James WanJames Wan sebut film horor jadi penyelamat industri perfilman Hollywood. (Foto: Female First)

JAKARTA – Sutradara James Wan meyakini bahwa film horor memiliki peran besar dalam menjaga keberlangsungan industri perfilman. Menurut kreator di balik waralaba The Conjuring tersebut, genre horor terus membuktikan diri sebagai salah satu kekuatan utama yang mampu menarik penonton kembali ke bioskop.

James Wan mengungkapkan pandangannya saat menghadiri Produced by Conference yang digelar di Universal Lot, Los Angeles. Ia mengaku kecintaannya pada film horor sudah tumbuh sejak kecil dan banyak terinspirasi oleh para sineas legendaris era 1980-an dan 1990-an.

“Saya sudah menjadi penggemar film horor sejak kecil. Karena itu, saya tumbuh dengan menonton banyak film horor sepanjang era 1980-an dan 1990-an, terinspirasi oleh para pembuat film hebat seperti John Carpenter dan Wes Craven,” kata Wan, dikutip Celebdaily.id, Minggu (31/5/2026).

Ia mengaku pernah bercita-cita mengikuti jejak para idolanya tersebut. “Saya melihat mereka dan berpikir, ‘Saya ingin melakukan apa yang mereka lakukan.’ Saat ini kami mencoba mengikuti model yang mereka bangun. Dan lihatlah hasilnya sekarang,” ucapnya.

Menurut Wan, film horor terus menjadi genre yang mampu bertahan di tengah berbagai perubahan industri hiburan, termasuk meningkatnya dominasi layanan streaming. “Saya selalu mengatakan ini kepada siapa pun yang mau mendengarkan, genre horor terus menyelamatkan industri kami,” ujarnya.

Generasi Baru Pembuat Film Horor Hadir dari Dunia Digital

Rekan kolaborasi Wan di Blumhouse-Atomic Monster, Jordan Blum, turut menyoroti munculnya generasi baru pembuat film horor yang berasal dari platform digital. Ia memberikan pujian kepada kreator muda seperti Curry Barker dan Kane Parsons yang kini terlibat dalam proyek film horor Obsession dan Backrooms.

Blum mengatakan, “Sejak pandemi Covid-19, muncul perasaan lesu terhadap bioskop. Banyak orang mempertanyakan apakah bioskop masih relevan dan apakah akan tetap bertahan.”

Namun menurutnya, kehadiran film-film baru seperti Obsession dan Backrooms memberikan harapan baru bagi industri. “Yang luar biasa dari Obsession dan Backrooms adalah keduanya merupakan jenis film yang baru. Film-film ini dibuat oleh sutradara yang tidak berasal dari jalur tradisional, melainkan mereka yang mengasah kemampuan sebagai kreator di dunia online,” katanya.

Blum menilai karya para sineas muda tersebut menghadirkan energi segar yang mengingatkannya pada era kebangkitan perfilman independen di tahun 1970-an. “Ada perasaan seperti era 1970-an, ketika generasi muda membuat film-film berani yang berhasil terhubung dengan penonton bioskop dengan cara yang luar biasa,” ucapnya.

Ia juga menyoroti perubahan perilaku generasi muda yang tumbuh di masa ketika akses ke bioskop sempat terbatas.

“Banyak anak muda tumbuh di masa ketika mereka tidak bisa pergi ke bioskop. Mereka belum memiliki film yang benar-benar dibuat untuk mereka dan mampu membuat mereka meninggalkan iPad lalu datang ke bioskop. Sekarang mereka memiliki dua film tersebut,”  ucapnya.

Blumhouse-Atomic Monster Ingin Jadi ‘Disney-nya Film Horor’

Selain memproduksi film, Blumhouse-Atomic Monster kini juga merambah ke dunia televisi, gim, dan berbagai acara langsung. James Wan dan Jordan Blum mengaku memiliki ambisi besar untuk terus mengembangkan perusahaan mereka seiring perubahan selera penonton.

Menurut Blum, kunci keberhasilan adalah terus beradaptasi dengan kebutuhan audiens. “Apa target kami? Menjadi Disney-nya film horor dalam lima tahun ke depan,” katanya.

Pernyataan tersebut menunjukkan ambisi besar Blumhouse-Atomic Monster untuk membangun ekosistem hiburan horor yang tidak hanya terbatas pada layar lebar, tetapi juga menjangkau berbagai platform dan pengalaman hiburan lainnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *