Antonio BanderasAntonio Banderas sebut serangan jantung jadi titik balik terbaik dalam hidupnya. (Foto: Female First)

JAKARTA – Aktor Hollywood, Antonio Banderas mengungkapkan bahwa serangan jantung yang dialaminya pada 2017, justru menjadi titik balik terbesar dalam hidupnya. Pengalaman tersebut membuatnya mengubah cara memandang kehidupan, meninggalkan kebiasaan buruk dan lebih menghargai setiap momen yang dimiliki.

Aktor berusia 65 tahun itu mengaku peristiwa tersebut mendorongnya menjalani gaya hidup yang lebih sehat, termasuk berhenti merokok dan memutuskan kembali menetap di Malaga, kota kelahirannya di Spanyol. Dalam wawancaranya dengan People, Antonio mengatakan bahwa pengalaman berada begitu dekat dengan kematian memberinya pelajaran yang sangat berharga.

“Di dalam pikiran, kita selalu tahu bahwa suatu hari nanti kita akan meninggal. Namun ketika kematian terasa begitu dekat, itu menjadi pengingat yang sangat jelas tentang betapa bodohnya kita menghabiskan waktu untuk hal-hal yang sebenarnya tidak layak ada dalam hidup,” kata Antonio, dikutip Celebdaily.id dari Female First, Kamis (6/8/2026).

Ia menilai peristiwa tersebut menjadi perubahan yang selama ini seharusnya sudah ia lakukan. “Serangan jantung saya adalah hal terbaik yang pernah terjadi dalam hidup saya. Rasanya seperti ada seseorang yang memakaikan saya kacamata, sehingga saya akhirnya bisa melihat kenyataan yang sebelumnya tidak pernah saya lihat,” katanya.

Memilih Kembali ke Malaga dan Menikmati Kehidupan

Selama beberapa dekade, Antonio tinggal di Amerika Serikat dan membangun karier gemilang di Hollywood. Namun kini, ia merasa lebih bahagia menjalani hidup di Malaga.

“Tahun-tahun itu indah dan penuh kegembiraan saat saya tinggal di Los Angeles. Tetapi saya selalu merasa semuanya hanya sementara, bahwa itu bukan tempat saya menjalani seluruh hidup. Saya tahu saya seharusnya bukan berada di Malibu, melainkan di Malaga,” katanya.

Antonio mengaku kini tidak lagi tertarik mengejar atau mengumpulkan berbagai hal materi. “Orang-orang hidup seolah mereka tidak akan pernah mati. Mereka terus mengumpulkan banyak hal. Saya tidak ingin mengumpulkan apa pun. Satu-satunya hal yang saya minati sekarang adalah menikmati pengalaman hidup itu sendiri,” ujarnya.

Serangan Jantung Jadi Peringatan Besar

Awal tahun ini, Antonio juga kembali mengenang serangan jantung yang dialaminya. Ia menyebut kejadian tersebut sebagai peringatan yang sangat serius.

Dalam wawancaranya dengan The Times, ia mengatakan pengalaman itu mengubah cara pandangnya terhadap kehidupan sekaligus mengingatkannya pada kecintaan terhadap dunia teater.

“Serangan jantung saya benar-benar merupakan peringatan yang sangat serius. Peristiwa itu mengubah cara saya memandang hidup. Saat berhadapan dengan kematian, saya menoleh ke belakang dan menyadari bahwa pada dasarnya saya adalah seorang aktor teater. Saya belum pernah merasa sebahagia ini,” katanya.

Antonio juga sempat melontarkan candaan mengenai kematian. Ia mengenang percakapan terakhir dengan ayahnya beberapa bulan sebelum sang ayah meninggal dunia.

“Beberapa bulan sebelum ayah saya meninggal, kami sedang menyaksikan prosesi Jumat Agung. Tiba-tiba, tanpa menoleh kepada saya, ia berkata, ‘Saya rasa tidak ada apa-apa. Saya rasa tidak ada kehidupan setelah kematian.’ Padahal ayah saya adalah seorang Katolik yang sangat taat,” katanya.

Dengan nada bercanda, Antonio menambahkan, “Saya akan kembali sebagai hantu untuk menghantui teater saya.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *