JAKARTA – Penyanyi R&B dan bintang lagu Boogie Fever, Foster Sylvers, meninggal dunia di usia 64 tahun setelah berjuang melawan kanker prostat. Kepergian mantan bintang cilik yang populer lewat lagu Misdemeanor itu menjadi kabar duka bagi dunia musik soul, funk, dan disco.
Foster Sylvers meninggal dunia pada Sabtu (30/5/2026). Sepanjang kariernya, penyanyi, penulis lagu, dan musisi tersebut dikenal sebagai salah satu talenta muda paling bersinar di era R&B 1970-an sebelum meraih kesuksesan besar bersama grup keluarga The Sylvers.
Lahir di Memphis, Foster mulai dikenal publik saat masih berusia 11 tahun setelah single debutnya, Misdemeanor, menjadi hits besar di Amerika Serikat. Lagu tersebut membuka jalan bagi perjalanan panjangnya di industri musik.
Ia kemudian bergabung dengan saudara-saudaranya dalam The Sylvers dan membantu grup keluarga tersebut mencapai popularitas besar di era musik disco. Kepergian Foster menjadi kehilangan besar bagi industri musik. Kariernya berlangsung lebih dari empat dekade, mencakup kesuksesan sebagai penyanyi solo, anggota grup, hingga kolaborator studio bersama sejumlah nama besar R&B.
Perjalanan Foster Sylvers dari Bintang Cilik hingga Ikon Disco
Kesuksesan besar Foster dimulai pada 1973 ketika Misdemeanor, lagu yang ditulis oleh kakaknya Leon Sylvers III, langsung mencuri perhatian pendengar. Lagu tersebut berhasil mencapai posisi ke-7 di tangga lagu Billboard R&B dan peringkat ke-22 Billboard Hot 100.
Popularitas Misdemeanor membawa Foster tampil di berbagai program televisi nasional seperti American Bandstand dan Soul Train, dua acara musik paling berpengaruh pada masa itu. Di usia 11 tahun, Foster menjadi salah satu penyanyi termuda yang mampu mencatat kesuksesan besar di tangga lagu R&B.
Album keduanya kemudian dirilis pada 1974 sebelum Foster resmi bergabung dengan The Sylvers pada 1975. Saat itu, The Sylvers sudah mulai mendapat perhatian publik, tetapi kehadiran Foster bertepatan dengan periode paling sukses secara komersial dalam perjalanan grup tersebut.
Bersama saudaranya, Edmund Sylvers, Foster berbagi vokal utama dalam lagu Boogie Fever. Lagu disco tersebut berhasil menduduki posisi pertama Billboard Hot 100 dan Hot Soul Singles pada 1976. Hingga kini, Boogie Fever tetap dikenal sebagai lagu ikonik The Sylvers dan masih sering masuk dalam daftar musik klasik soul, funk, serta disco.
The Sylvers kemudian menjadi salah satu grup keluarga paling berpengaruh pada dekade tersebut. Dengan perpaduan musik soul, funk, dan disco, mereka memiliki tempat tersendiri di industri musik Amerika di tengah popularitas grup seperti The Jackson 5.
Tetap Berkarya Meski Perjalanan Hidup Diwarnai Kontroversi
Di luar sorotan sebagai penyanyi, Foster juga membangun karier sebagai penulis lagu, produser, dan kolaborator studio. Mengikuti jejak Leon Sylvers III yang dikenal sebagai salah satu produser berpengaruh di dunia R&B, Foster bekerja sama dengan sejumlah musisi, termasuk Dynasty dan Evelyn “Champagne” King.
Ia ikut menulis dan tampil dalam lagu Shake Down yang menjadi hit R&B pada 1984. Foster kemudian terus berkarya dengan nama Foster Sylvers and Hy-Tech, serta merilis musik melalui EMI America dan A&M Records.
Namun, perjalanan hidup Foster juga tidak lepas dari kontroversi. Pada 1994, ia dinyatakan bersalah dalam kasus pelanggaran seksual dan menjalani hukuman penjara. Setelah itu, namanya tetap tercatat dalam California Sex Offender Registry.
Kehidupan dan karier Foster menjadi perjalanan yang memadukan pencapaian besar di dunia musik dengan kontroversi pribadi yang menjadi bagian dari catatan publiknya. Meski demikian, sepanjang era 1970-an dan 1980-an, suara Foster tetap melekat dalam sejumlah karya penting di era soul dan disco. Mulai dari energi muda dalam Misdemeanor hingga kesuksesan besar Boogie Fever, karya Foster Sylvers ikut membentuk warna musik populer Amerika dan mengukuhkan posisinya dalam sejarah R&B. Demikin dikutip Celebdaily.id dari Female First, Senin (1/6/2026).

