Wisuda InterStudiDesainer IFC raih gelar sarjana di wisuda InterStudi 2026, bukti belajar tak mengenal batas usia. (Foto: Tuty Ocktaviany)

JAKARTA – Wisuda Sekolah Tinggi Desain InterStudi (STDI) 2026 menghadirkan cerita inspiratif dari para pelaku industri fashion Indonesia. Deretan desainer yang tergabung dalam Indonesian Fashion Chamber (IFC) resmi menyandang gelar sarjana desain setelah menuntaskan pendidikan melalui program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL).

Sebanyak 75 mahasiswa bidang desain diwisuda tahun ini, termasuk para desainer seperti Lisa Fitria, Fenny Saptalia, Munira Alatas (Neera), Dwi Novie (Opie), Najua Yanti, Listya Chandra, Nurhaerani (Chae), Khairul Fajri, Eko Tjandra hingga Yeti Topiah yang dikenal sebagai salah satu desainer IFC sekaligus peraih predikat best student.

Kehadiran para profesional fashion di ruang akademik menjadi bukti bahwa pendidikan tidak mengenal usia maupun titik karier. Melalui sistem hybrid, Program RPL STDI memungkinkan para praktisi industri tetap menjalankan aktivitas profesional sambil menempuh pendidikan tinggi.

Ketua STDI, Dr. Dewi Rahmawaty, M.Pd.,P.hD mengapresiasi dari lulusan angkatan pertama RPL. “Istimewanya, kami meluluskan angkatan pertama program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) Prodi Desain Produk, Konsentrasi Desain Busana, di mana mahasiswa/mahasiswinya sudah expert di bidangnya tapi ingin mendapatkan gelar Sarjana Desain,” katanya.

Wisuda InterStudi
Desainer IFC raih gelar sarjana di wisuda InterStudi 2026, bukti belajar tak mengenal batas usia. (Foto: Tuty Ocktaviany)

Momen wisuda juga terasa emosional ketika sejumlah mahasiswa menceritakan perjuangan mereka membagi waktu antara bisnis, pekerjaan dan perkuliahan. Namun, semangat untuk terus belajar membuat mereka mampu menyelesaikan pendidikan hingga meraih gelar sarjana.

Yeti Topiah menjadi salah satu sosok yang mencuri perhatian. Desainer IFC tersebut dinilai berhasil menunjukkan konsistensi antara kreativitas, kedisiplinan dan prestasi akademik hingga meraih predikat mahasiswa terbaik di angkatannya.

Tidak hanya menghasilkan karya desain busana, mahasiswa STDI juga diwajibkan menyusun jurnal akademik dan pengantar karya tugas akhir. Pendekatan tersebut membuat lulusan tidak hanya piawai dalam praktik desain, tetapi juga memiliki kemampuan riset dan pemikiran konseptual.

Dosen Desain Busana STDI sekaligus praktisi fashion nasional, Taruna K Kusmayadi, BoA, mengatakan keberhasilan para desainer IFC menyelesaikan pendidikan menjadi inspirasi bagi generasi muda di industri kreatif.

“Kesuksesan di industri tidak boleh membuat seseorang berhenti belajar. Pendidikan formal akan memperkuat wawasan, cara berpikir dan profesionalisme seorang desainer dalam menghadapi perkembangan dunia fashion yang terus berubah,” kata Taruna K Kusmayadi atau akrab sapa Nuna, ditemui Celebdaily.id usai acara di Auditorium Manggala Wanabakti, Jakarta, Sabtu (23/5/2026).

BACA JUGA:

Hartono Gan Luncurkan Ready-to-Wear, Transformasi Besar di JF3 2026

Program RPL menjadi langkah penting dalam membuka akses pendidikan yang lebih luas dan fleksibel bagi para profesional industri kreatif. Menurut Nuna, pengalaman industri yang telah dimiliki mahasiswa menjadi modal kuat untuk dipadukan dengan pendekatan akademik.

“Program RPL memberi kesempatan kepada para profesional untuk mendapatkan pengakuan akademik atas pengalaman kerja mereka. Ini menjadi ruang belajar yang fleksibel sekaligus relevan dengan kebutuhan industri kreatif saat ini,” ujarnya.

Wisuda InterStudi
Desainer IFC raih gelar sarjana di wisuda InterStudi 2026, bukti belajar tak mengenal batas usia. (Foto: Tuty Ocktaviany)

Etika Digital dan Kreativitas Jadi Pesan Penting

Wisuda InterStudi tahun ini turut mengangkat tema orasi ilmiah “Etika di Era Media Sosial; Komitmen Integritas dalam Rimba Digital”. Materi tersebut disampaikan oleh Tessa Mahardika, M.I.Kom., alumni Pascasarjana InterStudi yang kini menjabat Direktur Penyelidikan KPK.

Tema itu dinilai sangat dekat dengan realitas industri fashion modern yang kini berkembang pesat melalui media sosial. Platform digital bukan hanya menjadi sarana promosi karya, tetapi juga membentuk citra dan kredibilitas seorang desainer di mata publik.

Taruna K Kusmayadi menegaskan bahwa kreativitas harus berjalan beriringan dengan etika. Menurutnya, desainer masa kini dituntut tidak hanya mampu menciptakan karya menarik, tetapi juga menjaga integritas dalam berkomunikasi dan berkarya di ruang digital.

“Media sosial bisa membuat karya cepat dikenal masyarakat. Namun di saat yang sama, seorang desainer harus menjaga etika, orisinalitas dan tanggung jawab terhadap apa yang dipublikasikan,” ujarnya.

STDI dikenal memiliki pendekatan pendidikan berbasis praktik industri. Mayoritas pengajar berasal dari kalangan profesional aktif seperti Dr. Dewi Rahmawaty, Sonny Muchlison, Vincent FAC hingga Dra. Siti Syamsiah yang terlibat langsung dalam proses pembelajaran mahasiswa.

Wisuda InterStudi
Desainer IFC raih gelar sarjana di wisuda InterStudi 2026, bukti belajar tak mengenal batas usia. (Foto: Tuty Ocktaviany)

Selain Program Desain Busana, STDI juga memiliki Program Studi Desain Komunikasi Visual dan Desain Interior yang disesuaikan dengan kebutuhan industri kreatif modern. Sistem pembelajaran dirancang agar mahasiswa mampu memahami dinamika industri sekaligus memiliki fondasi akademik yang kuat.

Dalam pesan wisuda, pihak kampus mengingatkan seluruh lulusan untuk menjaga nama baik almamater di mana pun mereka berkarya. Lulusan InterStudi diharapkan tidak hanya unggul dalam kreativitas, tetapi juga menjadi pribadi yang menjunjung etika dan integritas.

Kisah para desainer IFC yang kembali duduk di bangku kuliah pun menjadi gambaran bahwa proses belajar tidak pernah berhenti. Gelar akademik bukan sekadar formalitas, melainkan simbol komitmen untuk terus bertumbuh di tengah perubahan industri yang semakin kompetitif.

Wisuda InterStudi
Desainer IFC raih gelar sarjana di wisuda InterStudi 2026, bukti belajar tak mengenal batas usia. (Foto: Tuty Ocktaviany)

Wisuda InterStudi 2026 bukan hanya tentang seremoni kelulusan, tetapi juga keberanian memulai langkah baru. Dari ruang kelas hingga panggung fashion, para lulusan membuktikan bahwa mimpi besar selalu dimulai dari kemauan untuk terus belajar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *