JAKARTA – Generasi Z disebut semakin canggung dalam interaksi sosial sederhana seperti berjabat tangan. Sebuah survei terbaru mengungkapkan banyak anak muda merasa kesulitan berkomunikasi secara langsung.
Hasil survei menunjukkan 24 persen remaja—yang lahir antara 1997 hingga 2012—menghindari jabat tangan, sementara lebih dari sepertiga mengaku kesulitan melakukan kontak mata saat berbicara. Kecemasan sosial juga tergolong tinggi, dengan 75 persen responden mengatakan mereka merasa sulit berinteraksi secara tatap muka.
Penelitian ini juga menemukan bahwa banyak anak muda menghindari situasi sehari-hari. Sebanyak 28 persen merasa cemas untuk membuka pintu saat bel berbunyi atau menjawab telepon dari nomor tak dikenal, sementara 59 persen secara aktif menghindari percakapan ringan (small talk).
BACA JUGA:
Studi: Makanan Ultra Proses Bisa Melemahkan Otot dan Picu Risiko Osteoarthritis Lutut
Orangtua pun mulai menyadari perubahan ini. Hampir tujuh dari sepuluh orangtua menilai generasi muda saat ini kurang percaya diri dibanding generasi sebelumnya. Bahkan, 96 persen percaya bahwa komunikasi digital seperti pesan teks dan emoji mulai menggantikan interaksi langsung.
Sebanyak 73 persen responden juga menyebut penggunaan layar yang berlebihan sebagai penyebab utama ketidaknyamanan dalam situasi sosial.
Peran Sekolah dan Dampak ke Masa Depan
Dr Robert Harrison dari ACS International Schools, London, Inggris, memperingatkan bahwa masalah kepercayaan diri menjadi isu serius yang perlu diperhatikan.
“Generasi ini sebenarnya tidak kehilangan kemampuan untuk berkomunikasi. Namun, mereka berisiko kehilangan rasa percaya diri yang dibutuhkan untuk berkomunikasi secara efektif. Sekolah yang memahami hal ini dan mengambil tindakan akan membantu siswa berkembang di dunia nyata. Di saat kecerdasan buatan membuat keterampilan komunikasi manusia semakin penting, kita justru membesarkan generasi yang tampaknya menghindarinya,” katanya, dikutip Celebdaily.id dari Female First, Rabu (22/4/2026).
BACA JUGA:
Apa Penyebab Serangan Jantung? Dokter Jelaskan Proses Diam-Diam di Pembuluh Darah
Temuan ini juga menunjukkan bahwa anak muda menyadari dampaknya terhadap masa depan mereka. Sebanyak 81 persen khawatir kecemasan sosial dapat memengaruhi peluang mereka, namun hanya 26 persen yang merasa benar-benar nyaman menyampaikan pendapat saat tidak setuju dengan orang lain.
Fenomena ini menjadi sinyal penting bahwa keterampilan komunikasi langsung perlu kembali diperkuat. Hal ini semakin relevan di tengah dominasi interaksi digital yang terus meningkat.

