang sempat terhenti sekaligus menyampaikan cerita tentang cinta, kedewasaan dan penerimaan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *