JAKARTA – Aktris Dinda Kirana dan aktor Theo Supple resmi diumumkan sebagai pemeran utama video klip “Timpang”, title track dari album “Blue.” milik Gloria Jessica dan Ade Govinda. Keduanya memerankan pasangan suami istri yang harus menghadapi kehilangan, trauma dan penyesalan setelah hubungan mereka diuji oleh sebuah peristiwa besar.
Video klip “Timpang” disutradarai oleh Bagoes Tresna dan dijadwalkan tayang pada 2 Oktober 2026 melalui kanal YouTube Ade Nurulianto. Dinda Kirana berperan sebagai Nisa, sosok istri yang lembut, sabar dan penuh kasih sayang, sementara Theo Supple memainkan karakter Rian, seorang videografer lepas yang bekerja keras demi keluarganya.
Nisa digambarkan sebagai istri yang selalu berusaha memahami kesibukan Rian sekaligus mempertahankan rumah tangga mereka demi calon buah hati. Namun, kehidupan pasangan tersebut berubah setelah Nisa mengalami keguguran yang membuatnya mengalami trauma dan kesedihan mendalam hingga kondisi mentalnya perlahan memburuk.
Rian sendiri merupakan sosok suami yang terkadang bersikap cuek karena merasa istrinya mampu mengurus semuanya sendiri. Setelah Nisa mengalami keguguran, Rian mulai lebih peduli merawat istrinya, tetapi di saat yang sama dihantui rasa bersalah karena merasa sikapnya yang terlalu cuek turut menjadi bagian dari peristiwa tersebut.
Dinda Kirana dan Theo Supple Dalami Karakter Pasangan Penuh Penyesalan
Ade Govinda mengungkapkan alasan memilih Dinda Kirana dan Theo Supple sebagai pemeran utama. Menurutnya, Dinda mampu menghadirkan penjiwaan yang sesuai dengan cerita lagu, sedangkan Theo dinilai memiliki karakter yang tepat untuk memerankan sosok laki-laki yang awalnya merasa aman dalam cintanya, tetapi kemudian kehilangan hal tersebut.
“Dinda Kirana sekarang menjadi salah satu aktris populer, karena sinetron yang ia bintangi selalu berada di rating teratas. Terlepas dari itu, akting Dinda sangat bagus untuk penjiwaan klip di lagu ini. Saat saya tawarkan untuk membintangi klip ini, ia mendengarkan lagunya terlebih dahulu, baru kemudian menjawab mau. Jadi, ia benar-benar mendalami lagunya,” tutur Ade Govinda dalam siaran pers kepada Celebdaily.id, Kamis (24/9/2026).
Ade Govinda kembali menambahkan, “Kalau Theo, kami mencari sosok laki-laki yang keren, tetapi ada sedikit tengilnya atau mungkin ada sedikit bad boy-nya. Ceritanya memang tentang laki-laki yang merasa dicintai dengan aman oleh pasangannya. Namun setelah kehilangan perasaan itu karena ulahnya sendiri, ia menjadi manusia biasa yang benar-benar membutuhkan cinta yang pernah ia terima dengan baik,” ujar Ade Govinda.
Akting Dinda dan Theo menjadi bagian penting dalam video klip yang menggambarkan perjalanan pasangan muda tersebut. Mereka awalnya menantikan kelahiran anak pertama, tetapi kemudian harus berhadapan dengan penyesalan dan trauma yang perlahan menggerus rumah tangga sekaligus diri masing-masing.

Bagi Dinda Kirana, penyesalan menjadi inti dari lagu “Timpang”. Ia melihat kisah tersebut sebagai gambaran tentang cinta yang sering kali baru terasa sangat berharga ketika seseorang menyadari bahwa cinta itu tidak dijaga dengan baik.
“Ini sebuah penyesalan yang mendalam, penyesalan yang tidak bisa kita ulang kembali. Sesuatu yang kita anggap mudah, karena merasa cinta itu sudah ada dan selalu ada, ternyata tidak dijaga. Akhirnya menjadi penyesalan yang besar sekali dan itu tidak mudah untuk disembuhkan. Butuh proses yang panjang,” kata Dinda Kirana.
Theo Supple juga melihat cerita “Timpang” bukan sekadar kisah patah hati biasa. “Ini bukan sekadar heartbreak. Ini jauh, jauh lebih dalam dari itu,” ujar Theo Supple.
“Timpang” Gambarkan Cinta yang Baru Terasa Berharga Setelah Kehilangan
Bagoes Tresna menerjemahkan cerita “Timpang” ke dalam visual dengan tetap menempatkan lagu sebagai pusat video klip. Ia menggambarkan lagu tersebut sebagai curhatan tentang seseorang yang menyayangi pasangan yang tidak menunjukkan rasa sayang dengan cara yang sama.
Menurut Bagoes, perasaan tersebut muncul ketika seseorang terus berbicara tetapi tidak pernah benar-benar didengar, sementara pasangannya baru menunjukkan kepedulian ketika semuanya sudah terlambat.
“Visual memang sangat penting dalam video klip, tetapi saya berusaha agar visualnya tidak menjadi lebih dominan daripada lagunya. Karena itu, treatment yang saya buat selalu menyesuaikan dengan lantunan lagu. Ketika ada kecemasan, amarah, depresi atau kesenangan, saya mencoba menyesuaikannya dengan napas adegan tersebut,” ujar Bagoes Tresna.
Gloria Jessica turut menilai konsep video klip “Timpang” memiliki kedalaman yang berbeda dibandingkan karya sebelumnya. Menurutnya, cerita dalam video klip tersebut semakin memperkuat makna lagu sekaligus memperluas semesta album “Blue.”.
“Konsepnya luar biasa. Setelah kami membacanya, konsep itu dijelaskan ulang saat meeting dan kami merasa ini akan menjadi salah satu video klip yang paling dalam. Makna lagunya semakin ditekankan di semesta album ini lewat ketimpangan sebuah hubungan. Kompleksitas ceritanya juga berbeda dengan video klip sebelumnya,” kata Gloria Jessica.
Lagu “Timpang” bercerita tentang cinta yang baru terasa berharga setelah kehilangan orang yang dicintai. Pesan yang dibawa lagu ini sederhana, yakni pentingnya menghargai dan merawat cinta yang dimiliki agar tidak berakhir menjadi penyesalan.
“Timpang” menjadi title track album “Blue.” yang berisi 11 lagu patah hati dengan pendekatan yang berbeda-beda. Ade Govinda mengajak pendengar menyimak keseluruhan album yang ia sebut sebagai “Album tergalau sepanjang masa”.
Yuk, ikuti terus update karya para musisi Tanah Air di Celebdaily.id.

