JAKARTA – Tom Holland menilai kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) tidak memiliki “jiwa” seperti manusia. Bintang Spider-Man itu percaya teknologi AI tidak akan mampu menggantikan kreativitas manusia, terutama dalam dunia seni dan perfilman.
Aktor berusia 30 tahun tersebut mengatakan AI memang mampu mengolah data dalam jumlah besar, tetapi tidak bisa memahami pengalaman hidup, perasaan, dan emosi manusia yang menjadi dasar sebuah karya kreatif. Dalam acara El Hormiguero, Tom mengatakan kreativitas manusia tetap aman dari perkembangan AI.
“Kreativitas aman dari AI karena kreativitas berkaitan dengan pengalaman manusia. Ini tentang emosi, ini tentang memahami satu sama lain,” ujar Tom Holland, dikutip Celebdaily.id dari Female First, Jumat (19/6/2026).
Pemeran Spider-Man yang menjadi salah satu aktor paling dicari di Hollywood dalam beberapa tahun terakhir itu mengaku tidak merasa khawatir dengan pengaruh AI yang semakin besar dalam kehidupan masyarakat.
Tom Holland, pasangan dari Zendaya, lawan mainnya dalam film Spider-Man: Brand New Day, menilai AI memiliki keterbatasan besar karena tidak benar-benar memahami perasaan manusia.
“AI bisa memilah data, tetapi tidak bisa memahami emosi manusia. AI tidak memahami perbedaan antara bahagia dan sedih,” katanya.
“Cara seniman melukis bukan tentang apa yang mereka tiru, tetapi tentang mengekspresikan diri mereka sendiri. Jadi saya merasa terlindungi,” ucap Tom.
Menurutnya, nilai utama sebuah karya seni bukan hanya berasal dari hasil akhir, tetapi dari pengalaman, emosi dan cerita personal yang dibawa oleh pembuatnya.
Demi Moore Sebut AI Tidak Bisa Menggantikan Seni Sejati
Pandangan mengenai AI juga disampaikan Demi Moore saat menghadiri Festival Film Cannes. Aktris berusia 63 tahun itu mengatakan Hollywood perlu belajar bekerja sama dan menerima kehadiran teknologi AI, meskipun teknologi tersebut tetap memiliki batasan.
“AI sudah ada di sini dan melawannya dalam arti tertentu adalah melawan sesuatu yang akan membuat kita kalah. Jadi menemukan cara agar kita bisa bekerja dengannya, menurut saya adalah jalan yang lebih berharga,” kata Demi.
“Apakah kita sudah melakukan cukup banyak untuk melindungi diri kita sendiri? Saya tidak tahu. Kecenderungan saya mengatakan mungkin belum,” ucapnya.
Meski begitu, bintang film The Substance tersebut menegaskan AI tidak dapat menggantikan seni yang sesungguhnya karena karya sejati berasal dari sisi terdalam manusia.
“Ada sisi indah dari kemampuan untuk memanfaatkannya, tetapi kenyataannya tidak ada yang benar-benar perlu ditakutkan, karena sesuatu yang tidak akan pernah bisa digantikannya adalah asal dari seni sejati, yang bukan berasal dari fisik. Itu berasal dari jiwa,” ujar Demi Moore.
Perdebatan mengenai peran AI di industri hiburan pun terus berkembang. Namun bagi Tom Holland dan Demi Moore, teknologi bisa menjadi alat pendukung, tetapi emosi dan pengalaman manusia tetap menjadi kekuatan utama dalam menciptakan sebuah karya.

